Varietas Padi Tahan Tungro

Padi merupakan tanaman pangan utama di Indonesia. Tuntutan peningkatan produktivitas dan produksi seiring dengan peningkatan kebutuhan akan bahan pangan diupayakan dijawab melalui penerapan teknologi budidaya, termasuk teknologi dalam pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT).

Pengendalian OPT secara berkelanjutan yang terintegrasi dalam Pengendalian tanaman terpadu (PTT) memprioritaskan pada pengelolaan agroekosistem yang lebih ramah lingkungan. Pemanfaatan varietas unggul tahan OPT, penerapan kultur teknis yang dapat mempengaruhi dinamika populasi OPT, pengunaan bahan nabati dan agens hayati, serta penggunaan bahan kimia secara rasionil sebagai alternatif terakhir menjadi komponen-komponen yang sinergis yang dikelola pada ekosistem padi sawah spesifik lokasi.

Penyakit tungro merupakan salah satu penyakit penting pada padi. Gejala yang muncul pada rumpun tanaman tampak kerdil (pertumbuhan terhambat/memendek), daun muda menguning hingga orange apabila telah parah, daun bergejala agak terpuntir, anakan berkurang, pada hamparan tampak pertumbuhan padi bergelombang dengan spot-spot gejala menguning.

Tanaman bergejala umumnya pada masa vegetatif (4-6 minggu setelah tanam), disebabkan penularan penyakit tungro yang dapat terjadi sejak dipersemaian.

Penentuan pilihan varietas yang tepat merupakan langkah preventif/pencegahan terhadap fenomena kejadian serangan OPT. Demikian juga upaya pengendalian terhadap penularan penyakit tungro. Penggunaan varietas tahan tungro di lapangan adalah upaya pertahanan secara genetis (kemampuan dari dalam tanaman) untuk  melindungi dari serangan penularan virus tungro. Varietas tahan mampu mengurangi kejadian penularan tungro di lapangan sehingga tingkat persentase gejala yang ditimbulkan rendah.

Ada beberapa varietas tahan tungro yang telah dilepas oleh Badan Litbang Pertanian, yaitu: Inpari 7, Inpari 8, Inpari 9, Inpari 36, dan Inpari 37. Selain Inpari, varietas tahan tungro sebelumnya yaitu: Tukad Petanu, Tukad Balian, Tukad Unda, Kalimas, dan Bondoyudo. Varietas-varietas tersebut secara efektif mampu mengendalian dengan pertimbangan kesesuaian varietas pada daerah endemis tungro. Artinya, ada varietas-varietas tertentu yang secara khusus/spesifik lokasi sesuai dengan daerah tertentu.

Sumber: Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan

Archive

Panduan Teknis

Teknik Ubinan
Daftar Periksa Budidaya Padi Sawah Lahan Irigasi (Indonesia Rice Check)
Jajar Legowo Super
Panduan Teknologi Budidaya Padi Tanam Benih Langsung (TABELA)

Buku

Deskripsi Varietas 2017
Laporan Tahunan 2015
Prosiding Padi 2016 Buku 2
Prosiding Padi 2016 Buku 1

Booklet, Leaflet, Poster

Seminar Nasional dan Gelar Teknologi Varietas Unggul Padi Terbaru
Varietas Padi Green Super Rice (GSR): Inpari 43 Agritan GSR
Varietas Padi Green Super Rice (GSR): Inpari 42 Agritan GSR
Sistem Bubu Perangkap Tikus TBS dan LTBS 2015

Jajak Pendapat

Dari 6 konten website BBPADI berikut ini, apa yang menjadi konten favorit anda?

Berita - 37.4%
Galeri Foto - 22%
Galeri Video - 12.1%
Kliping Padi - 13.2%
Publikasi - 4.4%
Tahukah Anda - 11%
The voting for this poll has ended on: 01 Des 2017 - 00:00

Infografis

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Varietas Unggul Baru Untuk Agroekosistem Tertentu
Pengendalian Virus Kerdil
Fakta Tentang Wereng: Wereng Batang Coklat
Padi adalah Kehidupan
Segengam Malai Padi akan ku bawa dan tanam di tanah Papua

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Sosial Media

Statistik Website

Hari ini111
Hari kemarin2156
Minggu ini6922
Bulan ini23547
Jumlah Pengunjung1071894
Online sekarang
16

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Varietas Padi Tahan Tungro

Padi merupakan tanaman pangan utama di Indonesia. Tuntutan peningkatan produktivitas dan produksi seiring dengan peningkatan kebutuhan akan bahan pangan diupayakan dijawab melalui penerapan teknologi budidaya, termasuk teknologi dalam pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT).

Pengendalian OPT secara berkelanjutan yang terintegrasi dalam Pengendalian tanaman terpadu (PTT) memprioritaskan pada pengelolaan agroekosistem yang lebih ramah lingkungan. Pemanfaatan varietas unggul tahan OPT, penerapan kultur teknis yang dapat mempengaruhi dinamika populasi OPT, pengunaan bahan nabati dan agens hayati, serta penggunaan bahan kimia secara rasionil sebagai alternatif terakhir menjadi komponen-komponen yang sinergis yang dikelola pada ekosistem padi sawah spesifik lokasi.

Penyakit tungro merupakan salah satu penyakit penting pada padi. Gejala yang muncul pada rumpun tanaman tampak kerdil (pertumbuhan terhambat/memendek), daun muda menguning hingga orange apabila telah parah, daun bergejala agak terpuntir, anakan berkurang, pada hamparan tampak pertumbuhan padi bergelombang dengan spot-spot gejala menguning.

Tanaman bergejala umumnya pada masa vegetatif (4-6 minggu setelah tanam), disebabkan penularan penyakit tungro yang dapat terjadi sejak dipersemaian.

Penentuan pilihan varietas yang tepat merupakan langkah preventif/pencegahan terhadap fenomena kejadian serangan OPT. Demikian juga upaya pengendalian terhadap penularan penyakit tungro. Penggunaan varietas tahan tungro di lapangan adalah upaya pertahanan secara genetis (kemampuan dari dalam tanaman) untuk  melindungi dari serangan penularan virus tungro. Varietas tahan mampu mengurangi kejadian penularan tungro di lapangan sehingga tingkat persentase gejala yang ditimbulkan rendah.

Ada beberapa varietas tahan tungro yang telah dilepas oleh Badan Litbang Pertanian, yaitu: Inpari 7, Inpari 8, Inpari 9, Inpari 36, dan Inpari 37. Selain Inpari, varietas tahan tungro sebelumnya yaitu: Tukad Petanu, Tukad Balian, Tukad Unda, Kalimas, dan Bondoyudo. Varietas-varietas tersebut secara efektif mampu mengendalian dengan pertimbangan kesesuaian varietas pada daerah endemis tungro. Artinya, ada varietas-varietas tertentu yang secara khusus/spesifik lokasi sesuai dengan daerah tertentu.

Sumber: Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi