Deteksi Migrasi Wereng Coklat Menggunakan Zat Warna Fluoresen

Deteksi migrasi wereng coklat menggunakan zat warna fluoresen bertujuan memperoleh informasi jarak tempuh migrasi wereng coklat dari daerah/titik ledakan. Pengujian dilakukan dalam 2 (dua) tahap, yaitu pengujian skala laboratorium di rumah kasa dan dilanjutkan pada skala lapangan. Pengujian skala laboratorium dimaksudkan untuk mengetahui sifat-sifat zat warna fluoresen yang meliputi metode aplikasi, penentuan dosis yang tepat untuk penandaan (tagging), mengetahui pengaruh zat fluoresen tersebut terhadap mortalitas wereng coklat, kemampuan terbang, dan persistensi atau kemampuan zat warna tetap menempel/merekat pada tubuh wereng coklat. Pada pengujian lapangan dilakukan deteksi kemampuan migrasi wereng coklat. Pengujian lapangan dilakukan di daerah ledakan (hopperburn). Hasil pengujian menunjukkan bahwa Zat warna fluoresens Stardust hanya dapat diaplikasikan dengan tambahan bahan perekat.

Aplikasi harus dilakukan 2 tahap, yaitu pertama penyemprotan bahan perekat kemudian dilanjutkan dengan larutan stardust. Stardust pada dosis 2 g/l dapat mengakibatkan kematian serangga uji lebih dari 10%, sehingga dapat disimpulkan bahwa dosis maksimal yang dapat digunakan adalah 2 g/l, namun stardust tidak mempengaruhi kemampuan wereng coklat untuk terbang.

Selain menyebabkan kematian, stardust juga dapat hilang tercuci oleh air dan dapat menghilang dari tubuh serangga uji. Lamanya waktu bertahan pada tubuh serangga yang masih dapat terdeteksi tidak lebih dari 3 hari setelah aplikasi, sehingga penangkapan hanya dapat dilakukan kurang atau sama dengan 3 hari setelah aplikasi. Hasil uji lapangan menunjukkan bahwa wereng coklat mampu bermigrasi sejauh 10 km dari daerah/titik ledakan.

Artinya jika terdapat ledakan wereng coklat, daerah yang masuk dalam radius 10 km harus dapat mengantisipasi adanya migrasi wereng coklat. Hasil ini juga memperkuat teknologi pengendalian dimana pengendalian wereng coklat dapat dilakukan dengan penanaman serentak dalam hamparan yang luas.

Faktor yang diduga mempengaruhi arah penerbangan/migrasi adalah faktor arah hembusan angin, cahaya, dan kondisi pertanaman.

Archive

Panduan Teknis

Teknik Ubinan
Daftar Periksa Budidaya Padi Sawah Lahan Irigasi (Indonesia Rice Check)
Jajar Legowo Super
Panduan Teknologi Budidaya Padi Tanam Benih Langsung (TABELA)

Buku

Prosiding Padi 2017 Buku 2 Bagian 2
Prosiding Padi 2017 Buku 2 Bagian 1
Prosiding Padi 2017 Buku 1 Bagian 2
Prosiding Padi 2017 Buku 1 Bagian 1

Booklet, Leaflet, Poster

Seminar Nasional dan Gelar Teknologi Varietas Unggul Padi Terbaru
Varietas Padi Green Super Rice (GSR): Inpari 43 Agritan GSR
Varietas Padi Green Super Rice (GSR): Inpari 42 Agritan GSR
Sistem Bubu Perangkap Tikus TBS dan LTBS 2015

Jajak Pendapat

Dari 6 konten website BBPADI berikut ini, apa yang menjadi konten favorit anda?

Berita - 37.4%
Galeri Foto - 22%
Galeri Video - 12.1%
Kliping Padi - 13.2%
Publikasi - 4.4%
Tahukah Anda - 11%
The voting for this poll has ended on: 01 Des 2017 - 00:00

Infografis

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Keunggulan Varietas Tarabas
Varietas Unggul Baru Untuk Agroekosistem Tertentu
Pengendalian Virus Kerdil
Fakta Tentang Wereng: Wereng Batang Coklat
Padi adalah Kehidupan

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Sosial Media

Statistik Website

Hari ini78
Hari kemarin2246
Minggu ini17351
Bulan ini60895
Jumlah Pengunjung1386807
Online sekarang
11

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Deteksi Migrasi Wereng Coklat Menggunakan Zat Warna Fluoresen

Deteksi migrasi wereng coklat menggunakan zat warna fluoresen bertujuan memperoleh informasi jarak tempuh migrasi wereng coklat dari daerah/titik ledakan. Pengujian dilakukan dalam 2 (dua) tahap, yaitu pengujian skala laboratorium di rumah kasa dan dilanjutkan pada skala lapangan. Pengujian skala laboratorium dimaksudkan untuk mengetahui sifat-sifat zat warna fluoresen yang meliputi metode aplikasi, penentuan dosis yang tepat untuk penandaan (tagging), mengetahui pengaruh zat fluoresen tersebut terhadap mortalitas wereng coklat, kemampuan terbang, dan persistensi atau kemampuan zat warna tetap menempel/merekat pada tubuh wereng coklat. Pada pengujian lapangan dilakukan deteksi kemampuan migrasi wereng coklat. Pengujian lapangan dilakukan di daerah ledakan (hopperburn). Hasil pengujian menunjukkan bahwa Zat warna fluoresens Stardust hanya dapat diaplikasikan dengan tambahan bahan perekat.

Aplikasi harus dilakukan 2 tahap, yaitu pertama penyemprotan bahan perekat kemudian dilanjutkan dengan larutan stardust. Stardust pada dosis 2 g/l dapat mengakibatkan kematian serangga uji lebih dari 10%, sehingga dapat disimpulkan bahwa dosis maksimal yang dapat digunakan adalah 2 g/l, namun stardust tidak mempengaruhi kemampuan wereng coklat untuk terbang.

Selain menyebabkan kematian, stardust juga dapat hilang tercuci oleh air dan dapat menghilang dari tubuh serangga uji. Lamanya waktu bertahan pada tubuh serangga yang masih dapat terdeteksi tidak lebih dari 3 hari setelah aplikasi, sehingga penangkapan hanya dapat dilakukan kurang atau sama dengan 3 hari setelah aplikasi. Hasil uji lapangan menunjukkan bahwa wereng coklat mampu bermigrasi sejauh 10 km dari daerah/titik ledakan.

Artinya jika terdapat ledakan wereng coklat, daerah yang masuk dalam radius 10 km harus dapat mengantisipasi adanya migrasi wereng coklat. Hasil ini juga memperkuat teknologi pengendalian dimana pengendalian wereng coklat dapat dilakukan dengan penanaman serentak dalam hamparan yang luas.

Faktor yang diduga mempengaruhi arah penerbangan/migrasi adalah faktor arah hembusan angin, cahaya, dan kondisi pertanaman.

Berita Terbaru

Sensor Tanah Proximal: Uji Tanah Cepat, Tepat, dan Murah

Info Teknologi | 11-04-2018 | Hits:438

Sensor Tanah Proximal: Uji Tanah Cepat, Tepat, dan Murah

Sekam Padi, Dari Limbah Jadi Bahan Bakar Alternatif

Info Teknologi | 02-04-2018 | Hits:387

Sekam Padi, Dari Limbah Jadi Bahan Bakar Alternatif

Mengenal Padi Sejak Usia Dini

Berita Utama | 15-03-2018 | Hits:610

Mengenal Padi Sejak Usia Dini

Launching Inovasi Baru Lahan Kering

Berita Utama | 13-02-2018 | Hits:1134

Launching Inovasi Baru Lahan Kering

Dengan Inovasi, Lahan Kering Mampu Berproduksi Tinggi

Info Aktual | 01-02-2018 | Hits:3292

Dengan Inovasi, Lahan Kering Mampu Berproduksi Tinggi

Padi Gogo Potensi Hasil Tinggi

Info Teknologi | 18-01-2018 | Hits:3760

Padi Gogo Potensi Hasil Tinggi

Padi  Lahan Kering Dataran Tinggi

Info Teknologi | 11-01-2018 | Hits:3668

Padi Lahan Kering Dataran Tinggi

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi