Teknologi Jajar Legowo Super dengan Varietas Tahan Tungro Inpari 36 dan Inpari 37 Lanrang

Dalam upaya mendukung program pemerintah, Kementerian Pertanian melalui Badan Litbang Pertanian terus berupaya meningkatkan produksi padi melalui berbagai upaya inovasi teknologi pertanian.

Loka Penelitian Penyakit Tungro selaku Unit Kerja dibawah Puslitbang Tanaman Pangan berupaya mendukung upaya tersebut melalui perakitan varietas tahan tungro serta teknologi pendukungnya.

Pada tahun 2015 Lolittungro menghasilkan Inpari 36 Lanrang dan Inpari 37 Lanrang yang merupakan Varietas Unggul Baru (VUB) tahan tungro, setelah sebelumnya Badan Litbang Pertanian juga telah memiliki VUB tahan tungro Inpari 7 Lanrang, Inpari 8 dan Inpari 9 Elo yang dilepas pada tahun 2007.

Sidenreng Rappang (Sidrap) merupakan salah satu lumbung pangan di Sulawesi Selatan, luas lahan baku sawah mencapai 48.117 ha. Pada tahun 2015, produksi padi Sidrap mencapai 542.052 ton dengan produktivitas 6,34 ton per hektar, naik dari produksi pada 2014 yang hanya sebesar 488.883 ton.

Walaupun produktivitas padi di Kabupaten Sidrap diatas rata-rata nasional, namun demikin potensi gangguan hama dan penyakit yang menyerang pertanaman sangat rentan terjadi mengakibatkan penurunan produksi, diketahui bersama bahwasanya wilayah Sidrap merupakan salah satu daerah endemis tungro. Penggunaan varietas tahan merupakan salah satu teknologi paling efektif untuk mengendalikan tungro.

Badan Litbang Pertanian mengeluarkan varietas tahan tungro Inpari 36 Lanrang dan Inpari 37 Lanrang sebagai varietas terbaru tahan tungro, selain itu secara umum penggunaan budidaya jajar legowo dibandingkan dengan cara tanam konvesional memberikan tekanan kepada wereng hijau sebagai vektor pembawa virus tungro untuk memencar diantara tanaman.

Penerapan teknologi ini dapat menekan sebaran penyakit tungro di lapangan. Paket teknologi varietas tahan tungro Inpari 36 Lanrang dan Inpari 37 Lanrang (disingkat Taro 36/37) bersama dengan teknologi jajar legowo super (Jarwo Super) yang saat ini telah terbukti meningkatkan produktivitas tanaman padi menjadi alternatif paket teknologi yang dikembangkan oleh Lolittungro.

Penggunaan paket teknologi Jarwo Super beserta komponen pendukung diantaranyapemberian biodekomposer, pemberian pupuk hayati, penggunaan pestisida nabati Bio Protector, serta penggunaan alat mekanisasi pertanian modern (transplanter maupun combineharvester) tetap dilakukan dalam satu paket teknologi ini.

Pada kegiatan panen perdana dan temu lapang Jarwo Super dengan Taro 36/37 direncanakan akan dilaksanakan ubinan oleh BPS melibatkan penyuluh dari Dinas Pertanian. Rata-rata produktivitas Inpari 36 Lanrang dan Inpari 37 Lanrang yaitu 7,6 dan 6,3 ton/ha, sedangkan potensi hasil Inpari 36 Lanrang mencapai 10,0 ton/ha sementara Inpari 37 Lanrang mencapai 9,1 ton/ha. Penambahan input teknologi Jajar Legowo super serta input pendukung lainnya diperkirakan akan mendongkrak produktivitas pertanaman di lapangan mendekati potensi hasilnya.

Sumber : Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan

Archive

Panduan Teknis

Jajar Legowo Super
Panduan Teknologi Budidaya Padi Tanam Benih Langsung (TABELA)
Panduan Teknologi Budidaya Padi SRI
Panduan Teknologi Budidaya Padi SALIBU

Buku

Deskripsi Varietas 2017
Laporan Tahunan 2015
Prosiding Padi 2016 Buku 2
Prosiding Padi 2016 Buku 1

Booklet, Leaflet, Poster

Seminar Nasional dan Gelar Teknologi Varietas Unggul Padi Terbaru
Varietas Padi Green Super Rice (GSR): Inpari 43 Agritan GSR
Varietas Padi Green Super Rice (GSR): Inpari 42 Agritan GSR
Sistem Bubu Perangkap Tikus TBS dan LTBS 2015

Jajak Pendapat

Dari 6 konten website BBPADI berikut ini, apa yang menjadi konten favorit anda?

Infografis

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Pengendalian Virus Kerdil
Fakta Tentang Wereng: Wereng Batang Coklat
Padi adalah Kehidupan
Segengam Malai Padi akan ku bawa dan tanam di tanah Papua
PENAS XV 2017 Aceh "Padi tumbuh subur dilahan suboptimal"

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Sosial Media

Statistik Website

Hari ini135
Hari kemarin2143
Minggu ini4151
Bulan ini40345
Jumlah Pengunjung909622
Online sekarang
15

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Teknologi Jajar Legowo Super dengan Varietas Tahan Tungro Inpari 36 dan Inpari 37 Lanrang

Dalam upaya mendukung program pemerintah, Kementerian Pertanian melalui Badan Litbang Pertanian terus berupaya meningkatkan produksi padi melalui berbagai upaya inovasi teknologi pertanian.

Loka Penelitian Penyakit Tungro selaku Unit Kerja dibawah Puslitbang Tanaman Pangan berupaya mendukung upaya tersebut melalui perakitan varietas tahan tungro serta teknologi pendukungnya.

Pada tahun 2015 Lolittungro menghasilkan Inpari 36 Lanrang dan Inpari 37 Lanrang yang merupakan Varietas Unggul Baru (VUB) tahan tungro, setelah sebelumnya Badan Litbang Pertanian juga telah memiliki VUB tahan tungro Inpari 7 Lanrang, Inpari 8 dan Inpari 9 Elo yang dilepas pada tahun 2007.

Sidenreng Rappang (Sidrap) merupakan salah satu lumbung pangan di Sulawesi Selatan, luas lahan baku sawah mencapai 48.117 ha. Pada tahun 2015, produksi padi Sidrap mencapai 542.052 ton dengan produktivitas 6,34 ton per hektar, naik dari produksi pada 2014 yang hanya sebesar 488.883 ton.

Walaupun produktivitas padi di Kabupaten Sidrap diatas rata-rata nasional, namun demikin potensi gangguan hama dan penyakit yang menyerang pertanaman sangat rentan terjadi mengakibatkan penurunan produksi, diketahui bersama bahwasanya wilayah Sidrap merupakan salah satu daerah endemis tungro. Penggunaan varietas tahan merupakan salah satu teknologi paling efektif untuk mengendalikan tungro.

Badan Litbang Pertanian mengeluarkan varietas tahan tungro Inpari 36 Lanrang dan Inpari 37 Lanrang sebagai varietas terbaru tahan tungro, selain itu secara umum penggunaan budidaya jajar legowo dibandingkan dengan cara tanam konvesional memberikan tekanan kepada wereng hijau sebagai vektor pembawa virus tungro untuk memencar diantara tanaman.

Penerapan teknologi ini dapat menekan sebaran penyakit tungro di lapangan. Paket teknologi varietas tahan tungro Inpari 36 Lanrang dan Inpari 37 Lanrang (disingkat Taro 36/37) bersama dengan teknologi jajar legowo super (Jarwo Super) yang saat ini telah terbukti meningkatkan produktivitas tanaman padi menjadi alternatif paket teknologi yang dikembangkan oleh Lolittungro.

Penggunaan paket teknologi Jarwo Super beserta komponen pendukung diantaranyapemberian biodekomposer, pemberian pupuk hayati, penggunaan pestisida nabati Bio Protector, serta penggunaan alat mekanisasi pertanian modern (transplanter maupun combineharvester) tetap dilakukan dalam satu paket teknologi ini.

Pada kegiatan panen perdana dan temu lapang Jarwo Super dengan Taro 36/37 direncanakan akan dilaksanakan ubinan oleh BPS melibatkan penyuluh dari Dinas Pertanian. Rata-rata produktivitas Inpari 36 Lanrang dan Inpari 37 Lanrang yaitu 7,6 dan 6,3 ton/ha, sedangkan potensi hasil Inpari 36 Lanrang mencapai 10,0 ton/ha sementara Inpari 37 Lanrang mencapai 9,1 ton/ha. Penambahan input teknologi Jajar Legowo super serta input pendukung lainnya diperkirakan akan mendongkrak produktivitas pertanaman di lapangan mendekati potensi hasilnya.

Sumber : Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan

Berita Terbaru

Field Trip JIRCAS di Kebun Percobaan Muara Bogor

Berita Utama | 22-09-2017 | Hits:160

Field Trip JIRCAS di Kebun Percobaan Muara Bogor

Pompanisasi di Kebun Percobaan Pusakanagara

Berita Utama | 20-09-2017 | Hits:194

Pompanisasi di Kebun Percobaan Pusakanagara

Kebun Percobaan Muara Bogor Full Mekanisasi

Berita Utama | 18-09-2017 | Hits:200

Kebun Percobaan Muara Bogor Full Mekanisasi

Jerami Sebagai Bahan Organik

Info Teknologi | 12-09-2017 | Hits:771

Jerami Sebagai Bahan Organik

Jarak Tanam Menentukan Jumlah Populasi

Info Teknologi | 08-09-2017 | Hits:1147

Jarak Tanam Menentukan Jumlah Populasi

Tarabas, Beras Tipe Japonica Pertama Di Indonesia

Info Aktual | 07-09-2017 | Hits:565

Tarabas, Beras Tipe Japonica Pertama Di Indonesia

Tanam Padi Dengan Mempertimbangkan Ketersediaan Air

Info Teknologi | 06-09-2017 | Hits:359

Tanam Padi Dengan Mempertimbangkan Ketersediaan Air

Galeri Video

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi