Teknologi Tata Air Mikro Padi Rawa

Pengelolaaan dan penerapan teknologi yang tepat, lahan rawa yang termasuk lahan sub optimal dengan tingkat kesuburan rendah dapat dijadikan sebagai lahan pertanian produktif. Dimana tingkat produktivitas tanah lahan rawa umumnya rendah, hal ini disebabkan oleh tingginya kemasaman tanah (pH rendah) serta kelarutan Fe (besi), Al (aluminium), dan Mn (mangan) dan rendahnya ketersediaan unsur hara terutama P dan K serta kejenuhan basa yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman (D. Nursyamsi dan M. Alwi. 2012). Takaran bahan amelioran secara tepat selain tergantung kepada kondisi lahan terutama pH tanah dan kandungan Al, Fe, SO4, dan H+, juga tanaman yang ditanam. Selain itu pengelolaan air merupakan kunci keberhasilan dalam budidaya pertanian di lahan rawa pasang surut.  Genangan air di lahan rawa berfluktuasi dan sulit diprediksi sampai saat ini baik tata air mikro maupun mikronya belum dapat dikendalikan

Pengelolaan tata air mikro merupakan faktor penting untuk memperbaiki kondisi tanah dan meningkatkan produktivitas lahan rawa.  Hasil penelitian pola aliran satu arah (one follow system) dengan menentukan secara terpisah antara saluran masuk dan keluar diperoleh hasil padi lebih tinggi dibandingkan dengan aliran dua arah. Teknologi tata air mikro padi rawa pasang surut yang sinergis dapat meningkatkan produktivitas dan produksi padi di lahan rawa pasang surut. Tata air mikro (TAM) dengan parit keliling ditambah dengan parit kamalir dapat meningkatkan hasil padi rawa.

 

Archive

Panduan Teknis

Jajar Legowo Super
Panduan Teknologi Budidaya Padi Tanam Benih Langsung (TABELA)
Panduan Teknologi Budidaya Padi SRI
Panduan Teknologi Budidaya Padi SALIBU

Buku

Laporan Tahunan 2015
Prosiding Padi 2016 Buku 2
Prosiding Padi 2016 Buku 1
Laporan Tahunan 2014

Booklet, Leaflet, Poster

Sistem Bubu Perangkap Tikus TBS dan LTBS 2015
Pengendalian Hama Tikus Terpadu (PHTT) 2015
Poster Inpari 13
Poster Inpari 10

Jajak Pendapat

Dari 6 konten website BBPADI berikut ini, apa yang menjadi konten favorit anda?

Infografis

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Padi adalah Kehidupan
Segengam Malai Padi akan ku bawa dan tanam di tanah Papua
PENAS XV 2017 Aceh "Padi tumbuh subur dilahan suboptimal"
Malai dan Bulir akan membentuk pola makan dan budaya seluruh umat manusia
Teknologi Jarwo Super untuk Kedaulatan Pangan

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Sosial Media

Statistik Website

Hari ini693
Hari kemarin839
Minggu ini3002
Bulan ini30074
Jumlah Pengunjung779714
Online sekarang
20

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Teknologi Tata Air Mikro Padi Rawa

Pengelolaaan dan penerapan teknologi yang tepat, lahan rawa yang termasuk lahan sub optimal dengan tingkat kesuburan rendah dapat dijadikan sebagai lahan pertanian produktif. Dimana tingkat produktivitas tanah lahan rawa umumnya rendah, hal ini disebabkan oleh tingginya kemasaman tanah (pH rendah) serta kelarutan Fe (besi), Al (aluminium), dan Mn (mangan) dan rendahnya ketersediaan unsur hara terutama P dan K serta kejenuhan basa yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman (D. Nursyamsi dan M. Alwi. 2012). Takaran bahan amelioran secara tepat selain tergantung kepada kondisi lahan terutama pH tanah dan kandungan Al, Fe, SO4, dan H+, juga tanaman yang ditanam. Selain itu pengelolaan air merupakan kunci keberhasilan dalam budidaya pertanian di lahan rawa pasang surut.  Genangan air di lahan rawa berfluktuasi dan sulit diprediksi sampai saat ini baik tata air mikro maupun mikronya belum dapat dikendalikan

Pengelolaan tata air mikro merupakan faktor penting untuk memperbaiki kondisi tanah dan meningkatkan produktivitas lahan rawa.  Hasil penelitian pola aliran satu arah (one follow system) dengan menentukan secara terpisah antara saluran masuk dan keluar diperoleh hasil padi lebih tinggi dibandingkan dengan aliran dua arah. Teknologi tata air mikro padi rawa pasang surut yang sinergis dapat meningkatkan produktivitas dan produksi padi di lahan rawa pasang surut. Tata air mikro (TAM) dengan parit keliling ditambah dengan parit kamalir dapat meningkatkan hasil padi rawa.

 

Berita Terbaru

Pentingnya Konservasi Tanah Pertanaman Padi Gogo

Info Teknologi | 21-06-2017 | Hits:230

Pentingnya Konservasi Tanah Pertanaman Padi Gogo

Hama Uret pada Padi Gogo dengan Teknik Seed Treatment

Info Teknologi | 20-06-2017 | Hits:252

Hama Uret pada Padi Gogo dengan Teknik Seed Treatment

Type Ketahanan Tanaman

Info Teknologi | 29-05-2017 | Hits:881

Type Ketahanan Tanaman

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi