Curah Hujan Tinggi Waspada Ledakan Serangan Wereng Coklat

Kendala yang paling besar dalam peningkatan produksi adalah wereng coklat.  Ditinjau dari luas sebarannya dalam merusak tanaman padi, wereng coklat merupakan hama global (The very importance pest global = VIPG), yang   bukan Indonesia saja yang mendapat kendala, tetapi juga telah banyak menyerang pertanaman padi di China, Vietnam, Thailand, India, Pakistan, Malaysia, Filipina, Jepang, bahkan Korea.

Penyebab ledakan dipicu oleh adanya perubahan iklim global yang berpengaruh terhadap sikap hama terhadap tanaman padi. La Nina dengan curah hujan yang tinggi di musim kemarau menimbulkan kelembaban yang tinggi mengaktifkan sifat biological clock wereng coklat untuk berkembang menghasilkan populasi yang tinggi. Tanam tidak serempak merupakan pemicu kedua ledakan wereng coklat, hal ini disebabkan  petani bertanamam padi saling mendahului karena air selalu mengalir dan harga menjanjikan. Penggunaan insektisida yang tidak akurat oleh lebih 90% petani  menjadi kendala tidak turunnya populasi wereng coklat, bahkan ditambah lagi dengan  71% dari jumlah petani tersebut masih menggunakan insektisida bukan anjuran.  Melemahnya disiplin monitoring serta meremehkan keberadaan hama wereng coklat menambah kerusakan tanaman padi.  Munculnya penyakit virus ragged stunt (penyakit virus kerdil hampa = VKH), bersama penyakit virus grassy stunt tipe 2 (penyakit kerdil rumput = VKR tipe 2) yang disebarkan wereng coklat memperparah kerusakan tanaman padi di lapangan.  Pada saat ini baik petugas maupun petani terlena, hal ini disebabkan pada saat serangan awal dan pertanamannya masih vegetative gejala penyakit tidak kelihatan, tanaman padi tumbuh normal dan hijau.   Pada saat vegetatif serangan VKH menyebabkan daun rombeng, tercabik, koyak, atau bergerigi, terkadang   berwarna putih.  tumbuh kedil dengan tinggi 23.8-66.9% tertekan, keluar malai diperpanjang sampai 10 hari. Saat keluar malai tidak normal  (tidak keluar penuh), daun bendera terjadi distorsi. Saat pematangan buah tidak mengisi  dan menjadi hampa.

Usaha yang dilakukan untuk mengendalikan wereng coklat adalah dengan perakitan varietas tahan, rekayasa ekologi dan reagroekosistem, serta pelaksanaan PHT biointensif pada percepatan perluasan Pengelolaa Tanaman Terpadu.

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan)  sejak tahun 1980 bekerja terus untuk mendapatkan varietas padi tahan wereng,  setelah pertanaman padi Pelita I/1 hancur terserang wereng coklat biotipe 1.  Varietas tahan wereng coklat biotipe 2 dan 3 telah dilepas oleh IRRI dan Balitbangtan  setelah melalui  seleksi ketahanan terhadap wereng coklat di rumah kassa. Varietas unggul baru padi sawah irigasi tahan wereng coklat yang telah dirakit di Balitbangtan  diantaranya adalah Cisadane, Ciherang, Inpari 1, Inpari 6 Jete, Inpari 13, Inpari 18, Inpari 19, Inpari 23 Bantul, Inpari 31, Inpari 33.

Archive

Panduan Teknis

Jajar Legowo Super
Panduan Teknologi Budidaya Padi Tanam Benih Langsung (TABELA)
Panduan Teknologi Budidaya Padi SRI
Panduan Teknologi Budidaya Padi SALIBU

Buku

Deskripsi Varietas 2017
Laporan Tahunan 2015
Prosiding Padi 2016 Buku 2
Prosiding Padi 2016 Buku 1

Booklet, Leaflet, Poster

Sistem Bubu Perangkap Tikus TBS dan LTBS 2015
Pengendalian Hama Tikus Terpadu (PHTT) 2015
Poster Inpari 13
Poster Inpari 10

Jajak Pendapat

Dari 6 konten website BBPADI berikut ini, apa yang menjadi konten favorit anda?

Infografis

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Fakta Tentang Wereng: Wereng Batang Coklat
Padi adalah Kehidupan
Segengam Malai Padi akan ku bawa dan tanam di tanah Papua
PENAS XV 2017 Aceh "Padi tumbuh subur dilahan suboptimal"
Malai dan Bulir akan membentuk pola makan dan budaya seluruh umat manusia

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Sosial Media

Statistik Website

Hari ini77
Hari kemarin1058
Minggu ini7359
Bulan ini26960
Jumlah Pengunjung850858
Online sekarang
22

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Curah Hujan Tinggi Waspada Ledakan Serangan Wereng Coklat

Kendala yang paling besar dalam peningkatan produksi adalah wereng coklat.  Ditinjau dari luas sebarannya dalam merusak tanaman padi, wereng coklat merupakan hama global (The very importance pest global = VIPG), yang   bukan Indonesia saja yang mendapat kendala, tetapi juga telah banyak menyerang pertanaman padi di China, Vietnam, Thailand, India, Pakistan, Malaysia, Filipina, Jepang, bahkan Korea.

Penyebab ledakan dipicu oleh adanya perubahan iklim global yang berpengaruh terhadap sikap hama terhadap tanaman padi. La Nina dengan curah hujan yang tinggi di musim kemarau menimbulkan kelembaban yang tinggi mengaktifkan sifat biological clock wereng coklat untuk berkembang menghasilkan populasi yang tinggi. Tanam tidak serempak merupakan pemicu kedua ledakan wereng coklat, hal ini disebabkan  petani bertanamam padi saling mendahului karena air selalu mengalir dan harga menjanjikan. Penggunaan insektisida yang tidak akurat oleh lebih 90% petani  menjadi kendala tidak turunnya populasi wereng coklat, bahkan ditambah lagi dengan  71% dari jumlah petani tersebut masih menggunakan insektisida bukan anjuran.  Melemahnya disiplin monitoring serta meremehkan keberadaan hama wereng coklat menambah kerusakan tanaman padi.  Munculnya penyakit virus ragged stunt (penyakit virus kerdil hampa = VKH), bersama penyakit virus grassy stunt tipe 2 (penyakit kerdil rumput = VKR tipe 2) yang disebarkan wereng coklat memperparah kerusakan tanaman padi di lapangan.  Pada saat ini baik petugas maupun petani terlena, hal ini disebabkan pada saat serangan awal dan pertanamannya masih vegetative gejala penyakit tidak kelihatan, tanaman padi tumbuh normal dan hijau.   Pada saat vegetatif serangan VKH menyebabkan daun rombeng, tercabik, koyak, atau bergerigi, terkadang   berwarna putih.  tumbuh kedil dengan tinggi 23.8-66.9% tertekan, keluar malai diperpanjang sampai 10 hari. Saat keluar malai tidak normal  (tidak keluar penuh), daun bendera terjadi distorsi. Saat pematangan buah tidak mengisi  dan menjadi hampa.

Usaha yang dilakukan untuk mengendalikan wereng coklat adalah dengan perakitan varietas tahan, rekayasa ekologi dan reagroekosistem, serta pelaksanaan PHT biointensif pada percepatan perluasan Pengelolaa Tanaman Terpadu.

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan)  sejak tahun 1980 bekerja terus untuk mendapatkan varietas padi tahan wereng,  setelah pertanaman padi Pelita I/1 hancur terserang wereng coklat biotipe 1.  Varietas tahan wereng coklat biotipe 2 dan 3 telah dilepas oleh IRRI dan Balitbangtan  setelah melalui  seleksi ketahanan terhadap wereng coklat di rumah kassa. Varietas unggul baru padi sawah irigasi tahan wereng coklat yang telah dirakit di Balitbangtan  diantaranya adalah Cisadane, Ciherang, Inpari 1, Inpari 6 Jete, Inpari 13, Inpari 18, Inpari 19, Inpari 23 Bantul, Inpari 31, Inpari 33.

Berita Terbaru

Pemerintah Berhak Tertibkan Harga Beras

Berita Utama | 11-08-2017 | Hits:179

Pemerintah Berhak Tertibkan Harga Beras

Pemahaman Penyakit Padi yang Disebabkan oleh Virus

Info Teknologi | 01-08-2017 | Hits:1044

Pemahaman Penyakit Padi yang Disebabkan oleh Virus

Kenali Karakter Beras Premium dan Medium

Info Aktual | 31-07-2017 | Hits:471

Kenali Karakter Beras Premium dan Medium

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi