SEKALI MERENGKUH DAYUNG, DUA VARIETAS GSR SAMPAI KE LAHAN PETANI SAMBAS KALIMANTAN BARAT

Kabupaten Sambas merupakan salah satu wilayah di Provinsi Kalimantan Barat. Secara administratif kewilayahan Kabupaten Sambas memiliki 19 kecataman. Salah satu kecamatan yang menjadi penghasil padi terbanyak adalah Kecamatan Selakau Timur dengan luas lahan baku seluas  2.835 ha dan pada tahun 2018 kabupaten tersebut menempati posisi teratas dalam pencapaian luas tambah tanam sebesar 9.000 ha dari total target 15.000 ha.

Dr. Yudistira Nugraha selaku penanggung jawab LO di Kabupaten ini merasa bangga atas capain Luas Tambah Tanam  (LTT) sehingga produksi padi bisa terus ditingkatkan.

Selain peningkatan produksi melalui perluasan luas tambah tanam, pada tahun 2018 Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian melalui Balai Besar Penelitian Tanaman Padi melakukan kegiatan program demfarm dilahan seluas 30 ha di Desa Gelik, Kec. Selakau Timur, Kab. Sambas. Tujuan dilaksanakan kegiatan tersebut adalah transfer hasil inovasi teknologi khususnya adopsi varietas Inpari 42 GSR dan Inpari 43 GSR kepada masyarakat petani lahan tadah hujan.

Kedua varietas tersebut dikenalkan kepada petani Kec. Selakau bukan tanpa alasan, kedua varietas tersebut mempunyai keunggulan tahan terhadap serangan wereng batang coklat dan blas yang menjadi kendala produksi diwilayah endemis kedua hama penyakit tersebut.

Pada beberapa musim sebelumnya petani selalu menanam berbagai varietas tetapi selalu mengalami masalah produksi akibat serangan hama wereng dan blas. Dengan hadirnya varietas Inpari 42 GSR dan Inpari 43 GSR petani menyambut baik.

Katijo, salah satu petani diwilayah tersebut menyampaikan pengalamanya selama menanam varietas tersebut. Ia mengatakan selama menanam Inpari 42 dan Inpari 43 banyak diuntungkan karena selain lebih tahan blas,  bisa tanam padi dengan input produksi rendah dan hasil yang memuaskan. Bahkan pemupukan yang diberikan pun bisa dihemat 25% dibanding pemupukan pada tanaman padi varietas lain.

Dadang Selaku Kepala BPP Kab. Selakau melaporkan bahwa luas lahan tadah hujan pada kegiatan denfarm ini adalah 30 ha, system tanam yang diterapkan jajar legowo 4:1 dengan dukungan budidaya jarwo super.  Hasil panen ubinan Inpari 43 GSR sebesar 7,5 t/ha.  Dari hasil panen musim ini semuanya dijadikan benih bersertifikat dengan label ungu agar bisa dikembangkan pada musim berikutnya.

Selain itu, Dr. Suprihanto selaku Kabid KSPHP BB PADI, berpesan tentang pentingnya memutus siklus hama diwilayah endemis dengan melakukan pergiliran varietas seperti yang telah dilakukan para petani Selakau Timur.  Pergiliran varietas yang telah dilakukan para petani setempat telah terbukti pertanaman aman dari serangan hama dan penyakit yang selama ini dikawatirkan petani. (Shr)

Archive

Panduan Teknis

Teknik Ubinan
Daftar Periksa Budidaya Padi Sawah Lahan Irigasi (Indonesia Rice Check)
Jajar Legowo Super
Panduan Teknologi Budidaya Padi Tanam Benih Langsung (TABELA)

Buku

Deskripsi Varietas 2018
Prosiding Padi 2017 Buku 2 Bagian 2
Prosiding Padi 2017 Buku 2 Bagian 1
Prosiding Padi 2017 Buku 1 Bagian 2

Booklet, Leaflet, Poster

Seminar Nasional dan Gelar Teknologi Varietas Unggul Padi Terbaru
Varietas Padi Green Super Rice (GSR): Inpari 43 Agritan GSR
Varietas Padi Green Super Rice (GSR): Inpari 42 Agritan GSR
Sistem Bubu Perangkap Tikus TBS dan LTBS 2015

Jajak Pendapat

Dari 6 konten website BBPADI berikut ini, apa yang menjadi konten favorit anda?

Berita - 37.4%
Galeri Foto - 22%
Galeri Video - 12.1%
Kliping Padi - 13.2%
Publikasi - 4.4%
Tahukah Anda - 11%
The voting for this poll has ended on: 01 Des 2017 - 00:00

Infografis

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Keunggulan Varietas Tarabas
Varietas Unggul Baru Untuk Agroekosistem Tertentu
Pengendalian Virus Kerdil
Fakta Tentang Wereng: Wereng Batang Coklat
Padi adalah Kehidupan

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Sosial Media

Statistik Website

Hari ini932
Hari kemarin2387
Minggu ini5612
Bulan ini37384
Jumlah Pengunjung1747387
Online sekarang
41

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

SEKALI MERENGKUH DAYUNG, DUA VARIETAS GSR SAMPAI KE LAHAN PETANI SAMBAS KALIMANTAN BARAT

Kabupaten Sambas merupakan salah satu wilayah di Provinsi Kalimantan Barat. Secara administratif kewilayahan Kabupaten Sambas memiliki 19 kecataman. Salah satu kecamatan yang menjadi penghasil padi terbanyak adalah Kecamatan Selakau Timur dengan luas lahan baku seluas  2.835 ha dan pada tahun 2018 kabupaten tersebut menempati posisi teratas dalam pencapaian luas tambah tanam sebesar 9.000 ha dari total target 15.000 ha.

Dr. Yudistira Nugraha selaku penanggung jawab LO di Kabupaten ini merasa bangga atas capain Luas Tambah Tanam  (LTT) sehingga produksi padi bisa terus ditingkatkan.

Selain peningkatan produksi melalui perluasan luas tambah tanam, pada tahun 2018 Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian melalui Balai Besar Penelitian Tanaman Padi melakukan kegiatan program demfarm dilahan seluas 30 ha di Desa Gelik, Kec. Selakau Timur, Kab. Sambas. Tujuan dilaksanakan kegiatan tersebut adalah transfer hasil inovasi teknologi khususnya adopsi varietas Inpari 42 GSR dan Inpari 43 GSR kepada masyarakat petani lahan tadah hujan.

Kedua varietas tersebut dikenalkan kepada petani Kec. Selakau bukan tanpa alasan, kedua varietas tersebut mempunyai keunggulan tahan terhadap serangan wereng batang coklat dan blas yang menjadi kendala produksi diwilayah endemis kedua hama penyakit tersebut.

Pada beberapa musim sebelumnya petani selalu menanam berbagai varietas tetapi selalu mengalami masalah produksi akibat serangan hama wereng dan blas. Dengan hadirnya varietas Inpari 42 GSR dan Inpari 43 GSR petani menyambut baik.

Katijo, salah satu petani diwilayah tersebut menyampaikan pengalamanya selama menanam varietas tersebut. Ia mengatakan selama menanam Inpari 42 dan Inpari 43 banyak diuntungkan karena selain lebih tahan blas,  bisa tanam padi dengan input produksi rendah dan hasil yang memuaskan. Bahkan pemupukan yang diberikan pun bisa dihemat 25% dibanding pemupukan pada tanaman padi varietas lain.

Dadang Selaku Kepala BPP Kab. Selakau melaporkan bahwa luas lahan tadah hujan pada kegiatan denfarm ini adalah 30 ha, system tanam yang diterapkan jajar legowo 4:1 dengan dukungan budidaya jarwo super.  Hasil panen ubinan Inpari 43 GSR sebesar 7,5 t/ha.  Dari hasil panen musim ini semuanya dijadikan benih bersertifikat dengan label ungu agar bisa dikembangkan pada musim berikutnya.

Selain itu, Dr. Suprihanto selaku Kabid KSPHP BB PADI, berpesan tentang pentingnya memutus siklus hama diwilayah endemis dengan melakukan pergiliran varietas seperti yang telah dilakukan para petani Selakau Timur.  Pergiliran varietas yang telah dilakukan para petani setempat telah terbukti pertanaman aman dari serangan hama dan penyakit yang selama ini dikawatirkan petani. (Shr)

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi