Perlu Tersedia Banyak Varietas yang Memiliki Sifat Toleran Terhadap Lahan Salin

Perubahan iklim global ditengarai menyebabkan naiknya permukaan air laut, sehingga berakibat terhadap meluasnya daerah pesisir sentra produksi padi  yang terimbas intrusi dan atau limpasan air laut. Hal tersebut dapat ditunjukkan oleh kondisi daratan pantai utara Jawa (Pantura) semakin luas terintrusi air laut. Di beberapa daerah di Jawa Barat, air payau dan air asin masing-masing telah menyusup kedaratan sekitar 8 km, dan 6 km.

Dampak intrusi air laut atau masuknya air asin ke daratan akan lebih terasa pada saat kemarau. Tanaman padi mulai mengering dan berdampak gagal panen. Penelitian menunjukkan bahwa pada musim kemarau, di wilayah pesisir salinitas tanah berkisar antara 2 dS/m hingga 18 dS/m, sedangkan batas toleransi tanaman padi pada saat tanam terhadap kegaraman adalah sekitar 4 dS/m. Apabila intrusi air laut yang menembus daratan tersebut masuk di lahan pesawahan, maka salinitas tanah akan meningkat melebihi batas kritis bagi tanaman padi.

Padi merupakan tanaman yang sensitif terhadap salinitas. Walaupun demikian, tanaman tersebut merupakan satu-satunya tanaman sereal yang direkomendasikan untuk ditanam di lahan salin. Hal itu terkait dengan kemampuan tanaman padi tumbuh baik pada  lahan yang tergenang, dan mampu membantu mencuci garam yang ada pada permukaan tanah ke lapisan tanah di bawahnya, sehingga lahan menjadi cocok untuk pertumbuhan pertanaman berikutnya.

Salinitas mempengaruhi semua fase pertumbuhan tanaman, mulai dari perkecambahan sampai dengan pemasakan biji. Pengaruhnya dapat bervariasi bergantung pada fase pertumbuhan tanaman. Toleransi padi terhadap salinitas  selama fase awal pembibitan, berkaitan erat dengan adanya vigor kecambah yang sangat baik, kemampuan mengeluarkan garam dari perakaran, adanya kompartemen ion dalam jaringan struktural yang lebih tua, dan adanya respon stomata yang flexibel (segera menutup pada saat terkena cekaman, dan segera membuka kembali setelah waktu aklimatisasi), adanya regulasi sistem antioksidan khususnya pada jalur lintas askorbat gluthionine yang mengakibatkan munculnya sifat toleransi terhadap cekaman oksidasi.

Toleransi pada fase reproduktif, tanaman toleran memiliki kemampuan mengeluarkan garam dari daun bendera dan malai. Sifat toleransi pada saat fase vegetatif tidak berkaitan dengan sifat toleransi pada saat generatif dan tidak ada kultivar lokal yang memiliki gabungan beberapa sifat tersebut. Hal ini dipandang sebagai variasi ekspresi fenotipik antar kultivar, dan mengindikasikan adanya kemungkinan sejumlah donor alel gen-gen yang berguna dalam mengendalikan sifat toleran salinitas.

Studi genetik menunjukkan bahwa sifat toleransi terhadap garam memiliki nilai daya heritabilitas yang agak tinggi. Penggabungan sifat toleran pada saat bibit dan fase reproduktif perlu dilakukan untuk membentuk varietas toleran terhadap salinitas. Peneliti lain melaporkan nilai heritablitas sifat ini relatif rendah karena sangat kuat dipengaruhi lingkungan. Untuk mengidentifikasi genotipe toleran, dianjurkan dilakukan penapisan di  rumah kaca pada kondisi lingkungan yang terkendali dengan bahan tanaman generasi lanjut (F5 sampai F7).

Penggunaan varietas toleran merupakan cara paling efektif untuk memanfaatkan potensi lahan salin dalam program peningkatan produksi padi nasional. Dengan berubahnya iklim global, pada saat ini daerah-daerah sentra produksi padi dipesisir pantai terancam cekaman salinitas mengingat sedikitnya pasokan air irigasi pada saat musim kemarau atau akhir musim hujan. Mengingat potensi kontribusi lahan salin terhadap peningkatan produksi padi nasional serta beragamnya lahan salin yang ada, perlu tersedia banyak varietas yang memiliki sifat toleran terhadap lahan salin.

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian telah  melepas beberapa varietas padi toleran salinitas yaitu Dendang, Lambur, dan Siak Raya, Inpari 34 Salin Agritan, Inpari 35 Salin Agritan, Inpari Unsoed 79 Agitan, Inpari 42 Agritan GSR, Inpari 43 Agritan GSR, Inpari 44 Agritan. Oleh karena itu, pembentukan varietas toleran salinitas masih perlu dilakukan untuk memberikan sejumlah pilihan varietas unggul yang memenuhi selera petani dari berbagai daerah yang berlahan salin.

Archive

Panduan Teknis

Teknik Ubinan
Daftar Periksa Budidaya Padi Sawah Lahan Irigasi (Indonesia Rice Check)
Jajar Legowo Super
Panduan Teknologi Budidaya Padi Tanam Benih Langsung (TABELA)

Buku

Prosiding Padi 2017 Buku 2 Bagian 2
Prosiding Padi 2017 Buku 2 Bagian 1
Prosiding Padi 2017 Buku 1 Bagian 2
Prosiding Padi 2017 Buku 1 Bagian 1

Booklet, Leaflet, Poster

Seminar Nasional dan Gelar Teknologi Varietas Unggul Padi Terbaru
Varietas Padi Green Super Rice (GSR): Inpari 43 Agritan GSR
Varietas Padi Green Super Rice (GSR): Inpari 42 Agritan GSR
Sistem Bubu Perangkap Tikus TBS dan LTBS 2015

Jajak Pendapat

Dari 6 konten website BBPADI berikut ini, apa yang menjadi konten favorit anda?

Berita - 37.4%
Galeri Foto - 22%
Galeri Video - 12.1%
Kliping Padi - 13.2%
Publikasi - 4.4%
Tahukah Anda - 11%
The voting for this poll has ended on: 01 Des 2017 - 00:00

Infografis

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Keunggulan Varietas Tarabas
Varietas Unggul Baru Untuk Agroekosistem Tertentu
Pengendalian Virus Kerdil
Fakta Tentang Wereng: Wereng Batang Coklat
Padi adalah Kehidupan

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Sosial Media

Statistik Website

Hari ini522
Hari kemarin2765
Minggu ini11634
Bulan ini53077
Jumlah Pengunjung1219680
Online sekarang
42

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Perlu Tersedia Banyak Varietas yang Memiliki Sifat Toleran Terhadap Lahan Salin

Perubahan iklim global ditengarai menyebabkan naiknya permukaan air laut, sehingga berakibat terhadap meluasnya daerah pesisir sentra produksi padi  yang terimbas intrusi dan atau limpasan air laut. Hal tersebut dapat ditunjukkan oleh kondisi daratan pantai utara Jawa (Pantura) semakin luas terintrusi air laut. Di beberapa daerah di Jawa Barat, air payau dan air asin masing-masing telah menyusup kedaratan sekitar 8 km, dan 6 km.

Dampak intrusi air laut atau masuknya air asin ke daratan akan lebih terasa pada saat kemarau. Tanaman padi mulai mengering dan berdampak gagal panen. Penelitian menunjukkan bahwa pada musim kemarau, di wilayah pesisir salinitas tanah berkisar antara 2 dS/m hingga 18 dS/m, sedangkan batas toleransi tanaman padi pada saat tanam terhadap kegaraman adalah sekitar 4 dS/m. Apabila intrusi air laut yang menembus daratan tersebut masuk di lahan pesawahan, maka salinitas tanah akan meningkat melebihi batas kritis bagi tanaman padi.

Padi merupakan tanaman yang sensitif terhadap salinitas. Walaupun demikian, tanaman tersebut merupakan satu-satunya tanaman sereal yang direkomendasikan untuk ditanam di lahan salin. Hal itu terkait dengan kemampuan tanaman padi tumbuh baik pada  lahan yang tergenang, dan mampu membantu mencuci garam yang ada pada permukaan tanah ke lapisan tanah di bawahnya, sehingga lahan menjadi cocok untuk pertumbuhan pertanaman berikutnya.

Salinitas mempengaruhi semua fase pertumbuhan tanaman, mulai dari perkecambahan sampai dengan pemasakan biji. Pengaruhnya dapat bervariasi bergantung pada fase pertumbuhan tanaman. Toleransi padi terhadap salinitas  selama fase awal pembibitan, berkaitan erat dengan adanya vigor kecambah yang sangat baik, kemampuan mengeluarkan garam dari perakaran, adanya kompartemen ion dalam jaringan struktural yang lebih tua, dan adanya respon stomata yang flexibel (segera menutup pada saat terkena cekaman, dan segera membuka kembali setelah waktu aklimatisasi), adanya regulasi sistem antioksidan khususnya pada jalur lintas askorbat gluthionine yang mengakibatkan munculnya sifat toleransi terhadap cekaman oksidasi.

Toleransi pada fase reproduktif, tanaman toleran memiliki kemampuan mengeluarkan garam dari daun bendera dan malai. Sifat toleransi pada saat fase vegetatif tidak berkaitan dengan sifat toleransi pada saat generatif dan tidak ada kultivar lokal yang memiliki gabungan beberapa sifat tersebut. Hal ini dipandang sebagai variasi ekspresi fenotipik antar kultivar, dan mengindikasikan adanya kemungkinan sejumlah donor alel gen-gen yang berguna dalam mengendalikan sifat toleran salinitas.

Studi genetik menunjukkan bahwa sifat toleransi terhadap garam memiliki nilai daya heritabilitas yang agak tinggi. Penggabungan sifat toleran pada saat bibit dan fase reproduktif perlu dilakukan untuk membentuk varietas toleran terhadap salinitas. Peneliti lain melaporkan nilai heritablitas sifat ini relatif rendah karena sangat kuat dipengaruhi lingkungan. Untuk mengidentifikasi genotipe toleran, dianjurkan dilakukan penapisan di  rumah kaca pada kondisi lingkungan yang terkendali dengan bahan tanaman generasi lanjut (F5 sampai F7).

Penggunaan varietas toleran merupakan cara paling efektif untuk memanfaatkan potensi lahan salin dalam program peningkatan produksi padi nasional. Dengan berubahnya iklim global, pada saat ini daerah-daerah sentra produksi padi dipesisir pantai terancam cekaman salinitas mengingat sedikitnya pasokan air irigasi pada saat musim kemarau atau akhir musim hujan. Mengingat potensi kontribusi lahan salin terhadap peningkatan produksi padi nasional serta beragamnya lahan salin yang ada, perlu tersedia banyak varietas yang memiliki sifat toleran terhadap lahan salin.

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian telah  melepas beberapa varietas padi toleran salinitas yaitu Dendang, Lambur, dan Siak Raya, Inpari 34 Salin Agritan, Inpari 35 Salin Agritan, Inpari Unsoed 79 Agitan, Inpari 42 Agritan GSR, Inpari 43 Agritan GSR, Inpari 44 Agritan. Oleh karena itu, pembentukan varietas toleran salinitas masih perlu dilakukan untuk memberikan sejumlah pilihan varietas unggul yang memenuhi selera petani dari berbagai daerah yang berlahan salin.

Berita Terbaru

Dengan Inovasi, Lahan Kering Mampu Berproduksi Tinggi

Info Aktual | 01-02-2018 | Hits:895

Dengan Inovasi, Lahan Kering Mampu Berproduksi Tinggi

Padi Gogo Potensi Hasil Tinggi

Info Teknologi | 18-01-2018 | Hits:1468

Padi Gogo Potensi Hasil Tinggi

Padi  Lahan Kering Dataran Tinggi

Info Teknologi | 11-01-2018 | Hits:1477

Padi Lahan Kering Dataran Tinggi

Panen di Musim Paceklik

Berita Utama | 10-01-2018 | Hits:521

Panen di Musim Paceklik

Luas Panen Padi di Beberapa Wilayah

Berita Utama | 03-01-2018 | Hits:556

Luas Panen Padi di Beberapa Wilayah

Karakteristik Inpara 8 Agritan dan Inpara 9 Agritan

Info Teknologi | 02-01-2018 | Hits:598

Karakteristik Inpara 8 Agritan dan Inpara 9 Agritan

Inpara 8 dan Inpara 9, Dua Varietas Adaptif Rawa

Info Teknologi | 21-12-2017 | Hits:1100

Inpara 8 dan Inpara 9, Dua Varietas Adaptif Rawa

Menteri Pertanian Meluncurkan Varietas Unggul Baru

Info Aktual | 21-12-2017 | Hits:1423

Menteri Pertanian Meluncurkan Varietas Unggul Baru

Budidaya Organik dan Non-Organik Padi Terhadap Mutu

Info Teknologi | 16-12-2017 | Hits:1027

Budidaya Organik dan Non-Organik Padi Terhadap Mutu

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi