Jenis Tanah dan Profil Lahan Padi Gogo

Karakteristik lahan pada daerah pertanaman padi gogo cukup beragam sebagaimana beragamnya kondisi iklim.  Tektur tanah bervariasi mulai pasir sampai liat, keasaman tanah (pH) bervariasi mulai 3-10, Kandungan bahan organik bervariasi mulai 1-50%, kandungan garam mulai 0-1%, dan ketersediaan nutrisi bervariasi mulai tanah yang defisiensi akut sampai nutrisi berlimpah. 

Tektur tanah mempengaruhi nilai kelembaban tanah melebihi sifat yang lainnya, terkecuali topografi.  Tektur tanah merupakan hal yang penting di areal pengembangan  padi gogo yang tidak punya pengikat untuk menahan kelembaban.  Profil tektur tidak saja di lapisan atas, tetapi juga di lapisan bagian bawah.  Jika bagian bawah tanah mempunyai cukup liat, maka fungsi tektur lapisan atas tanah menjadi berkurang.

Jenis tanah grumosol dan andosol sangat peka erosi, sedangkan tanah mediteran merah-kuning dan regosol peka erosi.  Litosol mempunyai solum dangkal dan biasanya berasosiasi dengan regosol, mediteran  dan grumosol dapat dikatagorikan sebagai jenis tanah yang telah tererosi.  Tanah alluvial berada di bagian lembah dan tidak terancam erosi.  Tanah planosol pada dataran rendah  yang berombak mempunyai kesuburan rendah dan ada ancaman erosi.  Diantara jenis tanah di atas hanya latosol yang tahan erosi.

Padi gogo ditanam pada ketinggian beberapa meter dari permukaan laut sampai 800 mdpal.  Sebaran lahan padi gogo secara vertical sangat penting diketahui, karena menyangkut teknologi koservasi tanah dan air baik pada lahan datar maupun pada lahan yang berlereng (Gambar 2 dan 3).  Erosi dan fluktuasi ketersediaan air sangat menentukan kesuburan tanah, produktivitas, kemantapan dan keberlanjutan produksi.

Topografi lahan yang banyak digunakan untuk pertanaman padi gogo adalah lahan datar, berombak sampai bergelombang, sedangkan di lahan yang berbukit dan bergunung jarang dilakukan. 

Topografi Lahan untuk padi gogo

Topografi

Kemiringan (%)

Perbedaan tinggi (m)

Datar

      <3

    <2

Berombak

      3-8

      2-10

Bergelombang

      8-15

10-50

berbukit

    15-30

     50-300

Bergunung

     >30

     >300

Pada setiap topografi lahan perlu dilakukan tindakan konservasi tanah supaya tidak menimbulkan erosi yang akan mengakibatkan lapisan atas tanah (top soil ) menjadi hilang tercuci air hujan.  Pelaksanaan konservasi  dapat dilakukan dengan berbagai bentuk tergantung contour topografinya.  Demikian juga pada semua lahan perlu adanya konservasi, terutama konservasi kesuburan dan penyangaan air yang sangat berguna untuk pertanaman tahunan maupaun penyanggan tanaman setahun/semusim.

 

Archive

Panduan Teknis

Jajar Legowo Super
Panduan Teknologi Budidaya Padi Tanam Benih Langsung (TABELA)
Panduan Teknologi Budidaya Padi SRI
Panduan Teknologi Budidaya Padi SALIBU

Buku

Deskripsi Varietas 2017
Laporan Tahunan 2015
Prosiding Padi 2016 Buku 2
Prosiding Padi 2016 Buku 1

Booklet, Leaflet, Poster

Seminar Nasional dan Gelar Teknologi Varietas Unggul Padi Terbaru
Varietas Padi Green Super Rice (GSR): Inpari 43 Agritan GSR
Varietas Padi Green Super Rice (GSR): Inpari 42 Agritan GSR
Sistem Bubu Perangkap Tikus TBS dan LTBS 2015

Jajak Pendapat

Dari 6 konten website BBPADI berikut ini, apa yang menjadi konten favorit anda?

Infografis

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Pengendalian Virus Kerdil
Fakta Tentang Wereng: Wereng Batang Coklat
Padi adalah Kehidupan
Segengam Malai Padi akan ku bawa dan tanam di tanah Papua
PENAS XV 2017 Aceh &quot;Padi tumbuh subur dilahan suboptimal&quot;

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Sosial Media

Statistik Website

Hari ini2464
Hari kemarin1841
Minggu ini2464
Bulan ini50644
Jumlah Pengunjung968637
Online sekarang
26

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Jenis Tanah dan Profil Lahan Padi Gogo

Karakteristik lahan pada daerah pertanaman padi gogo cukup beragam sebagaimana beragamnya kondisi iklim.  Tektur tanah bervariasi mulai pasir sampai liat, keasaman tanah (pH) bervariasi mulai 3-10, Kandungan bahan organik bervariasi mulai 1-50%, kandungan garam mulai 0-1%, dan ketersediaan nutrisi bervariasi mulai tanah yang defisiensi akut sampai nutrisi berlimpah. 

Tektur tanah mempengaruhi nilai kelembaban tanah melebihi sifat yang lainnya, terkecuali topografi.  Tektur tanah merupakan hal yang penting di areal pengembangan  padi gogo yang tidak punya pengikat untuk menahan kelembaban.  Profil tektur tidak saja di lapisan atas, tetapi juga di lapisan bagian bawah.  Jika bagian bawah tanah mempunyai cukup liat, maka fungsi tektur lapisan atas tanah menjadi berkurang.

Jenis tanah grumosol dan andosol sangat peka erosi, sedangkan tanah mediteran merah-kuning dan regosol peka erosi.  Litosol mempunyai solum dangkal dan biasanya berasosiasi dengan regosol, mediteran  dan grumosol dapat dikatagorikan sebagai jenis tanah yang telah tererosi.  Tanah alluvial berada di bagian lembah dan tidak terancam erosi.  Tanah planosol pada dataran rendah  yang berombak mempunyai kesuburan rendah dan ada ancaman erosi.  Diantara jenis tanah di atas hanya latosol yang tahan erosi.

Padi gogo ditanam pada ketinggian beberapa meter dari permukaan laut sampai 800 mdpal.  Sebaran lahan padi gogo secara vertical sangat penting diketahui, karena menyangkut teknologi koservasi tanah dan air baik pada lahan datar maupun pada lahan yang berlereng (Gambar 2 dan 3).  Erosi dan fluktuasi ketersediaan air sangat menentukan kesuburan tanah, produktivitas, kemantapan dan keberlanjutan produksi.

Topografi lahan yang banyak digunakan untuk pertanaman padi gogo adalah lahan datar, berombak sampai bergelombang, sedangkan di lahan yang berbukit dan bergunung jarang dilakukan. 

Topografi Lahan untuk padi gogo

Topografi

Kemiringan (%)

Perbedaan tinggi (m)

Datar

      <3

    <2

Berombak

      3-8

      2-10

Bergelombang

      8-15

10-50

berbukit

    15-30

     50-300

Bergunung

     >30

     >300

Pada setiap topografi lahan perlu dilakukan tindakan konservasi tanah supaya tidak menimbulkan erosi yang akan mengakibatkan lapisan atas tanah (top soil ) menjadi hilang tercuci air hujan.  Pelaksanaan konservasi  dapat dilakukan dengan berbagai bentuk tergantung contour topografinya.  Demikian juga pada semua lahan perlu adanya konservasi, terutama konservasi kesuburan dan penyangaan air yang sangat berguna untuk pertanaman tahunan maupaun penyanggan tanaman setahun/semusim.

 

Galeri Video

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi