Deteksi Penyakit Tungro di Laboratorium

Penyakit tungro yang disebabkan oleh virus tungro berbentuk batang dan spiral selama ini diidentifikasi lapangan melalui penampakan fenotipik tanaman yang terkena serangan virus tungro. Tanaman menunjukkan gejala perubahan warna pada daun muda, yaitu menjadi kuning-oranye dan umumnya perubahan warna daun  dimulai dari ujung daun, tanaman padi menjadi kerdil, jumlahan akan sedikit, dan pertumbuhannya terhambat.

Di lapang/sawah, tanaman padi yang terinfeksi virus-virus tungro seringkali memperlihatkan gejala penyakit tungro yang jelas. Berdasarkan pengetahuan ini, hasil pengamatan gejala penyakit dan juga ditambah dengan data populasi vektor wereng hijau pada prinsipnya dapat digunakan untuk menetapkan (diagnosis) bahwa suatu tanaman terserang virus-virus tungro.

Mengingat unsur kemudahannya, metode ini banyak digunakan, meskipun bersifat sementara. Untuk lebih menguatkan lagi dalam penetapan penyakit, biasanya dilakukan uji penularan atau bioassay, baik dengan menggunakan wereng hijau yang diambil dari tempat kejadian serangan maupun yang sengaja dipelihara untuk keperluan penularan.

Kekeliruan dalam identifikasi suatu serangan hama/penyakit menyebabkan kesalahan tindakan dalam pengendaliannya.  Suatu serangan hama/penyakit tanaman yang kerdil tidak serta merta terkena virus tungro, begitu pula dengan perubahan warna daun menjadi kuning, kekurangan unsur nitrogen juga menyebabkan daun tanaman menjadi kuning, begitu pula dengan penyakit rice grassy stunt virus (RGSV) yang disebabkan oleh wereng coklat memperlihatkan gejala yang mempunyai kemiripan dengan gejala penyakit tungro.

Diagnosis yang benar akan menentukan ketepatan rekomendasi pengendalian dan bermanfaat dalam kegiatan survey penyakit tungro. Untuk lebih memastikan bahwa tanaman yang terserang virus tungro memang betul terserang virus tungro salah satu caranya yaitu dengan melalukan uji lanjutan di labolatorium dengan menguji sampel tanaman yang diidentifikasi terkena serangan.

Terdapat beberapa uji yang selama ini dikenal dalam mengidentifikasi penyakt tungro yaitu Uji Iodiium, Uji Penularan, Uji enzyme linked immunosorbent assay (ELISA), dan dengan menggunakan teknologi Molekuler dengan memanfaatkan teknik PCR dan Marka Molekuler. Teknik lain yang sangat tergantung pada alat mikro skop elektron, ialah metode “leaf dip” ataupun metode gabungan dengan serologi (ISEM) dapat memberikan gambaran yang lebih jelas, karena dapat melihat langsung partikel virusnya.

Sumber: Loka Penelitian Penyakit Tungro

Archive

Panduan Teknis

Jajar Legowo Super
Panduan Teknologi Budidaya Padi Tanam Benih Langsung (TABELA)
Panduan Teknologi Budidaya Padi SRI
Panduan Teknologi Budidaya Padi SALIBU

Buku

Deskripsi Varietas 2017
Laporan Tahunan 2015
Prosiding Padi 2016 Buku 2
Prosiding Padi 2016 Buku 1

Booklet, Leaflet, Poster

Seminar Nasional dan Gelar Teknologi Varietas Unggul Padi Terbaru
Varietas Padi Green Super Rice (GSR): Inpari 43 Agritan GSR
Varietas Padi Green Super Rice (GSR): Inpari 42 Agritan GSR
Sistem Bubu Perangkap Tikus TBS dan LTBS 2015

Jajak Pendapat

Dari 6 konten website BBPADI berikut ini, apa yang menjadi konten favorit anda?

Infografis

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Pengendalian Virus Kerdil
Fakta Tentang Wereng: Wereng Batang Coklat
Padi adalah Kehidupan
Segengam Malai Padi akan ku bawa dan tanam di tanah Papua
PENAS XV 2017 Aceh "Padi tumbuh subur dilahan suboptimal"

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Sosial Media

Statistik Website

Hari ini253
Hari kemarin1841
Minggu ini253
Bulan ini48433
Jumlah Pengunjung966426
Online sekarang
20

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Deteksi Penyakit Tungro di Laboratorium

Penyakit tungro yang disebabkan oleh virus tungro berbentuk batang dan spiral selama ini diidentifikasi lapangan melalui penampakan fenotipik tanaman yang terkena serangan virus tungro. Tanaman menunjukkan gejala perubahan warna pada daun muda, yaitu menjadi kuning-oranye dan umumnya perubahan warna daun  dimulai dari ujung daun, tanaman padi menjadi kerdil, jumlahan akan sedikit, dan pertumbuhannya terhambat.

Di lapang/sawah, tanaman padi yang terinfeksi virus-virus tungro seringkali memperlihatkan gejala penyakit tungro yang jelas. Berdasarkan pengetahuan ini, hasil pengamatan gejala penyakit dan juga ditambah dengan data populasi vektor wereng hijau pada prinsipnya dapat digunakan untuk menetapkan (diagnosis) bahwa suatu tanaman terserang virus-virus tungro.

Mengingat unsur kemudahannya, metode ini banyak digunakan, meskipun bersifat sementara. Untuk lebih menguatkan lagi dalam penetapan penyakit, biasanya dilakukan uji penularan atau bioassay, baik dengan menggunakan wereng hijau yang diambil dari tempat kejadian serangan maupun yang sengaja dipelihara untuk keperluan penularan.

Kekeliruan dalam identifikasi suatu serangan hama/penyakit menyebabkan kesalahan tindakan dalam pengendaliannya.  Suatu serangan hama/penyakit tanaman yang kerdil tidak serta merta terkena virus tungro, begitu pula dengan perubahan warna daun menjadi kuning, kekurangan unsur nitrogen juga menyebabkan daun tanaman menjadi kuning, begitu pula dengan penyakit rice grassy stunt virus (RGSV) yang disebabkan oleh wereng coklat memperlihatkan gejala yang mempunyai kemiripan dengan gejala penyakit tungro.

Diagnosis yang benar akan menentukan ketepatan rekomendasi pengendalian dan bermanfaat dalam kegiatan survey penyakit tungro. Untuk lebih memastikan bahwa tanaman yang terserang virus tungro memang betul terserang virus tungro salah satu caranya yaitu dengan melalukan uji lanjutan di labolatorium dengan menguji sampel tanaman yang diidentifikasi terkena serangan.

Terdapat beberapa uji yang selama ini dikenal dalam mengidentifikasi penyakt tungro yaitu Uji Iodiium, Uji Penularan, Uji enzyme linked immunosorbent assay (ELISA), dan dengan menggunakan teknologi Molekuler dengan memanfaatkan teknik PCR dan Marka Molekuler. Teknik lain yang sangat tergantung pada alat mikro skop elektron, ialah metode “leaf dip” ataupun metode gabungan dengan serologi (ISEM) dapat memberikan gambaran yang lebih jelas, karena dapat melihat langsung partikel virusnya.

Sumber: Loka Penelitian Penyakit Tungro

Galeri Video

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi