Beras dengan Indeks Glikemik Rendah Baik untuk Tubuh

Perubahan gaya hidup masyarakat modern dipercaya telah mengakibatkan peningkatan beberapa penyakit degeneratif seperti diabetes. Diabetes adalah sekelompok penyakit yang mengakibatkan kadar gula dalam darah terlalu tinggi. Bila tidak ditangani dengan benar, penyakit ini dapat menimbukan komplikasi akut seperti penyakit kardiovaskuler atau stroke. Pada dasarnya penyakit ini tidak dapat diobati, tetapi harus ditangani dengan pola makan sehat, pengendalian porsi dan penghitungan karbohidrat yang tepat agar kadar gula darah penderita diabetes senantiasa rendah. Ketiga hal diatas sebenarnya juga perlu dilakukan oleh orang sehat pada umumnya sebagai tindakan pencegahan agar tidak terkena penyakit diabetes di kemudian hari.

Sebagai tindakan pencegahan diabetes atau merupakan salah satu penanganan pada penderita diabetas, konsumsi jenis pangan yang tidak menaikkan kadar glukosa dalam darah secara drastis sangat dianjurkan. Indek Glikemik (IG) mengklasifikasikan pangan berdasarkan potensinya untuk meningkatkan kadar gula darah : IG  rendah (≤55), IG sedang (56−69) dan IG tinggi  (≥70). Pangan dengan IG tinggi cenderung untuk meningkatkan gula darah lebih tinggi dibandingkan dengan pangan dengan IG rendah. Terdapat beberapa metode penentuan IG, tetapi pada dasarnya nilai IG berdasarkan seberapa besar suatu pangan meningkatkan kadar glukosa darah dalam sukarelawan/partisipan penelitian dibandingkan dengan seberapa besar glukosa murni meningkatkan glukosa darah mereka (kemudian dikalikan seratus). Berdasarkan definisi IG tersebut dapat diketahui bahwa IG tidak mempertimbangkan porsi pangan, proses pengolahan atau kombinasi jenis makanan yang dikonsumsi. Meskipun demikian, IG masih berguna sebagai panduan dalam memilih pangan untuk perencanaan menu makanan.

Beras merupakan salah satu pangan pokok di Indonesia. Untuk memenuhi kebutuhan beras dengan indek glikemik rendah, Balitbangtan telah melepas beberapa  varietas unggul padi seperti IR 36 (IG 45), Logawa (IG 49), Batang Lembang (IG 54), Cisokan (IG 34), Margasari (IG 39), Air Tenggulang (IG 50), Inpara 4 (IG 51), Inpari 12 (IG 53), Ciherang (IG 55), Situ Patenggang (IG 54), Inpari 1 (IG 50), Hipa 7 (IG 49), dan Inpari 13 (IG 45). Beras-beras tersebut mempunyai karakteristik tekstur nasi yang pulen dan pera yang sesuai dengan preferensi konsumen. Beras IR 36, Logawa, Batang Lembang, Cisokan, Margasari, Air Tenggulang, Inpara 4 dan Inpari 12 cocok dikonsumsi oleh penderita diabetes yang nasi bertekstur pera. Sedangkan beras Ciherang, Situ Patenggang, Inpari 1, Hipa 7, dan Inpari 13 cocok dikonsumsi oleh penderita diabetes yang yang menyukai nasi bertekstur pulen.

Sebagai contoh Inpari 13 termasuk varietas unggul padi yang menghasilkan beras dengan IG rendah. Varietas ini, yang dilepas tahun 2010, memiliki butir gabah panjang ramping, bertekstur nasi pulen dengan kadar amilosa 22,4%. Varietas yang berumur sangat genjah ini (99 hari) memiliki potensi hasil 8,0 ton/ha gabah kering giling (GKG) dengan rata-rata hasil 6,6 ton/Ha GKG. Lebih lanjut, varietas ini tahan terhadap wereng batang coklat biotipe 1, 2 dan 3. Varietas ini agak rentan terhadap hawar daun bakteri patotipe III, IV dan VIII, tahan terhadap blas ras 033 dan agak tahan terhadap ras 133, 073 dan 173. Inpari 13 cocok ditanam di sawah dataran rendah – sedang (0-600 m diatas permukaan laut)

 

Archive

Panduan Teknis

Teknik Ubinan
Daftar Periksa Budidaya Padi Sawah Lahan Irigasi (Indonesia Rice Check)
Jajar Legowo Super
Panduan Teknologi Budidaya Padi Tanam Benih Langsung (TABELA)

Buku

Prosiding Padi 2017 Buku 2 Bagian 2
Prosiding Padi 2017 Buku 2 Bagian 1
Prosiding Padi 2017 Buku 1 Bagian 2
Prosiding Padi 2017 Buku 1 Bagian 1

Booklet, Leaflet, Poster

Seminar Nasional dan Gelar Teknologi Varietas Unggul Padi Terbaru
Varietas Padi Green Super Rice (GSR): Inpari 43 Agritan GSR
Varietas Padi Green Super Rice (GSR): Inpari 42 Agritan GSR
Sistem Bubu Perangkap Tikus TBS dan LTBS 2015

Jajak Pendapat

Dari 6 konten website BBPADI berikut ini, apa yang menjadi konten favorit anda?

Berita - 37.4%
Galeri Foto - 22%
Galeri Video - 12.1%
Kliping Padi - 13.2%
Publikasi - 4.4%
Tahukah Anda - 11%
The voting for this poll has ended on: 01 Des 2017 - 00:00

Infografis

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Keunggulan Varietas Tarabas
Varietas Unggul Baru Untuk Agroekosistem Tertentu
Pengendalian Virus Kerdil
Fakta Tentang Wereng: Wereng Batang Coklat
Padi adalah Kehidupan

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Sosial Media

Statistik Website

Hari ini564
Hari kemarin2765
Minggu ini11676
Bulan ini53119
Jumlah Pengunjung1219722
Online sekarang
55

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Beras dengan Indeks Glikemik Rendah Baik untuk Tubuh

Perubahan gaya hidup masyarakat modern dipercaya telah mengakibatkan peningkatan beberapa penyakit degeneratif seperti diabetes. Diabetes adalah sekelompok penyakit yang mengakibatkan kadar gula dalam darah terlalu tinggi. Bila tidak ditangani dengan benar, penyakit ini dapat menimbukan komplikasi akut seperti penyakit kardiovaskuler atau stroke. Pada dasarnya penyakit ini tidak dapat diobati, tetapi harus ditangani dengan pola makan sehat, pengendalian porsi dan penghitungan karbohidrat yang tepat agar kadar gula darah penderita diabetes senantiasa rendah. Ketiga hal diatas sebenarnya juga perlu dilakukan oleh orang sehat pada umumnya sebagai tindakan pencegahan agar tidak terkena penyakit diabetes di kemudian hari.

Sebagai tindakan pencegahan diabetes atau merupakan salah satu penanganan pada penderita diabetas, konsumsi jenis pangan yang tidak menaikkan kadar glukosa dalam darah secara drastis sangat dianjurkan. Indek Glikemik (IG) mengklasifikasikan pangan berdasarkan potensinya untuk meningkatkan kadar gula darah : IG  rendah (≤55), IG sedang (56−69) dan IG tinggi  (≥70). Pangan dengan IG tinggi cenderung untuk meningkatkan gula darah lebih tinggi dibandingkan dengan pangan dengan IG rendah. Terdapat beberapa metode penentuan IG, tetapi pada dasarnya nilai IG berdasarkan seberapa besar suatu pangan meningkatkan kadar glukosa darah dalam sukarelawan/partisipan penelitian dibandingkan dengan seberapa besar glukosa murni meningkatkan glukosa darah mereka (kemudian dikalikan seratus). Berdasarkan definisi IG tersebut dapat diketahui bahwa IG tidak mempertimbangkan porsi pangan, proses pengolahan atau kombinasi jenis makanan yang dikonsumsi. Meskipun demikian, IG masih berguna sebagai panduan dalam memilih pangan untuk perencanaan menu makanan.

Beras merupakan salah satu pangan pokok di Indonesia. Untuk memenuhi kebutuhan beras dengan indek glikemik rendah, Balitbangtan telah melepas beberapa  varietas unggul padi seperti IR 36 (IG 45), Logawa (IG 49), Batang Lembang (IG 54), Cisokan (IG 34), Margasari (IG 39), Air Tenggulang (IG 50), Inpara 4 (IG 51), Inpari 12 (IG 53), Ciherang (IG 55), Situ Patenggang (IG 54), Inpari 1 (IG 50), Hipa 7 (IG 49), dan Inpari 13 (IG 45). Beras-beras tersebut mempunyai karakteristik tekstur nasi yang pulen dan pera yang sesuai dengan preferensi konsumen. Beras IR 36, Logawa, Batang Lembang, Cisokan, Margasari, Air Tenggulang, Inpara 4 dan Inpari 12 cocok dikonsumsi oleh penderita diabetes yang nasi bertekstur pera. Sedangkan beras Ciherang, Situ Patenggang, Inpari 1, Hipa 7, dan Inpari 13 cocok dikonsumsi oleh penderita diabetes yang yang menyukai nasi bertekstur pulen.

Sebagai contoh Inpari 13 termasuk varietas unggul padi yang menghasilkan beras dengan IG rendah. Varietas ini, yang dilepas tahun 2010, memiliki butir gabah panjang ramping, bertekstur nasi pulen dengan kadar amilosa 22,4%. Varietas yang berumur sangat genjah ini (99 hari) memiliki potensi hasil 8,0 ton/ha gabah kering giling (GKG) dengan rata-rata hasil 6,6 ton/Ha GKG. Lebih lanjut, varietas ini tahan terhadap wereng batang coklat biotipe 1, 2 dan 3. Varietas ini agak rentan terhadap hawar daun bakteri patotipe III, IV dan VIII, tahan terhadap blas ras 033 dan agak tahan terhadap ras 133, 073 dan 173. Inpari 13 cocok ditanam di sawah dataran rendah – sedang (0-600 m diatas permukaan laut)

 

Berita Terbaru

Dengan Inovasi, Lahan Kering Mampu Berproduksi Tinggi

Info Aktual | 01-02-2018 | Hits:896

Dengan Inovasi, Lahan Kering Mampu Berproduksi Tinggi

Padi Gogo Potensi Hasil Tinggi

Info Teknologi | 18-01-2018 | Hits:1468

Padi Gogo Potensi Hasil Tinggi

Padi  Lahan Kering Dataran Tinggi

Info Teknologi | 11-01-2018 | Hits:1478

Padi Lahan Kering Dataran Tinggi

Panen di Musim Paceklik

Berita Utama | 10-01-2018 | Hits:521

Panen di Musim Paceklik

Luas Panen Padi di Beberapa Wilayah

Berita Utama | 03-01-2018 | Hits:557

Luas Panen Padi di Beberapa Wilayah

Karakteristik Inpara 8 Agritan dan Inpara 9 Agritan

Info Teknologi | 02-01-2018 | Hits:598

Karakteristik Inpara 8 Agritan dan Inpara 9 Agritan

Inpara 8 dan Inpara 9, Dua Varietas Adaptif Rawa

Info Teknologi | 21-12-2017 | Hits:1100

Inpara 8 dan Inpara 9, Dua Varietas Adaptif Rawa

Menteri Pertanian Meluncurkan Varietas Unggul Baru

Info Aktual | 21-12-2017 | Hits:1423

Menteri Pertanian Meluncurkan Varietas Unggul Baru

Budidaya Organik dan Non-Organik Padi Terhadap Mutu

Info Teknologi | 16-12-2017 | Hits:1027

Budidaya Organik dan Non-Organik Padi Terhadap Mutu

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi