Penurunan Kesuburan Tanah

Penyusutan kesuburan tanah sebagian disebabkan oleh adanya kehilangan hara dari tanah, yang dapat terjadi melalui pemanenan hasil tanaman (panen hara), aliran air permukaan (run off), dan pelindian (leaching). Kehilangan hara karena pemanenan hasil tanaman tergantung pada produksi dan cara panennya. Peluang kehilangan hara meningkat sejalan dengan produksinya. Kehilangan karena panen akan besar apabila jerami ikut terangkut keluar sebab jerami juga banyak mengandung hara, termasuk Si dan terutama K, karena sekitar 80% dari K yang terserap tanaman padi tersimpan dalam jerami.

Telah banyak diketahui bahwa ketersediaan beberapa unsur hara dalam tanah relatif kurang, sehingga untuk menopang tercapainya sasaran hasil padi yang tinggi diperlukan pemupukan. Di samping hara N, P, dan K, di beberapa tempat yang memiliki karakteristik lahan tanah sawah berkapur, berbahan induk berkadar S rendah, berdrainase buruk dan bereaksi masam dengan pH<5,00 ditengarai kahat akan S dan kadang kadang Zn. Oleh karena itu selain N, P, dan K  yang sejak lama telah diaplikasikan secara luas dalam bentuk pupuk, di beberapa tempat  hara S, Zn, dan Cu perlu juga ditambahkan untuk menunjang perolehan hasil padi yang tinggi.

Di dalam tanah, unsur hara bergerak dari suatu tempat ke tempat lain. Arah gerakan dapat ke segala arah dan prosesnya berlangsung dalam fase cair atau larutan tanah. Menurut Yoshida ada dua mekanisme yang mengendalikan gerakan unsur dalam tanah, yaitu difusi dan aliran massa (mass-flow). Perbedaan kadar suatu unsur tertentu antara dua tempat/titik akan menyebabkan adanya gerakan hara yang bersangkutan, mengarah dari tempat yang berkadar tinggi ke tempat yang berkadar lebih rendah. Karena perbedaan tekanan atau ketinggian air dalam tanah akan bergerak dari satu tempat ke tempat lain. Air dalam tanah didapatkan dalam bentuk larutan, maka bersama air yang bergerak terangkut pula unsur/senyawa yang terlarut di dalamnya. Mekanisme gerakan hara  seperti itu disebut aliran massa.

Laju dan jumlah unsur hara yang bergerak ditentukan oleh jenis unsur hara atau senyawa pupuk, sifat tanah, dan keadaan air dalam tanah. Fosfor relatif sukar bergerak dalam tanah, sebab di samping bahan sumber pupuk P yang digunakan berkelarutan rendah, ion fosfat juga kuat terikat oleh partikel tanah. Berbeda dengan P, unsur N dalam tanah sangat mobil, karena mudah larut dalam air dan terikat oleh partikel tanah secara lemah. Kalium meskipun tidak mudah bergerak seperti halnya N, namun ia lebih mobil jika dibandingkan dengan P.

Pada kondisi lingkungan yang sama, unsur hara lebih mudah bergerak dalam tanah yang bertekstur lebih kasar. Di samping mudah meloloskan air, tanah yang bertekstur kasar juga tidak kuat memegang hara karena kapasitas tukar kationnya (KTK) rendah. Unsur hara dalam tanah bergerak melalui fase cair, oleh karena itu makin banyak air di dalam tanah makin lancar laju gerakan hara dalam tanah.

Unsur hara akan dapat diserap tanaman apabila unsur hara yang bersangkutan berada pada permukaan akar. Ada tiga proses yang menyebabkan unsur hara dapat berada pada permukaan tanah, yaitu (a) penangkapan oleh akar (root interception), (b) aliran massa (mass flow), dan (c) diffusi. Karena tumbuh memanjang, maka akar akan menemukan dan bersentuhan dengan unsur hara. Evapotranspirasi menyebabkan adanya gerakan lengas tanah menuju daerah perakaran. Bersama gerakan lengas tersebut akan terangkut unsur hara ke permukaan akar. Apabila akar menyerap hara, maka daerah dekat permukaan akar kandungan unsur haranya akan menurun. Hal itu menyebabkan terciptanya perbedaan (gradient) kadar unsur hara yang menurun ke arah permukaan akar. Hal tersebut menimbulkan gerakan unsur hara ke permukaan akar.

Archive

Panduan Teknis

Teknik Ubinan
Daftar Periksa Budidaya Padi Sawah Lahan Irigasi (Indonesia Rice Check)
Jajar Legowo Super
Panduan Teknologi Budidaya Padi Tanam Benih Langsung (TABELA)

Buku

Deskripsi Varietas 2017
Laporan Tahunan 2015
Prosiding Padi 2016 Buku 2
Prosiding Padi 2016 Buku 1

Booklet, Leaflet, Poster

Seminar Nasional dan Gelar Teknologi Varietas Unggul Padi Terbaru
Varietas Padi Green Super Rice (GSR): Inpari 43 Agritan GSR
Varietas Padi Green Super Rice (GSR): Inpari 42 Agritan GSR
Sistem Bubu Perangkap Tikus TBS dan LTBS 2015

Jajak Pendapat

Dari 6 konten website BBPADI berikut ini, apa yang menjadi konten favorit anda?

Berita - 37.4%
Galeri Foto - 22%
Galeri Video - 12.1%
Kliping Padi - 13.2%
Publikasi - 4.4%
Tahukah Anda - 11%
The voting for this poll has ended on: 01 Des 2017 - 00:00

Infografis

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Pengendalian Virus Kerdil
Fakta Tentang Wereng: Wereng Batang Coklat
Padi adalah Kehidupan
Segengam Malai Padi akan ku bawa dan tanam di tanah Papua
PENAS XV 2017 Aceh &quot;Padi tumbuh subur dilahan suboptimal&quot;

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Sosial Media

Statistik Website

Hari ini635
Hari kemarin2229
Minggu ini2864
Bulan ini19489
Jumlah Pengunjung1067836
Online sekarang
38

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Penurunan Kesuburan Tanah

Penyusutan kesuburan tanah sebagian disebabkan oleh adanya kehilangan hara dari tanah, yang dapat terjadi melalui pemanenan hasil tanaman (panen hara), aliran air permukaan (run off), dan pelindian (leaching). Kehilangan hara karena pemanenan hasil tanaman tergantung pada produksi dan cara panennya. Peluang kehilangan hara meningkat sejalan dengan produksinya. Kehilangan karena panen akan besar apabila jerami ikut terangkut keluar sebab jerami juga banyak mengandung hara, termasuk Si dan terutama K, karena sekitar 80% dari K yang terserap tanaman padi tersimpan dalam jerami.

Telah banyak diketahui bahwa ketersediaan beberapa unsur hara dalam tanah relatif kurang, sehingga untuk menopang tercapainya sasaran hasil padi yang tinggi diperlukan pemupukan. Di samping hara N, P, dan K, di beberapa tempat yang memiliki karakteristik lahan tanah sawah berkapur, berbahan induk berkadar S rendah, berdrainase buruk dan bereaksi masam dengan pH<5,00 ditengarai kahat akan S dan kadang kadang Zn. Oleh karena itu selain N, P, dan K  yang sejak lama telah diaplikasikan secara luas dalam bentuk pupuk, di beberapa tempat  hara S, Zn, dan Cu perlu juga ditambahkan untuk menunjang perolehan hasil padi yang tinggi.

Di dalam tanah, unsur hara bergerak dari suatu tempat ke tempat lain. Arah gerakan dapat ke segala arah dan prosesnya berlangsung dalam fase cair atau larutan tanah. Menurut Yoshida ada dua mekanisme yang mengendalikan gerakan unsur dalam tanah, yaitu difusi dan aliran massa (mass-flow). Perbedaan kadar suatu unsur tertentu antara dua tempat/titik akan menyebabkan adanya gerakan hara yang bersangkutan, mengarah dari tempat yang berkadar tinggi ke tempat yang berkadar lebih rendah. Karena perbedaan tekanan atau ketinggian air dalam tanah akan bergerak dari satu tempat ke tempat lain. Air dalam tanah didapatkan dalam bentuk larutan, maka bersama air yang bergerak terangkut pula unsur/senyawa yang terlarut di dalamnya. Mekanisme gerakan hara  seperti itu disebut aliran massa.

Laju dan jumlah unsur hara yang bergerak ditentukan oleh jenis unsur hara atau senyawa pupuk, sifat tanah, dan keadaan air dalam tanah. Fosfor relatif sukar bergerak dalam tanah, sebab di samping bahan sumber pupuk P yang digunakan berkelarutan rendah, ion fosfat juga kuat terikat oleh partikel tanah. Berbeda dengan P, unsur N dalam tanah sangat mobil, karena mudah larut dalam air dan terikat oleh partikel tanah secara lemah. Kalium meskipun tidak mudah bergerak seperti halnya N, namun ia lebih mobil jika dibandingkan dengan P.

Pada kondisi lingkungan yang sama, unsur hara lebih mudah bergerak dalam tanah yang bertekstur lebih kasar. Di samping mudah meloloskan air, tanah yang bertekstur kasar juga tidak kuat memegang hara karena kapasitas tukar kationnya (KTK) rendah. Unsur hara dalam tanah bergerak melalui fase cair, oleh karena itu makin banyak air di dalam tanah makin lancar laju gerakan hara dalam tanah.

Unsur hara akan dapat diserap tanaman apabila unsur hara yang bersangkutan berada pada permukaan akar. Ada tiga proses yang menyebabkan unsur hara dapat berada pada permukaan tanah, yaitu (a) penangkapan oleh akar (root interception), (b) aliran massa (mass flow), dan (c) diffusi. Karena tumbuh memanjang, maka akar akan menemukan dan bersentuhan dengan unsur hara. Evapotranspirasi menyebabkan adanya gerakan lengas tanah menuju daerah perakaran. Bersama gerakan lengas tersebut akan terangkut unsur hara ke permukaan akar. Apabila akar menyerap hara, maka daerah dekat permukaan akar kandungan unsur haranya akan menurun. Hal itu menyebabkan terciptanya perbedaan (gradient) kadar unsur hara yang menurun ke arah permukaan akar. Hal tersebut menimbulkan gerakan unsur hara ke permukaan akar.

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi