Temu Lapangan

Kegiatan temu lapang ini merupakan temu lapang yang kedua sejak dua tahun terakhir, dimana pada tahun 2010 telah dilaksanakan dilokasi yang sama. Kegiatan ini merupakan kerjasama antara BB Padi dengan petani atau kelompok tani yang inovatif di wilayah Desa Mernek, Kecamatan Maos, Kabupaten Cilacap terhadap perkembangan teknologi baik budidaya maupun varietas unggul baru baik inbrida ataupun hibrida, dalam hal ini Kelompok Tani Mugi Mulyo. Kegiatan tersebut berawal dari demplot padi hibrida yang sebelumnya dilaksanakan oleh Balai Besar Penelitian Tanaman Padi tetapi sejak empat musim terakhit ini petani telah melalukan pertanaman atas inisiativ sendiri dengan skala luas. Untuk wilayah desa Mernek, Kec. Maos, Kab Cilacapa sendiri sebanyak 7 varietas unggul hibrida (Maro, Hipa 8, Hipa 10 Hipa 11, Mapan P 05n......... ditanam pada luasan lebih kerang 15,0 ha dan varietas inbrida yang popular ditanam petani adalah Logawa, Situ Bagendit, Mekongga, Inpari 10 dan Inpari 13. Hasil demontrasi yang dilaksanakan oleh Kelompok Tani Mugi Mulyo di Desa Mernek, Kecamatan Maos Kabupaten Cilacap, akhirnya membuahkan hasil yang sangat menggembirakan, serta atas inisiatif kelompok tani dilakukan temu lapang. Hal ini terbukti dari pengamatan di lapangan oleh tim peneliti dari BB Padi yang secara rutin dilakukan di daerah tersebut selama dalam beberapa musim tanam dan dari hasil diskusi dengan petani gapoktan pada saat acara temu lapang padi hibrida dilaksanakan. Kegiatan temu lapang yang dilaksanakan oleh gapoktan Tani Mugi Mulyo di Desa Mernek, Kecamatan Maos, Kabupaten Cilacap bekerjasama dengan Swasta produsen benih padi hibrida maupun pestisida diantaranya adalah PT MKD, PT Duppon, PT Petro Kimia Gresik, PT, Prima Seed. Temu lapang padi hibrida yang dilaksanakan oleh kelompok tani Mugi Mulyo sangat bermanfaat dan memberi pencerahan baru untuk para petani yang hadir antara lain, dalam hal budidaya padi hibrida tersebut. Kegiatan Temu lapang tersebut merupakan salah satu kegiatan dari petani SL-PTT padi hibrida Swakarsa, PPL Kecamatan Maos dengan tujuan untuk antara lain untuk mempercepat proses sosialisasi serta adopsi inovasi dan teknologi padi baru khususnya varietas unggul baru hibrida di Provinsi Jawa Tengah. Sekaligus mensosialisasikan dan memantapkan petani untuk tidak ragu-ragu lagi menanam padi hibrida. Hadir dalam pertemuan tersebut Camat Kec. Maos, aparat desa setempat, pejabat dari Dinas Pertanian, peneliti dari BB Padi, perwakilan dari produsen benih swasta, dan 200 petani di wilayah Kecamatan Maos. Di Cilacap rata-rata hasil penanaman varietas padi hibrida Hipa 8 dicapai berkisar 10,12 ton/ha GKP, sedangkan hasil varietas logawa yang popular ditanam petani Maos berkisal 8,00 ton/ha GKP yang ditanam oleh petani bpk. Waluyo. Padi hibrida mempunyai potensi hasil lebih tinggi dibandingkan dengan varietas padi inbrida. Oleh sebab itu, tingkat hasil yang dapat dicapai padi hibrida dengan pemanfaatan teknik budi daya yang sesuai akan lebih tinggi dibandingkan dengan padi inbrida.Demonstrasi di lapangan penerapan teknologi budidaya padi hibrida yang dilakukan dalam rangka sosialisasi di Desa Mernek, Kecamatan Maos, Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah dengan model pendekatan pengeloaan tanaman terpadu. Dimana model Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) merupakan upaya dalam peningkatan produktivitas padi melalui pengelolaan lahan, air, tanaman dan OPT secara terpadu dan berkelanjutan. Kegiatan pengelolaan tanaman secara terpadu pada SL-PTT tersebut merupakan salah satu andalan teknologi yang dikembangkan oleh Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi). Dalam pelaksanaanya petani telah melakukan pertanaman padi hibrida seluas 15,0 Ha, tersebar di desa Mernek Kecamatan Maos. Hasil uji coba pengembangan padi hibrida yang ditanam petani memberikan hasil lebih tinggi 1,00 – 2,00 ton/ha dibanding varietas pembanding inbrida Logawa maupun Inpari 10. Bahkan di lokasi tersebut rata-rata hasil padi hibrida bisa mencapai >9 ton/ha. Kegiatan gelar teknologi padi di Mernek yang diinisiasi petani yang di dukung peneliti Padi dari BB Padi dan Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap bertujuan antara lain untuk mempercepat proses sosialisasi serta adopsi inovasi dan teknologi padi baru khususnya varietas unggul baru hibrida di Provinsi Jawa Tengah. Selain itu untuk memperoleh masukan berupa umpan balik teknologi yang dibutuhkan oleh petani dan pengguna lainnya khususnya pada kegiatan Temu Lapang yang diselenggarakan kelompok tani Mugi Mulyo Kecamatan Mernek, Kabupaten Cilacap. Dari hasil wawancara tim peneliti BB Padi dengan beberapa petani hibrida di Desa Mernek, Kecamatan Maos, Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah dapat disimpulkan sebagai berikut : Petani merasa sangat diuntungan karena dengan tanam padi hibrida bisa meningkatkan produksi hingga 1,00 – 2,00 ton/ha GKP. Selain produksi yang tinggi, padi hibrida memiliki tekstur nasi yang sangat pulen Adanya statment petani yang selama ini menilai padi hibrida sulit dikembangkan, tidak terbukti dan kenyataannya petani malah lebih diuntungkan, karena hasil panen padi hibrida tidak sulit dijual, bahkan pembeli gabah sudah pesan terlebih dahulu kepada petani Petani di desa tersebut sangat mengharapkan benih hibrida dapat diperoleh dengan cepat sesuai kebutuhan, bahkan petani tidak mempermasalahkan dengan harga yang lebih mahal dibanding varietas inbrida.

Archive

Panduan Teknis

Teknik Ubinan
Daftar Periksa Budidaya Padi Sawah Lahan Irigasi (Indonesia Rice Check)
Jajar Legowo Super
Panduan Teknologi Budidaya Padi Tanam Benih Langsung (TABELA)

Buku

Deskripsi Varietas 2017
Laporan Tahunan 2015
Prosiding Padi 2016 Buku 2
Prosiding Padi 2016 Buku 1

Booklet, Leaflet, Poster

Seminar Nasional dan Gelar Teknologi Varietas Unggul Padi Terbaru
Varietas Padi Green Super Rice (GSR): Inpari 43 Agritan GSR
Varietas Padi Green Super Rice (GSR): Inpari 42 Agritan GSR
Sistem Bubu Perangkap Tikus TBS dan LTBS 2015

Jajak Pendapat

Dari 6 konten website BBPADI berikut ini, apa yang menjadi konten favorit anda?

Berita - 37.4%
Galeri Foto - 22%
Galeri Video - 12.1%
Kliping Padi - 13.2%
Publikasi - 4.4%
Tahukah Anda - 11%
The voting for this poll has ended on: 01 Des 2017 - 00:00

Infografis

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Pengendalian Virus Kerdil
Fakta Tentang Wereng: Wereng Batang Coklat
Padi adalah Kehidupan
Segengam Malai Padi akan ku bawa dan tanam di tanah Papua
PENAS XV 2017 Aceh "Padi tumbuh subur dilahan suboptimal"

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Sosial Media

Statistik Website

Hari ini444
Hari kemarin2426
Minggu ini5099
Bulan ini21724
Jumlah Pengunjung1070071
Online sekarang
45

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Temu Lapangan

Kegiatan temu lapang ini merupakan temu lapang yang kedua sejak dua tahun terakhir, dimana pada tahun 2010 telah dilaksanakan dilokasi yang sama. Kegiatan ini merupakan kerjasama antara BB Padi dengan petani atau kelompok tani yang inovatif di wilayah Desa Mernek, Kecamatan Maos, Kabupaten Cilacap terhadap perkembangan teknologi baik budidaya maupun varietas unggul baru baik inbrida ataupun hibrida, dalam hal ini Kelompok Tani Mugi Mulyo. Kegiatan tersebut berawal dari demplot padi hibrida yang sebelumnya dilaksanakan oleh Balai Besar Penelitian Tanaman Padi tetapi sejak empat musim terakhit ini petani telah melalukan pertanaman atas inisiativ sendiri dengan skala luas. Untuk wilayah desa Mernek, Kec. Maos, Kab Cilacapa sendiri sebanyak 7 varietas unggul hibrida (Maro, Hipa 8, Hipa 10 Hipa 11, Mapan P 05n......... ditanam pada luasan lebih kerang 15,0 ha dan varietas inbrida yang popular ditanam petani adalah Logawa, Situ Bagendit, Mekongga, Inpari 10 dan Inpari 13. Hasil demontrasi yang dilaksanakan oleh Kelompok Tani Mugi Mulyo di Desa Mernek, Kecamatan Maos Kabupaten Cilacap, akhirnya membuahkan hasil yang sangat menggembirakan, serta atas inisiatif kelompok tani dilakukan temu lapang. Hal ini terbukti dari pengamatan di lapangan oleh tim peneliti dari BB Padi yang secara rutin dilakukan di daerah tersebut selama dalam beberapa musim tanam dan dari hasil diskusi dengan petani gapoktan pada saat acara temu lapang padi hibrida dilaksanakan. Kegiatan temu lapang yang dilaksanakan oleh gapoktan Tani Mugi Mulyo di Desa Mernek, Kecamatan Maos, Kabupaten Cilacap bekerjasama dengan Swasta produsen benih padi hibrida maupun pestisida diantaranya adalah PT MKD, PT Duppon, PT Petro Kimia Gresik, PT, Prima Seed. Temu lapang padi hibrida yang dilaksanakan oleh kelompok tani Mugi Mulyo sangat bermanfaat dan memberi pencerahan baru untuk para petani yang hadir antara lain, dalam hal budidaya padi hibrida tersebut. Kegiatan Temu lapang tersebut merupakan salah satu kegiatan dari petani SL-PTT padi hibrida Swakarsa, PPL Kecamatan Maos dengan tujuan untuk antara lain untuk mempercepat proses sosialisasi serta adopsi inovasi dan teknologi padi baru khususnya varietas unggul baru hibrida di Provinsi Jawa Tengah. Sekaligus mensosialisasikan dan memantapkan petani untuk tidak ragu-ragu lagi menanam padi hibrida. Hadir dalam pertemuan tersebut Camat Kec. Maos, aparat desa setempat, pejabat dari Dinas Pertanian, peneliti dari BB Padi, perwakilan dari produsen benih swasta, dan 200 petani di wilayah Kecamatan Maos. Di Cilacap rata-rata hasil penanaman varietas padi hibrida Hipa 8 dicapai berkisar 10,12 ton/ha GKP, sedangkan hasil varietas logawa yang popular ditanam petani Maos berkisal 8,00 ton/ha GKP yang ditanam oleh petani bpk. Waluyo. Padi hibrida mempunyai potensi hasil lebih tinggi dibandingkan dengan varietas padi inbrida. Oleh sebab itu, tingkat hasil yang dapat dicapai padi hibrida dengan pemanfaatan teknik budi daya yang sesuai akan lebih tinggi dibandingkan dengan padi inbrida.Demonstrasi di lapangan penerapan teknologi budidaya padi hibrida yang dilakukan dalam rangka sosialisasi di Desa Mernek, Kecamatan Maos, Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah dengan model pendekatan pengeloaan tanaman terpadu. Dimana model Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) merupakan upaya dalam peningkatan produktivitas padi melalui pengelolaan lahan, air, tanaman dan OPT secara terpadu dan berkelanjutan. Kegiatan pengelolaan tanaman secara terpadu pada SL-PTT tersebut merupakan salah satu andalan teknologi yang dikembangkan oleh Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi). Dalam pelaksanaanya petani telah melakukan pertanaman padi hibrida seluas 15,0 Ha, tersebar di desa Mernek Kecamatan Maos. Hasil uji coba pengembangan padi hibrida yang ditanam petani memberikan hasil lebih tinggi 1,00 – 2,00 ton/ha dibanding varietas pembanding inbrida Logawa maupun Inpari 10. Bahkan di lokasi tersebut rata-rata hasil padi hibrida bisa mencapai >9 ton/ha. Kegiatan gelar teknologi padi di Mernek yang diinisiasi petani yang di dukung peneliti Padi dari BB Padi dan Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap bertujuan antara lain untuk mempercepat proses sosialisasi serta adopsi inovasi dan teknologi padi baru khususnya varietas unggul baru hibrida di Provinsi Jawa Tengah. Selain itu untuk memperoleh masukan berupa umpan balik teknologi yang dibutuhkan oleh petani dan pengguna lainnya khususnya pada kegiatan Temu Lapang yang diselenggarakan kelompok tani Mugi Mulyo Kecamatan Mernek, Kabupaten Cilacap. Dari hasil wawancara tim peneliti BB Padi dengan beberapa petani hibrida di Desa Mernek, Kecamatan Maos, Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah dapat disimpulkan sebagai berikut : Petani merasa sangat diuntungan karena dengan tanam padi hibrida bisa meningkatkan produksi hingga 1,00 – 2,00 ton/ha GKP. Selain produksi yang tinggi, padi hibrida memiliki tekstur nasi yang sangat pulen Adanya statment petani yang selama ini menilai padi hibrida sulit dikembangkan, tidak terbukti dan kenyataannya petani malah lebih diuntungkan, karena hasil panen padi hibrida tidak sulit dijual, bahkan pembeli gabah sudah pesan terlebih dahulu kepada petani Petani di desa tersebut sangat mengharapkan benih hibrida dapat diperoleh dengan cepat sesuai kebutuhan, bahkan petani tidak mempermasalahkan dengan harga yang lebih mahal dibanding varietas inbrida.

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi