Cara Ubinan Jajar Legowo

Untuk mengetahui tingkat produktivitas tanaman antara lain dapat dilakukan dengan panen ubinan. Ubinan dibuat agar dapat mewakili hasil hamparan. Oleh sebab itu diperlukan langkah-langkah sebagai berikut :

1. Pilih pertanaman yang seragam dan dapat mewakili penampilan hamparan, baik dalam segi pertumbuhan, kepadatan tanaman, maupun kondisi terakhir yang ada di lapangan.

2. Tentukan luasan ubinan, minimal dua set jajar legowo yang berdekatan.

Luas ubinan paling sedikit dibuat 10 m2 dengan mengambil ukuran setengah jarak tanam. Jarak tanam dengan pola legowo berbeda dengan sistem tegel. Oleh karena itu ada beberapa alternatif yang dapat digunakan:

Jika menggunakan pola tanam legowo 2:1 (25x12,5x50) cm, maka alternatif plot ubinan sebagai berikut:

  • Alternatif 1. 2 set tanaman legowo sepanjang 10 m = (6 x 0,25 m) x 8 m = 12 m2 atau setara dengan 256 rumpun
  • Alternatif 2. 3 set tanaman legowo sepanjang 5 m = (9 x 0,25 m) x 5 m = 11,25 m2 atau setara dengan 240 rumpun
  • Alternatif 3. 4 set tanaman legowo sepanjang 4 m = (12 x 0,25 m) x 4 m = 12 m2 atau setara dengan 256 rumpun

Jika menggunakan pola tanam legowo 4:1 tipe 1 (25x12,5x50) cm, maka alternatif plot ubinan sebagai berikut:

  • Alternatif 1. 2 set tanaman legowo sepanjang 5 m = (10 x 0,25 m) x 5 m = 12,5 m2 atau setara dengan 320 rumpun
  • Alternatif 2. 3 set tanaman legowo sepanjang 3 m = (15 x 0,25 m) x 3 m = 11,25 m2 atau setara dengan 288 rumpun

Jika menggunakan pola tanam legowo 4:1 tipe 2 (25x12,5x50) cm, maka alternatif plot ubinan sebagai berikut:

  • Alternatif 1. 2 set tanaman legowo sepanjang 5 m = (10 x 0,25 m) x 5 m = 12,5 m2 atau setara dengan  240 rumpun
  • Alternatif 2. 3 set tanaman legowo sepanjang 3 m = (15 x 0,25 m) x 3 m = 11,25 m2 atau setara dengan 216 rumpun

3. Tandai luasan yang akan diubin menggunakan ajir.

4. Laksanakan panen pada luasan ubinan tersebut, rontokkan gabahnya, dan bersihkan dari kotoran.

5. Ulangi pelaksanaan ubinan dengan menggunakan minimal 2 atau lebih ulangan.

6. Timbang gabah dan ukur kadar air saat panen.

Konversikan hasil ubinan per ha berdasarkan ukuran luasan maupun jumlah rumpun, kemudian konversikan kembali hasil gabah yang diperoleh dalam kadar air 14% (gabah kering giling atau GKG).

 

Archive

Panduan Teknis

Jajar Legowo Super
Panduan Teknologi Budidaya Padi Tanam Benih Langsung (TABELA)
Panduan Teknologi Budidaya Padi SRI
Panduan Teknologi Budidaya Padi SALIBU

Buku

Deskripsi Varietas 2017
Laporan Tahunan 2015
Prosiding Padi 2016 Buku 2
Prosiding Padi 2016 Buku 1

Booklet, Leaflet, Poster

Seminar Nasional dan Gelar Teknologi Varietas Unggul Padi Terbaru
Varietas Padi Green Super Rice (GSR): Inpari 43 Agritan GSR
Varietas Padi Green Super Rice (GSR): Inpari 42 Agritan GSR
Sistem Bubu Perangkap Tikus TBS dan LTBS 2015

Jajak Pendapat

Dari 6 konten website BBPADI berikut ini, apa yang menjadi konten favorit anda?

Infografis

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Pengendalian Virus Kerdil
Fakta Tentang Wereng: Wereng Batang Coklat
Padi adalah Kehidupan
Segengam Malai Padi akan ku bawa dan tanam di tanah Papua
PENAS XV 2017 Aceh "Padi tumbuh subur dilahan suboptimal"

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Sosial Media

Statistik Website

Hari ini175
Hari kemarin2459
Minggu ini7596
Bulan ini40415
Jumlah Pengunjung958408
Online sekarang
21

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Cara Ubinan Jajar Legowo

Untuk mengetahui tingkat produktivitas tanaman antara lain dapat dilakukan dengan panen ubinan. Ubinan dibuat agar dapat mewakili hasil hamparan. Oleh sebab itu diperlukan langkah-langkah sebagai berikut :

1. Pilih pertanaman yang seragam dan dapat mewakili penampilan hamparan, baik dalam segi pertumbuhan, kepadatan tanaman, maupun kondisi terakhir yang ada di lapangan.

2. Tentukan luasan ubinan, minimal dua set jajar legowo yang berdekatan.

Luas ubinan paling sedikit dibuat 10 m2 dengan mengambil ukuran setengah jarak tanam. Jarak tanam dengan pola legowo berbeda dengan sistem tegel. Oleh karena itu ada beberapa alternatif yang dapat digunakan:

Jika menggunakan pola tanam legowo 2:1 (25x12,5x50) cm, maka alternatif plot ubinan sebagai berikut:

  • Alternatif 1. 2 set tanaman legowo sepanjang 10 m = (6 x 0,25 m) x 8 m = 12 m2 atau setara dengan 256 rumpun
  • Alternatif 2. 3 set tanaman legowo sepanjang 5 m = (9 x 0,25 m) x 5 m = 11,25 m2 atau setara dengan 240 rumpun
  • Alternatif 3. 4 set tanaman legowo sepanjang 4 m = (12 x 0,25 m) x 4 m = 12 m2 atau setara dengan 256 rumpun

Jika menggunakan pola tanam legowo 4:1 tipe 1 (25x12,5x50) cm, maka alternatif plot ubinan sebagai berikut:

  • Alternatif 1. 2 set tanaman legowo sepanjang 5 m = (10 x 0,25 m) x 5 m = 12,5 m2 atau setara dengan 320 rumpun
  • Alternatif 2. 3 set tanaman legowo sepanjang 3 m = (15 x 0,25 m) x 3 m = 11,25 m2 atau setara dengan 288 rumpun

Jika menggunakan pola tanam legowo 4:1 tipe 2 (25x12,5x50) cm, maka alternatif plot ubinan sebagai berikut:

  • Alternatif 1. 2 set tanaman legowo sepanjang 5 m = (10 x 0,25 m) x 5 m = 12,5 m2 atau setara dengan  240 rumpun
  • Alternatif 2. 3 set tanaman legowo sepanjang 3 m = (15 x 0,25 m) x 3 m = 11,25 m2 atau setara dengan 216 rumpun

3. Tandai luasan yang akan diubin menggunakan ajir.

4. Laksanakan panen pada luasan ubinan tersebut, rontokkan gabahnya, dan bersihkan dari kotoran.

5. Ulangi pelaksanaan ubinan dengan menggunakan minimal 2 atau lebih ulangan.

6. Timbang gabah dan ukur kadar air saat panen.

Konversikan hasil ubinan per ha berdasarkan ukuran luasan maupun jumlah rumpun, kemudian konversikan kembali hasil gabah yang diperoleh dalam kadar air 14% (gabah kering giling atau GKG).

 

Galeri Video

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi