Falsafah Tanam Padi Serentak

Secara teori mudah mengendalikan hama dan penyakit pada tanaman padi serentak karena semua teknologi sudah tersedia, tapi kenyataannya sangat sulit mengendalikannya apalagi WBC yang terus mengancam target peningkatan produksi padi.  Apa ada yang salah,  tentu dan pasti ada yang salah, yaitu ketidak disiplinan para petani dan kurangnya perhatian petugas lapangan  terhadap kondisi di lapangan, tidak dapat menertibkan para petani yang saling berlomba dan mendahului bertanam padi  bagaikan lari maraton yaitu siapa cepat dapat hadiahnya. Petani dan petugas perlu memahami bahwalari maraton yang untung hanya perorangan. Kita harus ingat berada dalam satu negara yang mengapresiasi orang banyak, dari kelompok tani, gabungan kelompok tani sampai masyarakat petani.  Banyak yang dilupakan bahwa tanam padi serentak sebagai bagian dari karakter bangsa yang berhati nurani dan berazas kerja gotong royong.

Dalam Good Agriculture Practice (GAP) semua produk pertanian harus dapat ditelusuri sampai ke lahan petani dimana produk itu dihasilkan.  Catatan harian usahatani (farm record keeping) ditempatkan pada pasal paling awal yaitu petani harus menyimpan dan menjaga catatan yang ada untuk membuktikan bahwa semua aktifitas produk telah sesuai dengan standar, hal ini untuk membantu menelusuri riwayat produk dari lahan produsen ke konsumen (EUREP, 2001). Catatan ini memuat lokasi lahan, jenis tanah, varietas yang ditanam, cara pemuliaannya (konvensional, hibrida, PTB, hasil tenaga atom, atau hasil rekayasa genetik-transgenik). Demikian juga perlu catatan pupuk yang dipakai, kapan, dan takarannya, serta bahan kimia yang dipakai, waktu aplikasi untuk hama atau penyakit apa saja, hingga waktu panen dan pengemasan sampai transportasi. Catatan itu menjadi sangat penting untuk penelusuran bila produk itu dibutuhkan konsumen karena kualitasnya atau sebaliknya produk tersebut mengganggu kesehatan konsumen, sehingga konsumen dapat mengklaim produsennya.

Archive

Panduan Teknis

Jajar Legowo Super
Panduan Teknologi Budidaya Padi Tanam Benih Langsung (TABELA)
Panduan Teknologi Budidaya Padi SRI
Panduan Teknologi Budidaya Padi SALIBU

Buku

Deskripsi Varietas 2017
Laporan Tahunan 2015
Prosiding Padi 2016 Buku 2
Prosiding Padi 2016 Buku 1

Booklet, Leaflet, Poster

Seminar Nasional dan Gelar Teknologi Varietas Unggul Padi Terbaru
Varietas Padi Green Super Rice (GSR): Inpari 43 Agritan GSR
Varietas Padi Green Super Rice (GSR): Inpari 42 Agritan GSR
Sistem Bubu Perangkap Tikus TBS dan LTBS 2015

Jajak Pendapat

Dari 6 konten website BBPADI berikut ini, apa yang menjadi konten favorit anda?

Infografis

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Pengendalian Virus Kerdil
Fakta Tentang Wereng: Wereng Batang Coklat
Padi adalah Kehidupan
Segengam Malai Padi akan ku bawa dan tanam di tanah Papua
PENAS XV 2017 Aceh "Padi tumbuh subur dilahan suboptimal"

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Sosial Media

Statistik Website

Hari ini2467
Hari kemarin1841
Minggu ini2467
Bulan ini50647
Jumlah Pengunjung968640
Online sekarang
23

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Falsafah Tanam Padi Serentak

Secara teori mudah mengendalikan hama dan penyakit pada tanaman padi serentak karena semua teknologi sudah tersedia, tapi kenyataannya sangat sulit mengendalikannya apalagi WBC yang terus mengancam target peningkatan produksi padi.  Apa ada yang salah,  tentu dan pasti ada yang salah, yaitu ketidak disiplinan para petani dan kurangnya perhatian petugas lapangan  terhadap kondisi di lapangan, tidak dapat menertibkan para petani yang saling berlomba dan mendahului bertanam padi  bagaikan lari maraton yaitu siapa cepat dapat hadiahnya. Petani dan petugas perlu memahami bahwalari maraton yang untung hanya perorangan. Kita harus ingat berada dalam satu negara yang mengapresiasi orang banyak, dari kelompok tani, gabungan kelompok tani sampai masyarakat petani.  Banyak yang dilupakan bahwa tanam padi serentak sebagai bagian dari karakter bangsa yang berhati nurani dan berazas kerja gotong royong.

Dalam Good Agriculture Practice (GAP) semua produk pertanian harus dapat ditelusuri sampai ke lahan petani dimana produk itu dihasilkan.  Catatan harian usahatani (farm record keeping) ditempatkan pada pasal paling awal yaitu petani harus menyimpan dan menjaga catatan yang ada untuk membuktikan bahwa semua aktifitas produk telah sesuai dengan standar, hal ini untuk membantu menelusuri riwayat produk dari lahan produsen ke konsumen (EUREP, 2001). Catatan ini memuat lokasi lahan, jenis tanah, varietas yang ditanam, cara pemuliaannya (konvensional, hibrida, PTB, hasil tenaga atom, atau hasil rekayasa genetik-transgenik). Demikian juga perlu catatan pupuk yang dipakai, kapan, dan takarannya, serta bahan kimia yang dipakai, waktu aplikasi untuk hama atau penyakit apa saja, hingga waktu panen dan pengemasan sampai transportasi. Catatan itu menjadi sangat penting untuk penelusuran bila produk itu dibutuhkan konsumen karena kualitasnya atau sebaliknya produk tersebut mengganggu kesehatan konsumen, sehingga konsumen dapat mengklaim produsennya.

Galeri Video

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi