Varietas Inpari Bakal Menggeser Ciherang di Serdang Bedagai

Desa Melati 2, merupakan salah satu Desa di Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, dengan luas baku lahan sawah kurang lebih 934 ha. Keakraban dan kebersamaan warga yang mayoritas petani, terlihat dari aktivitas gotong-royong warga desa tersebut.

Untuk menuju Desa ini bisa ditempuh selama 1 jam dari ibukota Sumatera Utara, dengan infrastruktur jalan yang bagus, dan pemandangan kebun kelapa sawit disepanjang kiri kanan jalan.

Dalam rangka mempercepat proses diseminasi agar inovasi cepat sampai ke petani, pada tahun ini, Balai Besar Penelitian Tanaman Padi melaksanakan kegiatan demfarm dengan teknologi jarwo seluas 62 ha. didesa yang keseharianya kental dengan Bahasa jawa itu.

Alasan desa tersebut dijadikan tempat dilaksanakanya demfarm dengan pertimbangan lahan baku sawah yang cukup luas dan merupakan wilayah yang punya kontribusi sebagai penopang produksi padi di Sumatera Utara sebesar 10%.

Memasuki musim MT dua 2018, tim demfarm BB Padi bekerjasama dengan Dinas Pertanian setempat dan BPTP Sumut melakukan sosialisasi program dan meyakinkan petani dengan menawarkan program budidaya padi dengan teknologi jarwo super.

Bukan hal yang mudah untuk bisa meyakinkan petani yang belum terbiasa bercocok tanam dengan teknologi untuk beralih dengan teknologi baru.

Perlahan namun pasti, dengan kesabaran dan ketelatenan peneliti, penyuluh sebagai pendamping selama satu musim akhirnya kekawatiran dan kecemasan petani kejawab sudah setelah terbukti bisa panen padi dengan produksi tinggi. (24/08/2018)

Sebanayak 6 varietas unggul baru produksi hasil tinggi (Inpari 30, Inpari 32, Inpari 33, Mekongga, Inpari 42 GSR dan Inpari 43 GSR) ditanam dengan anjuran teknologi budidaya jarwo super. Satu persatu dan tahap demi taham petani diajarkan mengenal sekaligus mempraktekan komponen teknologi tersebut seperti: penggunaan varietas unggul baru bersertifikat, penggunaan biodekomposer, aplikasi pupuk hayati, pengendalian organisme pengganggu tanaman yang benar, dan penggunaan alat tanam jarwo transplanter maupun alat panen combine harverter.

Andi salah satu pemilik lahan seluar 35 rantai (1 rantai = 400m2), mengungkapkan kepuasanya setelah padi Inpari 33 yang Ia tanam bisa dipanen dengan hasil panen ubinan 9,7 t/ha.

“Dari dulu saya tanam Serang (sebutan untuk varietas Ciherang didaerah tersebut) dan hasilnya rata-rata 6-7 t/ha, tetapi setelah tanam varietas Inpari dengan teknologi jarwo super, sekarang saya bisa panen sampai 9 t/ha.” ungkap Andi dihadapan Bupati Serdang Bedagai, Kepala BB Padi dan para peserta temu lapang.

Awalnya Ia dan petani lain ragu ragu saat petugas dari BB Padi dan penyuluh melakukan sosialisasi teknologi ke desanya, namun sekarang saya puas dengan hasil tinggi yang tidak pernah terjadi pada panen-panen sebelumnya, imbuh Andi.

Secara umum hasil ubinan yang dilakukan oleh tim BB Padi, menunjukkan hasil sebagai berikut: Inpari 32 sebesar 8,3 t/ha GKP, Inpari 33 sebesar 9,7 t/ha GKP, Mekongga 7,7 t/ha GKP dan varietas pembanding Ciherang mengasilkan 7,8 t/ha GKP.

Kegembiraan para petani nampak jelas terlihat saat acara panen dan temu lapang didesanya dihadiri Bupati Serdang Bedagai Ir. Soekirman, Kepala BB Padi Dr. Priatna, Kepala Puslitbang Tanaman Pangan, Kepada Dinas Pertanian setempat, perwakilan dari Direktorat Akabi, peneliti dan penyuluh BPTP Sumut, penyuluh dinas pertanian, dan petani perserta kurang lebih 300 peserta.

Dengan melihat hasil panen yang memuaskan, petani desa Melati berkeinginan untuk terus mengembangan varietas unggul pengganti Ciherang yang saat ini sudah rentan terhadap hama dan penyakit.

Selain itu, petani bertekad untuk menggeser varietas Ciherang dengan Varietas Inpari yang lebih tahan serangan hama penyakit sekaligus ingin mewujudkan desa Melati sebagai penyedia benih unggul bersertifikat guna mendongkrak produksi padi nasional menuju swasembada dan swasembada berkelanjutan. (Shr)

Archive

Panduan Teknis

Teknik Ubinan
Daftar Periksa Budidaya Padi Sawah Lahan Irigasi (Indonesia Rice Check)
Jajar Legowo Super
Panduan Teknologi Budidaya Padi Tanam Benih Langsung (TABELA)

Buku

Deskripsi Varietas 2018
Prosiding Padi 2017 Buku 2 Bagian 2
Prosiding Padi 2017 Buku 2 Bagian 1
Prosiding Padi 2017 Buku 1 Bagian 2

Booklet, Leaflet, Poster

Seminar Nasional dan Gelar Teknologi Varietas Unggul Padi Terbaru
Varietas Padi Green Super Rice (GSR): Inpari 43 Agritan GSR
Varietas Padi Green Super Rice (GSR): Inpari 42 Agritan GSR
Sistem Bubu Perangkap Tikus TBS dan LTBS 2015

Jajak Pendapat

Dari 6 konten website BBPADI berikut ini, apa yang menjadi konten favorit anda?

Berita - 37.4%
Galeri Foto - 22%
Galeri Video - 12.1%
Kliping Padi - 13.2%
Publikasi - 4.4%
Tahukah Anda - 11%
The voting for this poll has ended on: 01 Des 2017 - 00:00

Infografis

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Keunggulan Varietas Tarabas
Varietas Unggul Baru Untuk Agroekosistem Tertentu
Pengendalian Virus Kerdil
Fakta Tentang Wereng: Wereng Batang Coklat
Padi adalah Kehidupan

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Sosial Media

Statistik Website

Hari ini916
Hari kemarin2387
Minggu ini5596
Bulan ini37368
Jumlah Pengunjung1747371
Online sekarang
35

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Varietas Inpari Bakal Menggeser Ciherang di Serdang Bedagai

Desa Melati 2, merupakan salah satu Desa di Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, dengan luas baku lahan sawah kurang lebih 934 ha. Keakraban dan kebersamaan warga yang mayoritas petani, terlihat dari aktivitas gotong-royong warga desa tersebut.

Untuk menuju Desa ini bisa ditempuh selama 1 jam dari ibukota Sumatera Utara, dengan infrastruktur jalan yang bagus, dan pemandangan kebun kelapa sawit disepanjang kiri kanan jalan.

Dalam rangka mempercepat proses diseminasi agar inovasi cepat sampai ke petani, pada tahun ini, Balai Besar Penelitian Tanaman Padi melaksanakan kegiatan demfarm dengan teknologi jarwo seluas 62 ha. didesa yang keseharianya kental dengan Bahasa jawa itu.

Alasan desa tersebut dijadikan tempat dilaksanakanya demfarm dengan pertimbangan lahan baku sawah yang cukup luas dan merupakan wilayah yang punya kontribusi sebagai penopang produksi padi di Sumatera Utara sebesar 10%.

Memasuki musim MT dua 2018, tim demfarm BB Padi bekerjasama dengan Dinas Pertanian setempat dan BPTP Sumut melakukan sosialisasi program dan meyakinkan petani dengan menawarkan program budidaya padi dengan teknologi jarwo super.

Bukan hal yang mudah untuk bisa meyakinkan petani yang belum terbiasa bercocok tanam dengan teknologi untuk beralih dengan teknologi baru.

Perlahan namun pasti, dengan kesabaran dan ketelatenan peneliti, penyuluh sebagai pendamping selama satu musim akhirnya kekawatiran dan kecemasan petani kejawab sudah setelah terbukti bisa panen padi dengan produksi tinggi. (24/08/2018)

Sebanayak 6 varietas unggul baru produksi hasil tinggi (Inpari 30, Inpari 32, Inpari 33, Mekongga, Inpari 42 GSR dan Inpari 43 GSR) ditanam dengan anjuran teknologi budidaya jarwo super. Satu persatu dan tahap demi taham petani diajarkan mengenal sekaligus mempraktekan komponen teknologi tersebut seperti: penggunaan varietas unggul baru bersertifikat, penggunaan biodekomposer, aplikasi pupuk hayati, pengendalian organisme pengganggu tanaman yang benar, dan penggunaan alat tanam jarwo transplanter maupun alat panen combine harverter.

Andi salah satu pemilik lahan seluar 35 rantai (1 rantai = 400m2), mengungkapkan kepuasanya setelah padi Inpari 33 yang Ia tanam bisa dipanen dengan hasil panen ubinan 9,7 t/ha.

“Dari dulu saya tanam Serang (sebutan untuk varietas Ciherang didaerah tersebut) dan hasilnya rata-rata 6-7 t/ha, tetapi setelah tanam varietas Inpari dengan teknologi jarwo super, sekarang saya bisa panen sampai 9 t/ha.” ungkap Andi dihadapan Bupati Serdang Bedagai, Kepala BB Padi dan para peserta temu lapang.

Awalnya Ia dan petani lain ragu ragu saat petugas dari BB Padi dan penyuluh melakukan sosialisasi teknologi ke desanya, namun sekarang saya puas dengan hasil tinggi yang tidak pernah terjadi pada panen-panen sebelumnya, imbuh Andi.

Secara umum hasil ubinan yang dilakukan oleh tim BB Padi, menunjukkan hasil sebagai berikut: Inpari 32 sebesar 8,3 t/ha GKP, Inpari 33 sebesar 9,7 t/ha GKP, Mekongga 7,7 t/ha GKP dan varietas pembanding Ciherang mengasilkan 7,8 t/ha GKP.

Kegembiraan para petani nampak jelas terlihat saat acara panen dan temu lapang didesanya dihadiri Bupati Serdang Bedagai Ir. Soekirman, Kepala BB Padi Dr. Priatna, Kepala Puslitbang Tanaman Pangan, Kepada Dinas Pertanian setempat, perwakilan dari Direktorat Akabi, peneliti dan penyuluh BPTP Sumut, penyuluh dinas pertanian, dan petani perserta kurang lebih 300 peserta.

Dengan melihat hasil panen yang memuaskan, petani desa Melati berkeinginan untuk terus mengembangan varietas unggul pengganti Ciherang yang saat ini sudah rentan terhadap hama dan penyakit.

Selain itu, petani bertekad untuk menggeser varietas Ciherang dengan Varietas Inpari yang lebih tahan serangan hama penyakit sekaligus ingin mewujudkan desa Melati sebagai penyedia benih unggul bersertifikat guna mendongkrak produksi padi nasional menuju swasembada dan swasembada berkelanjutan. (Shr)

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi