Produksi Padi Sehat

Beras merupakan makanan pokok bagi hampir seluruh rakyat Indonesia sehingga ketahanan pangan nasional sangat bergantung pada kecukupan beras.Pengadaan beras dengan cara impor mengakibatkan ketergantungan pangan pada negara lain, sehingga akan melemahkan kondisi ekonomi dan politik nasional. Oleh karena itu, mencapai swasembada beras dengan memproduksi padi di dalam negeri sudah menjadi keharusan.

Sistem produksi padi sehat dapat digambarkan sebagai suatu pertanaman padi dengan penggunaan input terutama pupuk dan pestisida secara rasional (hemat, tepat dosis, tepat jenis, dan tepat waktu aplikasinya), sehingga diperoleh tanaman dengan produktivitas tinggi,  produk bermutu tinggi,  efisien dan bersih secara kimiawi,  sehingga harga produk mampu bersaing di pasar bebas. Selain  itu,  teknologi budidaya yang diterapkan tidak merusak lingkungan,  misalnya(1)  tidak terjadi penurunan tingkat kesuburan tanah seperti degradasi bahan organik,  penurunan pH tanah,  penimbunan zat dan gas beracun bagi tanaman(Fe Al,  H2S),  kehilangan hara(K), (2)  tidak terjadi kerusakan fisik tanah seperti erosi,  pendangkalan lapisan olah tanah,  kekerasan tanah, struktur dan permeabilitas tanah terhadap air, (3)  tidak terjadi penurunan aktivitas mikroorganisme yang bermanfaat bagi tanaman,  seperti penambat N udara dan pelarut P, (4)  sedikit atau tidak mengemisi gas-gas rumah kaca(GRK) seperti Meta, N2O, dan CO2 serta tidak mencemari air pembuangan   maupun tanah dengan logam berat(Cd,  Hg,  Pb),  nitrit,  dan residu pestisida, (5)  bebas atau hanya sedikit menggunakan pestisida bagi pengendalian hama dan penyakit tanaman,  dan(6)  produktivitas lahan tinggi dan stabil secara lestari. 

Archive

Panduan Teknis

Teknik Ubinan
Daftar Periksa Budidaya Padi Sawah Lahan Irigasi (Indonesia Rice Check)
Jajar Legowo Super
Panduan Teknologi Budidaya Padi Tanam Benih Langsung (TABELA)

Buku

Deskripsi Varietas 2018
Prosiding Padi 2017 Buku 2 Bagian 2
Prosiding Padi 2017 Buku 2 Bagian 1
Prosiding Padi 2017 Buku 1 Bagian 2

Booklet, Leaflet, Poster

Seminar Nasional dan Gelar Teknologi Varietas Unggul Padi Terbaru
Varietas Padi Green Super Rice (GSR): Inpari 43 Agritan GSR
Varietas Padi Green Super Rice (GSR): Inpari 42 Agritan GSR
Sistem Bubu Perangkap Tikus TBS dan LTBS 2015

Jajak Pendapat

Dari 6 konten website BBPADI berikut ini, apa yang menjadi konten favorit anda?

Berita - 37.4%
Galeri Foto - 22%
Galeri Video - 12.1%
Kliping Padi - 13.2%
Publikasi - 4.4%
Tahukah Anda - 11%
The voting for this poll has ended on: 01 Des 2017 - 00:00

Infografis

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Keunggulan Varietas Tarabas
Varietas Unggul Baru Untuk Agroekosistem Tertentu
Pengendalian Virus Kerdil
Fakta Tentang Wereng: Wereng Batang Coklat
Padi adalah Kehidupan

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Sosial Media

Statistik Website

Hari ini163
Hari kemarin1069
Minggu ini163
Bulan ini25923
Jumlah Pengunjung1574307
Online sekarang
13

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Produksi Padi Sehat

Beras merupakan makanan pokok bagi hampir seluruh rakyat Indonesia sehingga ketahanan pangan nasional sangat bergantung pada kecukupan beras.Pengadaan beras dengan cara impor mengakibatkan ketergantungan pangan pada negara lain, sehingga akan melemahkan kondisi ekonomi dan politik nasional. Oleh karena itu, mencapai swasembada beras dengan memproduksi padi di dalam negeri sudah menjadi keharusan.

Sistem produksi padi sehat dapat digambarkan sebagai suatu pertanaman padi dengan penggunaan input terutama pupuk dan pestisida secara rasional (hemat, tepat dosis, tepat jenis, dan tepat waktu aplikasinya), sehingga diperoleh tanaman dengan produktivitas tinggi,  produk bermutu tinggi,  efisien dan bersih secara kimiawi,  sehingga harga produk mampu bersaing di pasar bebas. Selain  itu,  teknologi budidaya yang diterapkan tidak merusak lingkungan,  misalnya(1)  tidak terjadi penurunan tingkat kesuburan tanah seperti degradasi bahan organik,  penurunan pH tanah,  penimbunan zat dan gas beracun bagi tanaman(Fe Al,  H2S),  kehilangan hara(K), (2)  tidak terjadi kerusakan fisik tanah seperti erosi,  pendangkalan lapisan olah tanah,  kekerasan tanah, struktur dan permeabilitas tanah terhadap air, (3)  tidak terjadi penurunan aktivitas mikroorganisme yang bermanfaat bagi tanaman,  seperti penambat N udara dan pelarut P, (4)  sedikit atau tidak mengemisi gas-gas rumah kaca(GRK) seperti Meta, N2O, dan CO2 serta tidak mencemari air pembuangan   maupun tanah dengan logam berat(Cd,  Hg,  Pb),  nitrit,  dan residu pestisida, (5)  bebas atau hanya sedikit menggunakan pestisida bagi pengendalian hama dan penyakit tanaman,  dan(6)  produktivitas lahan tinggi dan stabil secara lestari. 

Berita Terbaru

Bimbingan Teknis di Taman Teknologi Pertanian Sedong

Info Aktual | 11-05-2018 | Hits:315

Bimbingan Teknis di Taman Teknologi Pertanian Sedong

PADI INPARA BERJAYA DI RAWA

Info Aktual | 27-04-2018 | Hits:1081

PADI INPARA BERJAYA DI RAWA

Beras Ramping Lebih Disukai Pasar

Info Aktual | 12-04-2018 | Hits:694

Beras Ramping Lebih Disukai Pasar

Sensor Tanah Proximal: Uji Tanah Cepat, Tepat, dan Murah

Info Teknologi | 11-04-2018 | Hits:1009

Sensor Tanah Proximal: Uji Tanah Cepat, Tepat, dan Murah

Sekam Padi, Dari Limbah Jadi Bahan Bakar Alternatif

Info Teknologi | 02-04-2018 | Hits:871

Sekam Padi, Dari Limbah Jadi Bahan Bakar Alternatif

Mengenal Padi Sejak Usia Dini

Berita Utama | 15-03-2018 | Hits:943

Mengenal Padi Sejak Usia Dini

Launching Inovasi Baru Lahan Kering

Berita Utama | 13-02-2018 | Hits:1614

Launching Inovasi Baru Lahan Kering

Dengan Inovasi, Lahan Kering Mampu Berproduksi Tinggi

Info Aktual | 01-02-2018 | Hits:4154

Dengan Inovasi, Lahan Kering Mampu Berproduksi Tinggi

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi