Teknologi Pengendalian Penyakit secara Biologi

Parasit/Parasitoid

Parasit adalah arthropoda yang seluruh fase pertumbuhannya dilalui pada inang. Parasit ada yang tumbuh di dalam atau di luar inang. Parasitoid adalah parasit yang hanya pada fase nimfa/larva hidup pada inangnya, sedangkan pada fase imagonya hidup di luar inang dari madu atau tepung sari (DeBach et al. 1971). Jenis parasit Trichogramma telah dikembangkan dan dapat dibiakkan secara massal pada inang alternatifnya, untuk mengendalikan penggerek batang padi.

Patogen

Patogen menginfeksi serangga (entomopathogent) sampai mati. Tiga jenis patogen serangga yaitu jamur, bakteri, dan virus. Patogen dari jenis jamur yang dapat diperbanyak untuk mengendalikan wereng coklat, wereng hijau, dan lembing batu adalah Metarhizium dan Beuveria (Widiarta dan Kusdiaman 2002, Baehaki dan Kertohardjono 2003). Patogen dari jenis virus (nuclear poly-hydrosis virus = NPV) dapat digunakan untuk mengendalikan ulat grayak (Arifin et al. 2005)

Predator

Predator mematikan serangga dengan cara memakan (mengigit – mengunyah) adalah dari jenis laba-laba, dan yang menghisap adalah dari jenis kepik. Jenis predator yang diandalkan untuk mengendalikan wereng adalah dari jenis laba-laba (Lycosa), dan kepik (Cyrtorhinus, Microvelia). Laba-laba sulit dibiakkan secara massal karena sifatnya kanibal. Predator dari jenis kepik dapat diperbanyak , sehingga dapat dilepas dengan teknik inundasi. Walaupun demikian, disarankan untuk menkonservasi bila ingin meningkatkan peran predator (Widiarta et al.2001). Predator ini dapat dikonservasi dengan rotasi padi dengan palawija, menaruh mulsa jerami pada pematang atau membersihkan pematang setelah tanaman umur 1 bulan atau secara selektif bagi gulma yang berfungsi sebagai inang alternatif saja.

Archive

Panduan Teknis

Teknik Ubinan
Daftar Periksa Budidaya Padi Sawah Lahan Irigasi (Indonesia Rice Check)
Jajar Legowo Super
Panduan Teknologi Budidaya Padi Tanam Benih Langsung (TABELA)

Buku

Deskripsi Varietas 2017
Laporan Tahunan 2015
Prosiding Padi 2016 Buku 2
Prosiding Padi 2016 Buku 1

Booklet, Leaflet, Poster

Seminar Nasional dan Gelar Teknologi Varietas Unggul Padi Terbaru
Varietas Padi Green Super Rice (GSR): Inpari 43 Agritan GSR
Varietas Padi Green Super Rice (GSR): Inpari 42 Agritan GSR
Sistem Bubu Perangkap Tikus TBS dan LTBS 2015

Jajak Pendapat

Dari 6 konten website BBPADI berikut ini, apa yang menjadi konten favorit anda?

Berita - 37.4%
Galeri Foto - 22%
Galeri Video - 12.1%
Kliping Padi - 13.2%
Publikasi - 4.4%
Tahukah Anda - 11%
The voting for this poll has ended on: 01 Des 2017 - 00:00

Infografis

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Pengendalian Virus Kerdil
Fakta Tentang Wereng: Wereng Batang Coklat
Padi adalah Kehidupan
Segengam Malai Padi akan ku bawa dan tanam di tanah Papua
PENAS XV 2017 Aceh "Padi tumbuh subur dilahan suboptimal"

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Sosial Media

Statistik Website

Hari ini437
Hari kemarin2426
Minggu ini5092
Bulan ini21717
Jumlah Pengunjung1070064
Online sekarang
45

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Teknologi Pengendalian Penyakit secara Biologi

Parasit/Parasitoid

Parasit adalah arthropoda yang seluruh fase pertumbuhannya dilalui pada inang. Parasit ada yang tumbuh di dalam atau di luar inang. Parasitoid adalah parasit yang hanya pada fase nimfa/larva hidup pada inangnya, sedangkan pada fase imagonya hidup di luar inang dari madu atau tepung sari (DeBach et al. 1971). Jenis parasit Trichogramma telah dikembangkan dan dapat dibiakkan secara massal pada inang alternatifnya, untuk mengendalikan penggerek batang padi.

Patogen

Patogen menginfeksi serangga (entomopathogent) sampai mati. Tiga jenis patogen serangga yaitu jamur, bakteri, dan virus. Patogen dari jenis jamur yang dapat diperbanyak untuk mengendalikan wereng coklat, wereng hijau, dan lembing batu adalah Metarhizium dan Beuveria (Widiarta dan Kusdiaman 2002, Baehaki dan Kertohardjono 2003). Patogen dari jenis virus (nuclear poly-hydrosis virus = NPV) dapat digunakan untuk mengendalikan ulat grayak (Arifin et al. 2005)

Predator

Predator mematikan serangga dengan cara memakan (mengigit – mengunyah) adalah dari jenis laba-laba, dan yang menghisap adalah dari jenis kepik. Jenis predator yang diandalkan untuk mengendalikan wereng adalah dari jenis laba-laba (Lycosa), dan kepik (Cyrtorhinus, Microvelia). Laba-laba sulit dibiakkan secara massal karena sifatnya kanibal. Predator dari jenis kepik dapat diperbanyak , sehingga dapat dilepas dengan teknik inundasi. Walaupun demikian, disarankan untuk menkonservasi bila ingin meningkatkan peran predator (Widiarta et al.2001). Predator ini dapat dikonservasi dengan rotasi padi dengan palawija, menaruh mulsa jerami pada pematang atau membersihkan pematang setelah tanaman umur 1 bulan atau secara selektif bagi gulma yang berfungsi sebagai inang alternatif saja.

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi