Ameliorasi Lahan untuk Lahan Pasang Surut

Produksi padi di lahan sawah pasang surut dapat ditingkatkan dengan bantuan teknologi, yaitu ameliorasi lahan, dimana pada lahan yang akan ditanami dilakukan pencucian dan penambahan kapur sebanyak 3 t/ha. Dengan ameliorasi ini tanaman akan memberikan respon terhadap pupuk yang diberikan.

Di Sumatera Selatan dan Jambi, pencucian dan penambahan kapur 3 t/ha dapat meningkatkan hasil gabah berturut-turut sebesar 21% dan 15%. Peningkatan hasil gabah ditentukan terutama oleh bertambahnya jumlah gabah total dan gabah isi serta lebih tingginya bobot 1000 butir gabah isi.

Upaya untuk memaksimalkan produski padi di lahan-lahan pasang surut, disarankan penggunaan varietas Inpara 1, Inpara 2, Inpara 3, Inpara 6, Inpara 7, Inpara 8 Agritan, dan Inpara 9 Agritan.

Selain di lahan pasang surut, teknologi ini dapat juga diterapkan di lahan-lahan terkendala salinitas, seperti di pesisir dan, setiap tahunnya karena mengalami cekaman salinisasi (peningkatan kadar garam dalam tanah). Di lahan terkendala salinitas, EC (konduktifitas listrik) tanah cenderung meningkat sejak tanam sampai panen. Dalam kondisi demikian, peningkatan dosis pemupukan NPK sampai 125% dari dosis rekomendasi tidak akan berpengaruh terhadap produksi padi. Untuk mendapatkan respons tanaman yang lebih tinggi di lahan terdampak salinitas, disarankan menerapkan teknologi ameriolasi, yaitu dengan pencucian dan pemberian kapur. Tambahan pengapuran sebulan setelah tanam untuk lebih menurunkan EC tanah (mengurangi salinitas) dan meningkatkan efektivitas pemupukan NPK.

Archive

Panduan Teknis

Teknik Ubinan
Daftar Periksa Budidaya Padi Sawah Lahan Irigasi (Indonesia Rice Check)
Jajar Legowo Super
Panduan Teknologi Budidaya Padi Tanam Benih Langsung (TABELA)

Buku

Deskripsi Varietas 2017
Laporan Tahunan 2015
Prosiding Padi 2016 Buku 2
Prosiding Padi 2016 Buku 1

Booklet, Leaflet, Poster

Seminar Nasional dan Gelar Teknologi Varietas Unggul Padi Terbaru
Varietas Padi Green Super Rice (GSR): Inpari 43 Agritan GSR
Varietas Padi Green Super Rice (GSR): Inpari 42 Agritan GSR
Sistem Bubu Perangkap Tikus TBS dan LTBS 2015

Jajak Pendapat

Dari 6 konten website BBPADI berikut ini, apa yang menjadi konten favorit anda?

Berita - 37.4%
Galeri Foto - 22%
Galeri Video - 12.1%
Kliping Padi - 13.2%
Publikasi - 4.4%
Tahukah Anda - 11%
The voting for this poll has ended on: 01 Des 2017 - 00:00

Infografis

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Varietas Unggul Baru Untuk Agroekosistem Tertentu
Pengendalian Virus Kerdil
Fakta Tentang Wereng: Wereng Batang Coklat
Padi adalah Kehidupan
Segengam Malai Padi akan ku bawa dan tanam di tanah Papua

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Sosial Media

Statistik Website

Hari ini943
Hari kemarin1625
Minggu ini13362
Bulan ini29987
Jumlah Pengunjung1078334
Online sekarang
26

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Ameliorasi Lahan untuk Lahan Pasang Surut

Produksi padi di lahan sawah pasang surut dapat ditingkatkan dengan bantuan teknologi, yaitu ameliorasi lahan, dimana pada lahan yang akan ditanami dilakukan pencucian dan penambahan kapur sebanyak 3 t/ha. Dengan ameliorasi ini tanaman akan memberikan respon terhadap pupuk yang diberikan.

Di Sumatera Selatan dan Jambi, pencucian dan penambahan kapur 3 t/ha dapat meningkatkan hasil gabah berturut-turut sebesar 21% dan 15%. Peningkatan hasil gabah ditentukan terutama oleh bertambahnya jumlah gabah total dan gabah isi serta lebih tingginya bobot 1000 butir gabah isi.

Upaya untuk memaksimalkan produski padi di lahan-lahan pasang surut, disarankan penggunaan varietas Inpara 1, Inpara 2, Inpara 3, Inpara 6, Inpara 7, Inpara 8 Agritan, dan Inpara 9 Agritan.

Selain di lahan pasang surut, teknologi ini dapat juga diterapkan di lahan-lahan terkendala salinitas, seperti di pesisir dan, setiap tahunnya karena mengalami cekaman salinisasi (peningkatan kadar garam dalam tanah). Di lahan terkendala salinitas, EC (konduktifitas listrik) tanah cenderung meningkat sejak tanam sampai panen. Dalam kondisi demikian, peningkatan dosis pemupukan NPK sampai 125% dari dosis rekomendasi tidak akan berpengaruh terhadap produksi padi. Untuk mendapatkan respons tanaman yang lebih tinggi di lahan terdampak salinitas, disarankan menerapkan teknologi ameriolasi, yaitu dengan pencucian dan pemberian kapur. Tambahan pengapuran sebulan setelah tanam untuk lebih menurunkan EC tanah (mengurangi salinitas) dan meningkatkan efektivitas pemupukan NPK.

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi