Aroma Wangi Pandan pada Pertanaman Padi Aromatik

2-Acetyl-1-pyrroline (2-AP) adalah odouran kuat yang memiliki aroma wangi seperti pandan atau popcorn. Aroma wangi pandan ini mudah dikenali dari aroma nasi, beras atau bahkan pada pertanaman padi aromatik saat berbunga.

Senyawa wangi ini secara alami disintesis oleh tanaman padi aromatik, akan tetapi tidak disintesis oleh tanaman padi non-aromatik. Beberapa penelitian terdahulu menunjukkan bahwa padi aromatik sebenarnya merupakan padi non-aromatik yang mengalami mutasi pada kromosom tertentu. Mutasi kromosom tersebut mengakibatkan enzim BADH2 (betaine aldehyde dehydrogenase 2) dalam tanaman padi menjadi tidak berfungsi (tidak aktif) sehingga beras aromatik mengandung senyawa 2-AP.

 

Untuk menghasilkan beras aromatik dengan kadar 2AP lebih tinggi, tanaman padi aromatik disarankan untuk di tanam dalam kondisi iklim yang sejuk, dan kemudian dipanen lebih awal dari varietas biasa.

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi telah merilis beberapa varietas unggul padi aromatik seperti Gillirang, Batang Gadis, Sintanur, Situ Patenggang dan Inpari 23 Bantul.

Inpari 23 Bantul, yang dilepas oleh Balitbangtan pada tahun 2012, selain beraroma wangi, juga memiliki tekstur nasi pulen dengan kadar amilosa 17%. Varietas ini memiliki potensi hasil 9,2 ton/ha gabah kering giling (GKG) dengan rata-rata hasil 6,9 ton/Ha GKG. Lebih lanjut, varietas ini tahan terhadap wereng batang coklat biotipe 1, agak tahan biotipe 2 dan 3, serta tahan terhadap hawar daun bakteri patotipe III dan agak tahan terhadap patotipe IV. Inpari 23 Bantul cocok ditanam di sawah dataran rendah – sedang (0-600 m diatas permukaan laut).

 

Archive

Panduan Teknis

Jajar Legowo Super
Panduan Teknologi Budidaya Padi Tanam Benih Langsung (TABELA)
Panduan Teknologi Budidaya Padi SRI
Panduan Teknologi Budidaya Padi SALIBU

Buku

Laporan Tahunan 2015
Prosiding Padi 2016 Buku 2
Prosiding Padi 2016 Buku 1
Laporan Tahunan 2014

Booklet, Leaflet, Poster

Sistem Bubu Perangkap Tikus TBS dan LTBS 2015
Pengendalian Hama Tikus Terpadu (PHTT) 2015
Poster Inpari 13
Poster Inpari 10

Jajak Pendapat

Dari 6 konten website BBPADI berikut ini, apa yang menjadi konten favorit anda?

Infografis

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Padi adalah Kehidupan
Segengam Malai Padi akan ku bawa dan tanam di tanah Papua
PENAS XV 2017 Aceh "Padi tumbuh subur dilahan suboptimal"
Malai dan Bulir akan membentuk pola makan dan budaya seluruh umat manusia
Teknologi Jarwo Super untuk Kedaulatan Pangan

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Sosial Media

Statistik Website

Hari ini103
Hari kemarin658
Minggu ini5644
Bulan ini26635
Jumlah Pengunjung776275
Online sekarang
23

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Aroma Wangi Pandan pada Pertanaman Padi Aromatik

2-Acetyl-1-pyrroline (2-AP) adalah odouran kuat yang memiliki aroma wangi seperti pandan atau popcorn. Aroma wangi pandan ini mudah dikenali dari aroma nasi, beras atau bahkan pada pertanaman padi aromatik saat berbunga.

Senyawa wangi ini secara alami disintesis oleh tanaman padi aromatik, akan tetapi tidak disintesis oleh tanaman padi non-aromatik. Beberapa penelitian terdahulu menunjukkan bahwa padi aromatik sebenarnya merupakan padi non-aromatik yang mengalami mutasi pada kromosom tertentu. Mutasi kromosom tersebut mengakibatkan enzim BADH2 (betaine aldehyde dehydrogenase 2) dalam tanaman padi menjadi tidak berfungsi (tidak aktif) sehingga beras aromatik mengandung senyawa 2-AP.

 

Untuk menghasilkan beras aromatik dengan kadar 2AP lebih tinggi, tanaman padi aromatik disarankan untuk di tanam dalam kondisi iklim yang sejuk, dan kemudian dipanen lebih awal dari varietas biasa.

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi telah merilis beberapa varietas unggul padi aromatik seperti Gillirang, Batang Gadis, Sintanur, Situ Patenggang dan Inpari 23 Bantul.

Inpari 23 Bantul, yang dilepas oleh Balitbangtan pada tahun 2012, selain beraroma wangi, juga memiliki tekstur nasi pulen dengan kadar amilosa 17%. Varietas ini memiliki potensi hasil 9,2 ton/ha gabah kering giling (GKG) dengan rata-rata hasil 6,9 ton/Ha GKG. Lebih lanjut, varietas ini tahan terhadap wereng batang coklat biotipe 1, agak tahan biotipe 2 dan 3, serta tahan terhadap hawar daun bakteri patotipe III dan agak tahan terhadap patotipe IV. Inpari 23 Bantul cocok ditanam di sawah dataran rendah – sedang (0-600 m diatas permukaan laut).

 

Berita Terbaru

Pentingnya Konservasi Tanah Pertanaman Padi Gogo

Info Teknologi | 21-06-2017 | Hits:189

Pentingnya Konservasi Tanah Pertanaman Padi Gogo

Hama Uret pada Padi Gogo dengan Teknik Seed Treatment

Info Teknologi | 20-06-2017 | Hits:187

Hama Uret pada Padi Gogo dengan Teknik Seed Treatment

Type Ketahanan Tanaman

Info Teknologi | 29-05-2017 | Hits:846

Type Ketahanan Tanaman

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi