Lahan Ladang untuk Padi Gogo

Pengolahan tanah harus disesuaikan dengan kondisi lahan yang akan di olah. Lahan yang akan diolah tergantung kepada tipe penggunaannya. Lahan-lahan tersebut  dapat meliputi : (1) lahan perladangan berpindah (shifting cultivation).  Hutan atau semak belukar ditebang dan dibakar lalu ditanami.  Setelah 2-3 tahun kesuburan tanahnya menurun,  lahan tersebut ditinggalkan untuk menghutan kembali. Adapun petani peladang akan berpindah kelain tempat dengan cara yang sama seperti penggarapan awal. Bila siklus perpindahan dapat berlangsung dengan waktu yang cukup lama (diatas 20 tahun) mungkin tidak apa-apa, tetapi bila siklusnya sempit atau kurang dari 5 tahun, ekosistim akan menjadi kritis bahkan menjadi gundul atau menjadi padang alang-alang. (2) lahan perladangan berpindah modern (modern shifting cultivation/MSC ), lahan perladangan ini dilakukan pada lahan hutan tanaman industri (HTI) atau tanaman perkebunan yang secara periodik ada peremajaan. Sebelum lahan ditanami tanaman hutan industri atau perkebunan maka lahan tersebut dapat ditanami padi gogo atau palawija lainnya. (3) lahan perladangan sistem tumpangsari (intercultur) yaitu kelanjutan dari MSC yang lahannya telah ditanami tanaman hutan industry seperti: Jati, rasamala, mahoni, Akasia, dll atau tanaman perkebunan seperti: kelapa dalam, kelapa sawit, karet, dll) yang dalam proses peremajaan. Sistem tumpangsari dapat dilakukan sampai tanaman hutan industri atau perkebunan berumur 3 sampai 4 tahun atau naungan tanaman pokok sampai menutup 50%. (4) lahan perladangan tetap (permanent cultivation). Merupakan lahan ladang yang tetap ditanami padi gogo atau palawija lainnya secara tradisional.

Pengolahan tanah untuk padi gogo tergantung tipe lahan kering yang akan dikelola.  Pada areal perladangan tetap dan areal tumpangsari, pengolahan tanah dapat dilakukan dengan menggunanakan herbisida, alat sederhana sampai mesin pertanian.  Pada lahan perladangan berpindah dan perladangan berpindah modern pengolahan tanah hanya dapat dilakukan dengan herbisida dan alat sederhana seperti cangkul.  Pengolahan tanah yang paling baik adalah digarpu saat musim kering (kemarau), sehingga tanah bagian atas dibalik dan akar-akar atau rizome gulma seperti alang-alang diangkat.  Pengolahan tanah dengan garpu untuk membalik tanah di musim kering akan sangat menguragi pertumbuhan gulma, bahkan gulma tidak dapat tumbuh sampai 2 bulan setelah tanam.  Bila gulma tidak tumbuh sampai 2 bulan setelah tanam, pertanaman padi gogo tidak perlu disiang karena tanaman sudah menutup.

Untuk memudahkan cara pengendalian gulma sebaiknya menggunakan sistem tanam jajar legowo {(20 x 10) x 30} cm. Pada bagian lorong yang luas (30 cm penyiangan gulma dapat menggunakan cangkul dan pada bagian yang sempit (20 cm) dapaty menggunakan koret. Pada bagian yang sempit juga dapat digunakan untuk larikan pupuk dasar dan susulan petama. Selanjutnya tanaman cepat menutup dan penyiangan susulan hanya pada lorong yang lebar.

Archive

Panduan Teknis

Jajar Legowo Super
Panduan Teknologi Budidaya Padi Tanam Benih Langsung (TABELA)
Panduan Teknologi Budidaya Padi SRI
Panduan Teknologi Budidaya Padi SALIBU

Buku

Laporan Tahunan 2015
Prosiding Padi 2016 Buku 2
Prosiding Padi 2016 Buku 1
Laporan Tahunan 2014

Booklet, Leaflet, Poster

Sistem Bubu Perangkap Tikus TBS dan LTBS 2015
Pengendalian Hama Tikus Terpadu (PHTT) 2015
Poster Inpari 13
Poster Inpari 10

Jajak Pendapat

Dari 6 konten website BBPADI berikut ini, apa yang menjadi konten favorit anda?

Infografis

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Padi adalah Kehidupan
Segengam Malai Padi akan ku bawa dan tanam di tanah Papua
PENAS XV 2017 Aceh "Padi tumbuh subur dilahan suboptimal"
Malai dan Bulir akan membentuk pola makan dan budaya seluruh umat manusia
Teknologi Jarwo Super untuk Kedaulatan Pangan

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Sosial Media

Statistik Website

Hari ini509
Hari kemarin839
Minggu ini2818
Bulan ini29890
Jumlah Pengunjung779530
Online sekarang
15

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Lahan Ladang untuk Padi Gogo

Pengolahan tanah harus disesuaikan dengan kondisi lahan yang akan di olah. Lahan yang akan diolah tergantung kepada tipe penggunaannya. Lahan-lahan tersebut  dapat meliputi : (1) lahan perladangan berpindah (shifting cultivation).  Hutan atau semak belukar ditebang dan dibakar lalu ditanami.  Setelah 2-3 tahun kesuburan tanahnya menurun,  lahan tersebut ditinggalkan untuk menghutan kembali. Adapun petani peladang akan berpindah kelain tempat dengan cara yang sama seperti penggarapan awal. Bila siklus perpindahan dapat berlangsung dengan waktu yang cukup lama (diatas 20 tahun) mungkin tidak apa-apa, tetapi bila siklusnya sempit atau kurang dari 5 tahun, ekosistim akan menjadi kritis bahkan menjadi gundul atau menjadi padang alang-alang. (2) lahan perladangan berpindah modern (modern shifting cultivation/MSC ), lahan perladangan ini dilakukan pada lahan hutan tanaman industri (HTI) atau tanaman perkebunan yang secara periodik ada peremajaan. Sebelum lahan ditanami tanaman hutan industri atau perkebunan maka lahan tersebut dapat ditanami padi gogo atau palawija lainnya. (3) lahan perladangan sistem tumpangsari (intercultur) yaitu kelanjutan dari MSC yang lahannya telah ditanami tanaman hutan industry seperti: Jati, rasamala, mahoni, Akasia, dll atau tanaman perkebunan seperti: kelapa dalam, kelapa sawit, karet, dll) yang dalam proses peremajaan. Sistem tumpangsari dapat dilakukan sampai tanaman hutan industri atau perkebunan berumur 3 sampai 4 tahun atau naungan tanaman pokok sampai menutup 50%. (4) lahan perladangan tetap (permanent cultivation). Merupakan lahan ladang yang tetap ditanami padi gogo atau palawija lainnya secara tradisional.

Pengolahan tanah untuk padi gogo tergantung tipe lahan kering yang akan dikelola.  Pada areal perladangan tetap dan areal tumpangsari, pengolahan tanah dapat dilakukan dengan menggunanakan herbisida, alat sederhana sampai mesin pertanian.  Pada lahan perladangan berpindah dan perladangan berpindah modern pengolahan tanah hanya dapat dilakukan dengan herbisida dan alat sederhana seperti cangkul.  Pengolahan tanah yang paling baik adalah digarpu saat musim kering (kemarau), sehingga tanah bagian atas dibalik dan akar-akar atau rizome gulma seperti alang-alang diangkat.  Pengolahan tanah dengan garpu untuk membalik tanah di musim kering akan sangat menguragi pertumbuhan gulma, bahkan gulma tidak dapat tumbuh sampai 2 bulan setelah tanam.  Bila gulma tidak tumbuh sampai 2 bulan setelah tanam, pertanaman padi gogo tidak perlu disiang karena tanaman sudah menutup.

Untuk memudahkan cara pengendalian gulma sebaiknya menggunakan sistem tanam jajar legowo {(20 x 10) x 30} cm. Pada bagian lorong yang luas (30 cm penyiangan gulma dapat menggunakan cangkul dan pada bagian yang sempit (20 cm) dapaty menggunakan koret. Pada bagian yang sempit juga dapat digunakan untuk larikan pupuk dasar dan susulan petama. Selanjutnya tanaman cepat menutup dan penyiangan susulan hanya pada lorong yang lebar.

Berita Terbaru

Pentingnya Konservasi Tanah Pertanaman Padi Gogo

Info Teknologi | 21-06-2017 | Hits:230

Pentingnya Konservasi Tanah Pertanaman Padi Gogo

Hama Uret pada Padi Gogo dengan Teknik Seed Treatment

Info Teknologi | 20-06-2017 | Hits:250

Hama Uret pada Padi Gogo dengan Teknik Seed Treatment

Type Ketahanan Tanaman

Info Teknologi | 29-05-2017 | Hits:880

Type Ketahanan Tanaman

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi