Atabela Jarwo Dengan Penggerak Traktor Roda Dua

Perubahan iklim yang dinamis akhir-akhir ini berdampak pada berkurangnya curah hujan sehingga perlu diperhatikan waktu penanaman sesuai jadwal tanam. Penanaman padi pada umumnya masih menggunakan cara tanam pindah dengan tangan.

Untuk mengantisipasi perubahan iklim tersebut maka tidak bisa mengandalkan tenaga manusia, yang sekarang ini cenderung berkurang. Salah satu teknologi yang dapat diterapkan adalah menggunakan cara tanam benih langsung yaitu Alat Tanam Benih Langsung (Atabela) dengan cara penanaman menggunakan sistem Jajar Legowo (Jarwo), dengan penggerak Traktor Roda 2, pada lahan kering.

Alat ini merupakan hasil  modifikasi alat tanam yang sudah ada, dengan mengoptimalakan pemanfaatan/ keberadaan Traktor Roda 2 yang banyak terdapat di lapangan/ dimiliki petani.

Atabela Jarwo hasil penelitian dan perekayasaan Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian (BBP Mektan) ini memiliki beberapa keunggulan yakni mampu mengatasi permukaan lahan yang tidak rata, dengan penutup alur tanam maka benih terhindar dari serangan burung sesaat setelah tanam, menghasilkan baris tanam yang teratur sehingga memudahkan penyiangan tanaman, serta dapat menghemat biaya tanam. Pola tanamnya jarak antar baris 20 cm dan jarak antar baris legowo 40 cm.

Efisiensi kerja alat ini sangat tinggi mencapai 70% dan konsumsi benih yang digunakan  30-45 kg/ha, kapasitas kerja 3,31 – 4 jam/ha, dengan bobot 52 kg. Adapun syarat lahan untuk tanam adalah lahan harus terolah sempurna, kedalaman hardplan < 20 cm, serta bersih dari seresah.

Di Indonesia telah dikenal dengan berbagai cara penanaman padi meliputi cara tanam benih langsung yang cenderung diaplikasikan untuk lahan kering dan cara tanam pindah yang cenderung dilakukan pada lahan basah.

Kegiatan tanam pindah ini  dimulai dengan menyemai bibit dan selanjutnya baru ditanam di lahan dengan menggunakan tenaga manual (manusia) ataupun dengan menggunakan alat tanam. Kedua cara tanam tersebut masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan, sehingga harus disesuikan dengan kondisi lahan dan lingkungan sekitar.

Kehadiran teknologi ini dapat menjadi alternatif cara dan waktu tanam padi lebih cepat dan tepat waktu. Teknologi ini prospektif dikembangkan oleh agro-industri, meliputi perusahaan alsin maupun bengkel alsintan di daerah. 

Informasi lebih lanjut : Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian

Sumber : Badan Litbang Pertanian

Archive

Panduan Teknis

Teknik Ubinan
Daftar Periksa Budidaya Padi Sawah Lahan Irigasi (Indonesia Rice Check)
Jajar Legowo Super
Panduan Teknologi Budidaya Padi Tanam Benih Langsung (TABELA)

Buku

Deskripsi Varietas 2017
Laporan Tahunan 2015
Prosiding Padi 2016 Buku 2
Prosiding Padi 2016 Buku 1

Booklet, Leaflet, Poster

Seminar Nasional dan Gelar Teknologi Varietas Unggul Padi Terbaru
Varietas Padi Green Super Rice (GSR): Inpari 43 Agritan GSR
Varietas Padi Green Super Rice (GSR): Inpari 42 Agritan GSR
Sistem Bubu Perangkap Tikus TBS dan LTBS 2015

Jajak Pendapat

Dari 6 konten website BBPADI berikut ini, apa yang menjadi konten favorit anda?

Berita - 37.4%
Galeri Foto - 22%
Galeri Video - 12.1%
Kliping Padi - 13.2%
Publikasi - 4.4%
Tahukah Anda - 11%
The voting for this poll has ended on: 01 Des 2017 - 00:00

Infografis

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Pengendalian Virus Kerdil
Fakta Tentang Wereng: Wereng Batang Coklat
Padi adalah Kehidupan
Segengam Malai Padi akan ku bawa dan tanam di tanah Papua
PENAS XV 2017 Aceh &quot;Padi tumbuh subur dilahan suboptimal&quot;

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Sosial Media

Statistik Website

Hari ini629
Hari kemarin2229
Minggu ini2858
Bulan ini19483
Jumlah Pengunjung1067830
Online sekarang
34

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Atabela Jarwo Dengan Penggerak Traktor Roda Dua

Perubahan iklim yang dinamis akhir-akhir ini berdampak pada berkurangnya curah hujan sehingga perlu diperhatikan waktu penanaman sesuai jadwal tanam. Penanaman padi pada umumnya masih menggunakan cara tanam pindah dengan tangan.

Untuk mengantisipasi perubahan iklim tersebut maka tidak bisa mengandalkan tenaga manusia, yang sekarang ini cenderung berkurang. Salah satu teknologi yang dapat diterapkan adalah menggunakan cara tanam benih langsung yaitu Alat Tanam Benih Langsung (Atabela) dengan cara penanaman menggunakan sistem Jajar Legowo (Jarwo), dengan penggerak Traktor Roda 2, pada lahan kering.

Alat ini merupakan hasil  modifikasi alat tanam yang sudah ada, dengan mengoptimalakan pemanfaatan/ keberadaan Traktor Roda 2 yang banyak terdapat di lapangan/ dimiliki petani.

Atabela Jarwo hasil penelitian dan perekayasaan Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian (BBP Mektan) ini memiliki beberapa keunggulan yakni mampu mengatasi permukaan lahan yang tidak rata, dengan penutup alur tanam maka benih terhindar dari serangan burung sesaat setelah tanam, menghasilkan baris tanam yang teratur sehingga memudahkan penyiangan tanaman, serta dapat menghemat biaya tanam. Pola tanamnya jarak antar baris 20 cm dan jarak antar baris legowo 40 cm.

Efisiensi kerja alat ini sangat tinggi mencapai 70% dan konsumsi benih yang digunakan  30-45 kg/ha, kapasitas kerja 3,31 – 4 jam/ha, dengan bobot 52 kg. Adapun syarat lahan untuk tanam adalah lahan harus terolah sempurna, kedalaman hardplan < 20 cm, serta bersih dari seresah.

Di Indonesia telah dikenal dengan berbagai cara penanaman padi meliputi cara tanam benih langsung yang cenderung diaplikasikan untuk lahan kering dan cara tanam pindah yang cenderung dilakukan pada lahan basah.

Kegiatan tanam pindah ini  dimulai dengan menyemai bibit dan selanjutnya baru ditanam di lahan dengan menggunakan tenaga manual (manusia) ataupun dengan menggunakan alat tanam. Kedua cara tanam tersebut masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan, sehingga harus disesuikan dengan kondisi lahan dan lingkungan sekitar.

Kehadiran teknologi ini dapat menjadi alternatif cara dan waktu tanam padi lebih cepat dan tepat waktu. Teknologi ini prospektif dikembangkan oleh agro-industri, meliputi perusahaan alsin maupun bengkel alsintan di daerah. 

Informasi lebih lanjut : Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian

Sumber : Badan Litbang Pertanian

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi