Padi Ketan: Rendah Kadar Amilosa, Tinggi Kadar Amilopektin

Beragam pangan tradisional seperti lemper, bubur ketan hitam, dodol, rengginang, brem, tape dan lupis terbuat dari ketan atau berbahan baku ketan. Berbeda dari beras, ketan memiliki butir opak, kadar amilosa sangat rendah dan memiliki tekstur nasi yang sangat lengket. Berdasarkan komposisi pati dalam ketan, disamping memiliki kadar amilosa yang sangat rendah, ketan memiliki kadar amilopektin yang tinggi. Lebih lanjut, kadar amilopektin yang tinggi inilah yang bertanggung jawab terhadap tekstur lengket ketan. Dari penelitian terdahulu diketahui bahwa sebuah mutasi dalam intron 1 situs donor sambatan (splice) dari gen Waxy bertanggung jawab atas perubahan pati endosperm mengarah ke fenotipe ketan.

Butir ketan beragam warnanya, ada yang berwarna putih, merah atau hitam. Ketan hitam atau merah, seperti beras merah, mengandung antioksidan yang dipercaya baik bagi kesehatan tubuh. Ketan putih biasa dikonsumsi dalam bentuk ketan sosoh sempurna, sedangkan ketan merah atau hitam biasa dipasarkan dalam bentuk ketan pecah kulit atau ketan sosoh sebagian. Disamping itu, tepung ketan putih juga banyak dijumpai dipasaran.

Balitbangtan telah melepas beberapa varietas padi ketan unggul seperti Lusi (ketan putih), Setail (ketan hitam) dan Inpari 25 Opak Jaya (ketan merah). Inpari 25 Opak Jaya, yang dilepas tahun 2012, memiliki warna butir ketan dan nasi merah, serta memiliki kadar amilosa 5,7%. Varietas ini memiliki potensi hasil 9,4 ton/ha gabah kering giling (GKG) dengan rata-rata hasil 7,0 ton/Ha GKG. Lebih lanjut, varietas ini agak tahan terhadap wereng batang coklat biotipe 1, tapi agak rentan terhadap biotipe 2 dan 3. Varietas ini tahan terhadap hawar daun bakteri patotipe III dan agak tahan terhadap patotipe IV dan VIII. Inpari 25 Opak Jaya cocok ditanam di sawah dataran rendah – sedang (0-600 m diatas permukaan laut).

Archive

Panduan Teknis

Teknik Ubinan
Daftar Periksa Budidaya Padi Sawah Lahan Irigasi (Indonesia Rice Check)
Jajar Legowo Super
Panduan Teknologi Budidaya Padi Tanam Benih Langsung (TABELA)

Buku

Deskripsi Varietas 2017
Laporan Tahunan 2015
Prosiding Padi 2016 Buku 2
Prosiding Padi 2016 Buku 1

Booklet, Leaflet, Poster

Seminar Nasional dan Gelar Teknologi Varietas Unggul Padi Terbaru
Varietas Padi Green Super Rice (GSR): Inpari 43 Agritan GSR
Varietas Padi Green Super Rice (GSR): Inpari 42 Agritan GSR
Sistem Bubu Perangkap Tikus TBS dan LTBS 2015

Jajak Pendapat

Dari 6 konten website BBPADI berikut ini, apa yang menjadi konten favorit anda?

Berita - 37.4%
Galeri Foto - 22%
Galeri Video - 12.1%
Kliping Padi - 13.2%
Publikasi - 4.4%
Tahukah Anda - 11%
The voting for this poll has ended on: 01 Des 2017 - 00:00

Infografis

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Varietas Unggul Baru Untuk Agroekosistem Tertentu
Pengendalian Virus Kerdil
Fakta Tentang Wereng: Wereng Batang Coklat
Padi adalah Kehidupan
Segengam Malai Padi akan ku bawa dan tanam di tanah Papua

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Sosial Media

Statistik Website

Hari ini941
Hari kemarin1625
Minggu ini13360
Bulan ini29985
Jumlah Pengunjung1078332
Online sekarang
24

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Padi Ketan: Rendah Kadar Amilosa, Tinggi Kadar Amilopektin

Beragam pangan tradisional seperti lemper, bubur ketan hitam, dodol, rengginang, brem, tape dan lupis terbuat dari ketan atau berbahan baku ketan. Berbeda dari beras, ketan memiliki butir opak, kadar amilosa sangat rendah dan memiliki tekstur nasi yang sangat lengket. Berdasarkan komposisi pati dalam ketan, disamping memiliki kadar amilosa yang sangat rendah, ketan memiliki kadar amilopektin yang tinggi. Lebih lanjut, kadar amilopektin yang tinggi inilah yang bertanggung jawab terhadap tekstur lengket ketan. Dari penelitian terdahulu diketahui bahwa sebuah mutasi dalam intron 1 situs donor sambatan (splice) dari gen Waxy bertanggung jawab atas perubahan pati endosperm mengarah ke fenotipe ketan.

Butir ketan beragam warnanya, ada yang berwarna putih, merah atau hitam. Ketan hitam atau merah, seperti beras merah, mengandung antioksidan yang dipercaya baik bagi kesehatan tubuh. Ketan putih biasa dikonsumsi dalam bentuk ketan sosoh sempurna, sedangkan ketan merah atau hitam biasa dipasarkan dalam bentuk ketan pecah kulit atau ketan sosoh sebagian. Disamping itu, tepung ketan putih juga banyak dijumpai dipasaran.

Balitbangtan telah melepas beberapa varietas padi ketan unggul seperti Lusi (ketan putih), Setail (ketan hitam) dan Inpari 25 Opak Jaya (ketan merah). Inpari 25 Opak Jaya, yang dilepas tahun 2012, memiliki warna butir ketan dan nasi merah, serta memiliki kadar amilosa 5,7%. Varietas ini memiliki potensi hasil 9,4 ton/ha gabah kering giling (GKG) dengan rata-rata hasil 7,0 ton/Ha GKG. Lebih lanjut, varietas ini agak tahan terhadap wereng batang coklat biotipe 1, tapi agak rentan terhadap biotipe 2 dan 3. Varietas ini tahan terhadap hawar daun bakteri patotipe III dan agak tahan terhadap patotipe IV dan VIII. Inpari 25 Opak Jaya cocok ditanam di sawah dataran rendah – sedang (0-600 m diatas permukaan laut).

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi