Deteriorasi Benih Tidak Dapat Dihentikan Tetapi Dapat Dihambat

Menurut Copeland dan Mc. Donald, 2001 penyimpanan benih bertujuan untuk menjaga persediaan benih dengan mutu (genetik, fisik, dan fisiologis) yang tinggi sepanjang mungkin dari satu musim ke musim berikutnya. Selama proses penyimpanan tersebut, benih akan mengalami deteriorasi yang menyebabkan penurunan mutu benih. Deteriorasi merupakan proses kehidupan menuju kemunduran bahkan kematian yang bersifat irresible, dan dapat diketahui secara fisiologis yaitu penurunan daya kecambah dan vigor. Proses deteriorasi benih tidak dapat dihentikan tetapi dapat dihambat. Kemunduran benih dipengaruhi oleh dua peristiwa, yaitu a. sifat genetik benih, meskipun benih ditangani dengan baik dan faktor lingkungannya pun mendukung; b. sifat fisiologis benih, proses tersebut terjadi karena faktor lingkungan yang tidak sesuai untuk penyimpanan benih atau penyimpangan dalam pembentukan dan prosesing benih.

Kecepatan deteriorasi benih dipengaruhi oleh beberapa faktor penting diantaranya adalah suhu dan kadar air. Harrington (1972) mengungkapkan hubungan suhu dan kadar air benih, bahwa setiap penurunan suhu sebesar 50C dan setiap penurunan kadar air 1% maka masa hidup benih diperpanjang dua kalinya. Sehingga akan menghambat terjadinya kemunduran benih.

Sejak tahun 2005 UPBS (Unit Pengelola Benih Padi), BB Padi Sukamandi sebagai unit yang bertanggung jawab dalam kegiatan produksi benih sumber telah memelihara dan menyimpan benih padi dalam ruang terkendali (cooled storage pada suhu 16±20C dan kelembaban relative 45-50%). Jumlah varietas yang telah tersimpan lebih dari 200 varietas dari lokasi dan musim tanam yang berbeda. Benih yang simpan menggunakan plastik tebal ukuran 0.08 mm yang dikelim rapat.

Berdasarkan Standar Nasional Indonesia, SNI-01-6233.4-2000 tentang Standar Benih Padi kelas benih Penjenis (BS) menyebutkan bahwa masa kadaluarsa benih padi paling lama 6 bulan, setelah tanggal selesai analisa mutu di laboratorium. Dan paling lama 3 bulan, apabila benih tersebut masih memenuhi standar setelah berakhirnya masa kadaluarsa. Sehingga masa kadaluarsa benih padi paling lama menurut SNI adalah selama 9 bulan yang meliputi 6 bulan setelah uji awal dan 3 bulan uji ulang. Namun pada realitasnya benih kelas penjenis yang telah disimpan lebih dari satu tahun di cooled storage, UPBS BB Padi sebagian besar benihnya masih memenuhi standar spesifikasi persyaratan laboratorium. Menurut Permentan No. 39/OT.140/8/2006 dan SNI 01-6233.4-2000 yaitu Kadar Air maksimum 13%, Benih Murni 99,8% dan Daya Berkecambah 80%.Oleh karena itu, dilakukan penelitian terhadap viabilitas benih 19 varietas padi yang telah disimpan selama dua tahun di cooled storage.

Archive

Panduan Teknis

Teknik Ubinan
Daftar Periksa Budidaya Padi Sawah Lahan Irigasi (Indonesia Rice Check)
Jajar Legowo Super
Panduan Teknologi Budidaya Padi Tanam Benih Langsung (TABELA)

Buku

Deskripsi Varietas 2017
Laporan Tahunan 2015
Prosiding Padi 2016 Buku 2
Prosiding Padi 2016 Buku 1

Booklet, Leaflet, Poster

Seminar Nasional dan Gelar Teknologi Varietas Unggul Padi Terbaru
Varietas Padi Green Super Rice (GSR): Inpari 43 Agritan GSR
Varietas Padi Green Super Rice (GSR): Inpari 42 Agritan GSR
Sistem Bubu Perangkap Tikus TBS dan LTBS 2015

Jajak Pendapat

Dari 6 konten website BBPADI berikut ini, apa yang menjadi konten favorit anda?

Berita - 37.4%
Galeri Foto - 22%
Galeri Video - 12.1%
Kliping Padi - 13.2%
Publikasi - 4.4%
Tahukah Anda - 11%
The voting for this poll has ended on: 01 Des 2017 - 00:00

Infografis

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Pengendalian Virus Kerdil
Fakta Tentang Wereng: Wereng Batang Coklat
Padi adalah Kehidupan
Segengam Malai Padi akan ku bawa dan tanam di tanah Papua
PENAS XV 2017 Aceh "Padi tumbuh subur dilahan suboptimal"

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Sosial Media

Statistik Website

Hari ini636
Hari kemarin2229
Minggu ini2865
Bulan ini19490
Jumlah Pengunjung1067837
Online sekarang
34

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Deteriorasi Benih Tidak Dapat Dihentikan Tetapi Dapat Dihambat

Menurut Copeland dan Mc. Donald, 2001 penyimpanan benih bertujuan untuk menjaga persediaan benih dengan mutu (genetik, fisik, dan fisiologis) yang tinggi sepanjang mungkin dari satu musim ke musim berikutnya. Selama proses penyimpanan tersebut, benih akan mengalami deteriorasi yang menyebabkan penurunan mutu benih. Deteriorasi merupakan proses kehidupan menuju kemunduran bahkan kematian yang bersifat irresible, dan dapat diketahui secara fisiologis yaitu penurunan daya kecambah dan vigor. Proses deteriorasi benih tidak dapat dihentikan tetapi dapat dihambat. Kemunduran benih dipengaruhi oleh dua peristiwa, yaitu a. sifat genetik benih, meskipun benih ditangani dengan baik dan faktor lingkungannya pun mendukung; b. sifat fisiologis benih, proses tersebut terjadi karena faktor lingkungan yang tidak sesuai untuk penyimpanan benih atau penyimpangan dalam pembentukan dan prosesing benih.

Kecepatan deteriorasi benih dipengaruhi oleh beberapa faktor penting diantaranya adalah suhu dan kadar air. Harrington (1972) mengungkapkan hubungan suhu dan kadar air benih, bahwa setiap penurunan suhu sebesar 50C dan setiap penurunan kadar air 1% maka masa hidup benih diperpanjang dua kalinya. Sehingga akan menghambat terjadinya kemunduran benih.

Sejak tahun 2005 UPBS (Unit Pengelola Benih Padi), BB Padi Sukamandi sebagai unit yang bertanggung jawab dalam kegiatan produksi benih sumber telah memelihara dan menyimpan benih padi dalam ruang terkendali (cooled storage pada suhu 16±20C dan kelembaban relative 45-50%). Jumlah varietas yang telah tersimpan lebih dari 200 varietas dari lokasi dan musim tanam yang berbeda. Benih yang simpan menggunakan plastik tebal ukuran 0.08 mm yang dikelim rapat.

Berdasarkan Standar Nasional Indonesia, SNI-01-6233.4-2000 tentang Standar Benih Padi kelas benih Penjenis (BS) menyebutkan bahwa masa kadaluarsa benih padi paling lama 6 bulan, setelah tanggal selesai analisa mutu di laboratorium. Dan paling lama 3 bulan, apabila benih tersebut masih memenuhi standar setelah berakhirnya masa kadaluarsa. Sehingga masa kadaluarsa benih padi paling lama menurut SNI adalah selama 9 bulan yang meliputi 6 bulan setelah uji awal dan 3 bulan uji ulang. Namun pada realitasnya benih kelas penjenis yang telah disimpan lebih dari satu tahun di cooled storage, UPBS BB Padi sebagian besar benihnya masih memenuhi standar spesifikasi persyaratan laboratorium. Menurut Permentan No. 39/OT.140/8/2006 dan SNI 01-6233.4-2000 yaitu Kadar Air maksimum 13%, Benih Murni 99,8% dan Daya Berkecambah 80%.Oleh karena itu, dilakukan penelitian terhadap viabilitas benih 19 varietas padi yang telah disimpan selama dua tahun di cooled storage.

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi