Mentari Pagi di Subak Tajen Siap Menyambut 400 Delegasi dari Berbagai Negara

Kesiapan Tuan Rumah pada Gelar Teknologi Padi Hibrida di Bali

The International Hybrid Rice Symposium (IHRS) merupakan salah satu even besar yang mempertemukan institusi pemerintah dan swasta dari sejumlah negara anggota Hybrid Rice Development Consortium dalam rangka pengembangan padi hibrida.

Kali pertama Indonesia akan menjadi tuan rumah untuk kegiatan ini. Sebanyak 400 delegasi baik dari lembaga penelitian, pengembangan, atau perusahaan swasta dari berbagai negara diharapkan hadir untuk mengikuti acara ini. Tak berlebihan kiranya bila even ini dapat menjadi salah satu wadah untuk mempromosikan berbagai produk varietas hibrida dari Indonesia pada umumnya dan produk Balitbangtan khususnya.

Sebagai tuan rumah The International Hybrid Rice Symposium ke-7, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian telah mempersiapkan sebuah Gelar Teknologi Padi Hibrida sebagai salah satu dari rangkaian kegiatan IHRS. Dua belas varietas hibrida dari Indonesia, lima diantaranya produk Balitbangtan akan ditampilkan di lapangan dengan sistem tanam Jarwo Super. Subak Tajen, yang merupakan salah satu desa di kecamatan Panebel, kabupaten Tabanan Bali terpilih sebagai lokasi pelaksanaan gelar teknologi tersebut. Sistem irigasi Subak Bali, Indonesia, metode pengairan sawah tradisional di Bali yang terkenal dan ditetapkan oleh UNESCO sebagai warisan budaya dunia akan ditampilkan dengan cantik pada acara ini.

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi dibawah Balitbangtan selaku koordinator pelaksana kegiatan ini bekerja sama dengan Internatioanal Rice Research Institute (IRRI), BPTP Bali, Dinas Pertanian Prov. Bali serta Dispertan Kab. Tabanan telah menanam padi hibrida dengan total 50 ha di Subak Tajen. Saat ini pertanaman dalam kondisi optimal pada fase vegetatif. Diharapkan saat acara nanti tiba, pertanaman telah sampai masak sehingga dapat menampilkan keragaan yang terbaik. (YW/Shr)

Koordinasi penelitian dengan petani, BPTP Bali, dan Dinas terkait dengan Dr. Jauhar Ali dari IRRI

 

Kondisi pertanaman padi hibrida pada fase vegetatif

Archive

Panduan Teknis

Jajar Legowo Super
Panduan Teknologi Budidaya Padi Tanam Benih Langsung (TABELA)
Panduan Teknologi Budidaya Padi SRI
Panduan Teknologi Budidaya Padi SALIBU

Buku

Deskripsi Varietas 2017
Laporan Tahunan 2015
Prosiding Padi 2016 Buku 2
Prosiding Padi 2016 Buku 1

Booklet, Leaflet, Poster

Seminar Nasional dan Gelar Teknologi Varietas Unggul Padi Terbaru
Varietas Padi Green Super Rice (GSR): Inpari 43 Agritan GSR
Varietas Padi Green Super Rice (GSR): Inpari 42 Agritan GSR
Sistem Bubu Perangkap Tikus TBS dan LTBS 2015

Jajak Pendapat

Dari 6 konten website BBPADI berikut ini, apa yang menjadi konten favorit anda?

Infografis

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Pengendalian Virus Kerdil
Fakta Tentang Wereng: Wereng Batang Coklat
Padi adalah Kehidupan
Segengam Malai Padi akan ku bawa dan tanam di tanah Papua
PENAS XV 2017 Aceh "Padi tumbuh subur dilahan suboptimal"

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Sosial Media

Statistik Website

Hari ini277
Hari kemarin1841
Minggu ini277
Bulan ini48457
Jumlah Pengunjung966450
Online sekarang
31

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Mentari Pagi di Subak Tajen Siap Menyambut 400 Delegasi dari Berbagai Negara

Kesiapan Tuan Rumah pada Gelar Teknologi Padi Hibrida di Bali

The International Hybrid Rice Symposium (IHRS) merupakan salah satu even besar yang mempertemukan institusi pemerintah dan swasta dari sejumlah negara anggota Hybrid Rice Development Consortium dalam rangka pengembangan padi hibrida.

Kali pertama Indonesia akan menjadi tuan rumah untuk kegiatan ini. Sebanyak 400 delegasi baik dari lembaga penelitian, pengembangan, atau perusahaan swasta dari berbagai negara diharapkan hadir untuk mengikuti acara ini. Tak berlebihan kiranya bila even ini dapat menjadi salah satu wadah untuk mempromosikan berbagai produk varietas hibrida dari Indonesia pada umumnya dan produk Balitbangtan khususnya.

Sebagai tuan rumah The International Hybrid Rice Symposium ke-7, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian telah mempersiapkan sebuah Gelar Teknologi Padi Hibrida sebagai salah satu dari rangkaian kegiatan IHRS. Dua belas varietas hibrida dari Indonesia, lima diantaranya produk Balitbangtan akan ditampilkan di lapangan dengan sistem tanam Jarwo Super. Subak Tajen, yang merupakan salah satu desa di kecamatan Panebel, kabupaten Tabanan Bali terpilih sebagai lokasi pelaksanaan gelar teknologi tersebut. Sistem irigasi Subak Bali, Indonesia, metode pengairan sawah tradisional di Bali yang terkenal dan ditetapkan oleh UNESCO sebagai warisan budaya dunia akan ditampilkan dengan cantik pada acara ini.

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi dibawah Balitbangtan selaku koordinator pelaksana kegiatan ini bekerja sama dengan Internatioanal Rice Research Institute (IRRI), BPTP Bali, Dinas Pertanian Prov. Bali serta Dispertan Kab. Tabanan telah menanam padi hibrida dengan total 50 ha di Subak Tajen. Saat ini pertanaman dalam kondisi optimal pada fase vegetatif. Diharapkan saat acara nanti tiba, pertanaman telah sampai masak sehingga dapat menampilkan keragaan yang terbaik. (YW/Shr)

Koordinasi penelitian dengan petani, BPTP Bali, dan Dinas terkait dengan Dr. Jauhar Ali dari IRRI

 

Kondisi pertanaman padi hibrida pada fase vegetatif

Galeri Video

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi