PERKEMBANGAN HAMA DAN PENYAKIT UTAMA PADA PADI RATUN

Tingginya kebutuhan akan peningkatan intensitas panen, yaitu salah satunya dengan meningkatkan IP (indeks panen) melalui budidaya padi ratun, diharapkan dengan satu kali tanam dapat dipanen lebih dari satu kali. Budidaya padi salibu yang merupakan pengembangan dan perbaikan dari sistem ratun dapat memacu peningkatan produksi padi. Di lain pihak, pertanaman padi ratun merupakan media yang cocok bagi perkembangan populasi serangga (penggerek, wereng) selama off season  dan menjadi inang bagi kelanjutan populasi serangga. Selain itu penggunaan varietas yang digunakan menjadi padi ratun harus memiliki ketahanan terhadap serangga untuk menekan penggunaan insektisida. Faktor-faktor yang menentukan keberhasilan padi salibu perlu dikaji, termasuk tentang pengendalian hama/penyakit yang sesuai atau dianjurkan.Penelitian ini bertujuan untuk memantau perkembangan populasi hama dan penyakit utama padi pada pertanaman padi ratun sistem salibu. Penelitian di lakukan di lapangan, Perlakuan adalah 1) pengendalian dengan interval 5 hari; 2)  pengendalian interval 10 hari; 3)  pengendalian berdasarkan ambang ekonomi dengan insektisida berbahan aktif bpmc, sipermetrin, sihalotrin, buprofezin untuk wereng cokelat, klorantiniprol, dimehipo, karbofuran, abamektin untuk penggerek. dan 4) pengendalian berdasarkan ambang ekonomi dengan insektisida berbahan aktif pymetrozin dan dinotefuran untuk wereng cokelat, dan spinoteram untuk penggerek.

Hasil penelitian menunjukkan hama utama yang terdapat pada pertanaman salibu adalah penggerek batang padi kuning, wereng cokelat dan tikus. Hama pada pertanaman salibu antara lain penggerek padi kuning, wereng coklat, wereng punggung putih, dan kepinding tanah. Wereng coklat mendominasi hampir pada semua pertanaman salibu. Jenis varietas berpengaruh terhadap populasi hama. Interval aplikasi insektisida berpengaruh terhadap populasi hama dan populasi predator terutama untuk interval aplikasi insektisida 5 hari. Penyakit tanaman padi yang ditemukan di lahan sawah irigasi pada ratun sistem salibu yaitu busuk batang Helmithosporium sigmoideum, hawar pelepah Rhizoctonia solani, bercak daun Cercospora oryzae, hawar daun bakteri (HDB) Xanthomonas oryzae pv. oryzae, dan Bacterial Leaf Streak (BLS). Hasil pengamatan mulai dari tanaman utama hingga pertanaman salibu ketiga menunjukkan varietas berpengaruh nyata terhadap keparahan beberapa penyakit padi, sedangkan interval aplikasi pestisida tidak berpengaruh nyata terhadap keparahan semua penyakit padi. Tidak terjadi interaksi antara varietas dengan aplikasi pestisida terhadap keparahan penyakit padi. Penyakit yang dominan menyerang tanaman utama pada fase vegetatif yaitu busuk batang dan BLS, sedangkan pada fase generatif adalah busuk batang, bercak daun Cercospora (BDC), HDB, dan BLS. Penyakit yang dominan menyerang tanaman salibu pertama pada fase vegetatif yaitu ragged stunt dan busuk batang, sedangkan pada fase generatif sama dengan penyakit yang menyerang tanaman utama pada fase generatif. Penyakit yang dominan menyerang tanaman salibu kedua pada fase vegetatif yaitu ragged stunt, sedangkan penyakit yang paling banyak ditemukan pada fase generatif yaitu hawar pelepah. Penyakit yang dominan menyerang tanaman salibu ketiga pada fase vegetatif dan generatif yaitu grassy stunt.

Archive

Panduan Teknis

Teknik Ubinan
Daftar Periksa Budidaya Padi Sawah Lahan Irigasi (Indonesia Rice Check)
Jajar Legowo Super
Panduan Teknologi Budidaya Padi Tanam Benih Langsung (TABELA)

Buku

Deskripsi Varietas 2017
Laporan Tahunan 2015
Prosiding Padi 2016 Buku 2
Prosiding Padi 2016 Buku 1

Booklet, Leaflet, Poster

Seminar Nasional dan Gelar Teknologi Varietas Unggul Padi Terbaru
Varietas Padi Green Super Rice (GSR): Inpari 43 Agritan GSR
Varietas Padi Green Super Rice (GSR): Inpari 42 Agritan GSR
Sistem Bubu Perangkap Tikus TBS dan LTBS 2015

Jajak Pendapat

Dari 6 konten website BBPADI berikut ini, apa yang menjadi konten favorit anda?

Berita - 37.4%
Galeri Foto - 22%
Galeri Video - 12.1%
Kliping Padi - 13.2%
Publikasi - 4.4%
Tahukah Anda - 11%
The voting for this poll has ended on: 01 Des 2017 - 00:00

Infografis

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Pengendalian Virus Kerdil
Fakta Tentang Wereng: Wereng Batang Coklat
Padi adalah Kehidupan
Segengam Malai Padi akan ku bawa dan tanam di tanah Papua
PENAS XV 2017 Aceh "Padi tumbuh subur dilahan suboptimal"

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Sosial Media

Statistik Website

Hari ini651
Hari kemarin2229
Minggu ini2880
Bulan ini19505
Jumlah Pengunjung1067852
Online sekarang
37

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

PERKEMBANGAN HAMA DAN PENYAKIT UTAMA PADA PADI RATUN

Tingginya kebutuhan akan peningkatan intensitas panen, yaitu salah satunya dengan meningkatkan IP (indeks panen) melalui budidaya padi ratun, diharapkan dengan satu kali tanam dapat dipanen lebih dari satu kali. Budidaya padi salibu yang merupakan pengembangan dan perbaikan dari sistem ratun dapat memacu peningkatan produksi padi. Di lain pihak, pertanaman padi ratun merupakan media yang cocok bagi perkembangan populasi serangga (penggerek, wereng) selama off season  dan menjadi inang bagi kelanjutan populasi serangga. Selain itu penggunaan varietas yang digunakan menjadi padi ratun harus memiliki ketahanan terhadap serangga untuk menekan penggunaan insektisida. Faktor-faktor yang menentukan keberhasilan padi salibu perlu dikaji, termasuk tentang pengendalian hama/penyakit yang sesuai atau dianjurkan.Penelitian ini bertujuan untuk memantau perkembangan populasi hama dan penyakit utama padi pada pertanaman padi ratun sistem salibu. Penelitian di lakukan di lapangan, Perlakuan adalah 1) pengendalian dengan interval 5 hari; 2)  pengendalian interval 10 hari; 3)  pengendalian berdasarkan ambang ekonomi dengan insektisida berbahan aktif bpmc, sipermetrin, sihalotrin, buprofezin untuk wereng cokelat, klorantiniprol, dimehipo, karbofuran, abamektin untuk penggerek. dan 4) pengendalian berdasarkan ambang ekonomi dengan insektisida berbahan aktif pymetrozin dan dinotefuran untuk wereng cokelat, dan spinoteram untuk penggerek.

Hasil penelitian menunjukkan hama utama yang terdapat pada pertanaman salibu adalah penggerek batang padi kuning, wereng cokelat dan tikus. Hama pada pertanaman salibu antara lain penggerek padi kuning, wereng coklat, wereng punggung putih, dan kepinding tanah. Wereng coklat mendominasi hampir pada semua pertanaman salibu. Jenis varietas berpengaruh terhadap populasi hama. Interval aplikasi insektisida berpengaruh terhadap populasi hama dan populasi predator terutama untuk interval aplikasi insektisida 5 hari. Penyakit tanaman padi yang ditemukan di lahan sawah irigasi pada ratun sistem salibu yaitu busuk batang Helmithosporium sigmoideum, hawar pelepah Rhizoctonia solani, bercak daun Cercospora oryzae, hawar daun bakteri (HDB) Xanthomonas oryzae pv. oryzae, dan Bacterial Leaf Streak (BLS). Hasil pengamatan mulai dari tanaman utama hingga pertanaman salibu ketiga menunjukkan varietas berpengaruh nyata terhadap keparahan beberapa penyakit padi, sedangkan interval aplikasi pestisida tidak berpengaruh nyata terhadap keparahan semua penyakit padi. Tidak terjadi interaksi antara varietas dengan aplikasi pestisida terhadap keparahan penyakit padi. Penyakit yang dominan menyerang tanaman utama pada fase vegetatif yaitu busuk batang dan BLS, sedangkan pada fase generatif adalah busuk batang, bercak daun Cercospora (BDC), HDB, dan BLS. Penyakit yang dominan menyerang tanaman salibu pertama pada fase vegetatif yaitu ragged stunt dan busuk batang, sedangkan pada fase generatif sama dengan penyakit yang menyerang tanaman utama pada fase generatif. Penyakit yang dominan menyerang tanaman salibu kedua pada fase vegetatif yaitu ragged stunt, sedangkan penyakit yang paling banyak ditemukan pada fase generatif yaitu hawar pelepah. Penyakit yang dominan menyerang tanaman salibu ketiga pada fase vegetatif dan generatif yaitu grassy stunt.

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi