Pengendalian Gulma Padi Gogo di bawah Tegakan Tanaman Perkebunan

Gulma telah menjadi masalah yang cukup serius dan harus segera dikendalikan terutama pada usahatani tanaman pangan khususnya pada lahan kering seperti padi gogo. Jenis dan macam gulma sangat beragam bahkan saat tumbuh mempunyai kemiripan satu dengan yang lainnya walaupun berbeda spesiesnya.

Persaingan tanaman pokok dengan gulma dapat berupa kompetisi mendapatkan cahaya, air dan hara. Bila pertumbuhan gulma menjadi dominan atau padat, maka tanaman padi gogo akan menderita karena kalah bersaing dalam mendapatkan air dan hara.

Pertumbuhan gulma pada kodisi basah-kering (lembab) seperti pada kondisi padi gogo di lahan kering yang basah kering karena hujan, maka pertumbuhan gulma akan lebih cepat dan lebih banyak. Sedangkan pada pertanaman padi sawah, dengan penggenangan air akan membatasi pertumbuhan biji gulma dan bibit padi yang ditanam pertumbuhannya juga akan lebih cepat dibanding pertumbuhan gulma.

Pengendalian gulma sebaiknya dimulai pada saat sebelum gulma berkembang atau beberapa hari setelah tanaman padi tumbuh. Pada lahan yang diolah sederhana dengan cangkul atau dengan bahan kimia yang dilakukan pada saat kering, maka pada saat waktu tanam dimusim hujan pada 1-2 hari sebelum tanam benih atau pada 1-2 hari setelah tanam benih, lahan diaplikasi dengan herbisida untuk menekan pertumbuhan gulma berdaun lebar maupun berdaun sempit.

Penggunaan herbisida sebaiknya setelah biji gulma berdaun lebar atau berdaun sempit tumbuh atau berkecambah. Perlu mendapat perhatian disini adalah penyemprotan herbisida hanya pada bidang lahan yang akan diolah tanah saja. Jarak bidang olah tanah dengan tanaman pokok minimal 0,50-0,75 cm sehingga penyemprotan herbisida dan pengolahan tanah tidak menggangu tanaman pokok.

Pengendalian gulma secara manual sebaiknya dilakukan lebih awal. Penyiangan pertama dilakukan 10-15 hari setelah tumbuh atau menjelang pemupukan pertama. Sedangkan penyiangan kedua dilakukan pada umur 30-45 hari setelah tumbuh atau menjelang pemupukan urea susulan pertama.

Penyiangan sebaiknya dengan menggunakan kored, ada atau tidak ada gulma tanah tetap dikored agar dapat memotong akar primer tanaman padi dan selanjutnya akan menstimulasi pertumbuhan akar baru. Penyiangan sekaligus sebagai cara pembumbunan tanaman dan dapat memotong saluran air (semacam pipa kapiler didalam tanah) yang dapat menyebabkan terjadinya penguapan air dari dalam tanah. Penyiangan dengan kored, selain dapat mengurangi gulma juga menjadi semacam self mulching.

Untuk memudahkan cara pengendalian gulma sebaiknya menggunakan sistem tanam jajar legowo dengan jarak tanam {(20 x 10) x 30} cm. Pada bagian lorong yang luas (30 cm) penyiangan gulma dapat menggunakan cangkul dan pada bagian yang sempit (20 cm) dapat menggunakan kored. Pada bagian yang sempit juga dapat digunakan untuk larikan pupuk dasar dan susulan petama. Selanjutnya tanaman cepat menutup dan penyiangan susulan hanya pada lorong yang lebar.

Pada lahan yang diolah dengan alat garpu pada musim kering untuk membalik tanah, maka gulma tidak tumbuh sampai 2 bulan setelah tanam. Pada kondisi seperti ini, pertanaman padi gogo tidak perlu disiang karena pada umur 2 bulan daun padi sudah menutup dan gulma akan kalah bersaing dengan padi gogo yang ditanam.

Sumber: Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan

Archive

Panduan Teknis

Jajar Legowo Super
Panduan Teknologi Budidaya Padi Tanam Benih Langsung (TABELA)
Panduan Teknologi Budidaya Padi SRI
Panduan Teknologi Budidaya Padi SALIBU

Buku

Deskripsi Varietas 2017
Laporan Tahunan 2015
Prosiding Padi 2016 Buku 2
Prosiding Padi 2016 Buku 1

Booklet, Leaflet, Poster

Seminar Nasional dan Gelar Teknologi Varietas Unggul Padi Terbaru
Varietas Padi Green Super Rice (GSR): Inpari 43 Agritan GSR
Varietas Padi Green Super Rice (GSR): Inpari 42 Agritan GSR
Sistem Bubu Perangkap Tikus TBS dan LTBS 2015

Jajak Pendapat

Dari 6 konten website BBPADI berikut ini, apa yang menjadi konten favorit anda?

Infografis

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Pengendalian Virus Kerdil
Fakta Tentang Wereng: Wereng Batang Coklat
Padi adalah Kehidupan
Segengam Malai Padi akan ku bawa dan tanam di tanah Papua
PENAS XV 2017 Aceh "Padi tumbuh subur dilahan suboptimal"

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Sosial Media

Statistik Website

Hari ini9
Hari kemarin2473
Minggu ini2482
Bulan ini50662
Jumlah Pengunjung968655
Online sekarang
12

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Pengendalian Gulma Padi Gogo di bawah Tegakan Tanaman Perkebunan

Gulma telah menjadi masalah yang cukup serius dan harus segera dikendalikan terutama pada usahatani tanaman pangan khususnya pada lahan kering seperti padi gogo. Jenis dan macam gulma sangat beragam bahkan saat tumbuh mempunyai kemiripan satu dengan yang lainnya walaupun berbeda spesiesnya.

Persaingan tanaman pokok dengan gulma dapat berupa kompetisi mendapatkan cahaya, air dan hara. Bila pertumbuhan gulma menjadi dominan atau padat, maka tanaman padi gogo akan menderita karena kalah bersaing dalam mendapatkan air dan hara.

Pertumbuhan gulma pada kodisi basah-kering (lembab) seperti pada kondisi padi gogo di lahan kering yang basah kering karena hujan, maka pertumbuhan gulma akan lebih cepat dan lebih banyak. Sedangkan pada pertanaman padi sawah, dengan penggenangan air akan membatasi pertumbuhan biji gulma dan bibit padi yang ditanam pertumbuhannya juga akan lebih cepat dibanding pertumbuhan gulma.

Pengendalian gulma sebaiknya dimulai pada saat sebelum gulma berkembang atau beberapa hari setelah tanaman padi tumbuh. Pada lahan yang diolah sederhana dengan cangkul atau dengan bahan kimia yang dilakukan pada saat kering, maka pada saat waktu tanam dimusim hujan pada 1-2 hari sebelum tanam benih atau pada 1-2 hari setelah tanam benih, lahan diaplikasi dengan herbisida untuk menekan pertumbuhan gulma berdaun lebar maupun berdaun sempit.

Penggunaan herbisida sebaiknya setelah biji gulma berdaun lebar atau berdaun sempit tumbuh atau berkecambah. Perlu mendapat perhatian disini adalah penyemprotan herbisida hanya pada bidang lahan yang akan diolah tanah saja. Jarak bidang olah tanah dengan tanaman pokok minimal 0,50-0,75 cm sehingga penyemprotan herbisida dan pengolahan tanah tidak menggangu tanaman pokok.

Pengendalian gulma secara manual sebaiknya dilakukan lebih awal. Penyiangan pertama dilakukan 10-15 hari setelah tumbuh atau menjelang pemupukan pertama. Sedangkan penyiangan kedua dilakukan pada umur 30-45 hari setelah tumbuh atau menjelang pemupukan urea susulan pertama.

Penyiangan sebaiknya dengan menggunakan kored, ada atau tidak ada gulma tanah tetap dikored agar dapat memotong akar primer tanaman padi dan selanjutnya akan menstimulasi pertumbuhan akar baru. Penyiangan sekaligus sebagai cara pembumbunan tanaman dan dapat memotong saluran air (semacam pipa kapiler didalam tanah) yang dapat menyebabkan terjadinya penguapan air dari dalam tanah. Penyiangan dengan kored, selain dapat mengurangi gulma juga menjadi semacam self mulching.

Untuk memudahkan cara pengendalian gulma sebaiknya menggunakan sistem tanam jajar legowo dengan jarak tanam {(20 x 10) x 30} cm. Pada bagian lorong yang luas (30 cm) penyiangan gulma dapat menggunakan cangkul dan pada bagian yang sempit (20 cm) dapat menggunakan kored. Pada bagian yang sempit juga dapat digunakan untuk larikan pupuk dasar dan susulan petama. Selanjutnya tanaman cepat menutup dan penyiangan susulan hanya pada lorong yang lebar.

Pada lahan yang diolah dengan alat garpu pada musim kering untuk membalik tanah, maka gulma tidak tumbuh sampai 2 bulan setelah tanam. Pada kondisi seperti ini, pertanaman padi gogo tidak perlu disiang karena pada umur 2 bulan daun padi sudah menutup dan gulma akan kalah bersaing dengan padi gogo yang ditanam.

Sumber: Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan

Galeri Video

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi