Balitbangtan Harus Menjadi Garda Terdepan dalam Pengembangan dan Penerapan Teknologi Pertanian di Indonesia

Balitbangtan kembali menambah jumlah Profesor Risetnya menjadi 128 setelah pada Senin (14/8/2017) di Auditorium Ir. Sadikin Sumintawikarta, Bogor, dikukuhkan tiga profesor riset bidang budidaya dan produksi tanaman, ilmu tanah agroklimatologi dan hidrologi serta bidang hama dan penyakit tanaman.

Prof. Dr. Ir. I Nyoman Widiarta, M.Agr, pria kelahiran Karangasem, Bali, 5 Juli 1958 ini telah dikukuhkan sebagai profesor riset ke 128 dengan orasi berjudul “Reformulasi Paket Pengendalian Penyakit Tungro Terpadu pada Tanaman Padi dalam Era Revolusi Hijau Lestari”.

Dalam pidato orasi Prof. Nyoman menyampaikan bahwa konsep reformulasi pengendalian penyakit tungro terpadu ramah lingkungan berdasarkan epidemiologi virus dan dinamika populasi wereng hijau menggunakan berbagai teknologi pengendalian, mengutamakan penggunaan varietas tahan virus dan insektisida hayati yang diintegrasikan secara bertahap terbukti dapat menekan serangan tungro.

Menteri Pertanian dalam sambutan yang dibacakan oleh Kepala Balitbangtan Dr. Muhammad Syakir menegaskan dukungan pada konsep science based policy making, oleh karena itu Mentan terus mendorong agar Balitbangtan mengembangkan penelitian yang hasilnya siap untuk diimplementasikan.

“Balitbangtan harus menjadi garda terdepan dalam memberikan arahan pengembangan dan penerapan teknologi di tengah masyarakat” ungkap Mentan. Mentan menambahkan agar Balitbangtan dapat menjadi rumah bagi semua penelitian pertanian di Indonesia. “Sehingga akan makin banyak hasil penelitian yang dapat dikembangkan dan dimanfaatkan oleh masyarakat” tambah Mentan.

Selain itu, Mentan juga memberikan tantangan kepada ketiga profesor riset yang baru dikukuhkan untuk dapat membuktikan penerapan teknologi yang mereka hasilkan dalam skala luas di lahan petani. 

Semoga dengan bertambahnya jajaran Profesor Riset lingkup Balitbangtan, akan semakin menyukseskan program Kementerian Pertanian dalam mencapai Swasembada Pangan.

Archive

Panduan Teknis

Jajar Legowo Super
Panduan Teknologi Budidaya Padi Tanam Benih Langsung (TABELA)
Panduan Teknologi Budidaya Padi SRI
Panduan Teknologi Budidaya Padi SALIBU

Buku

Deskripsi Varietas 2017
Laporan Tahunan 2015
Prosiding Padi 2016 Buku 2
Prosiding Padi 2016 Buku 1

Booklet, Leaflet, Poster

Seminar Nasional dan Gelar Teknologi Varietas Unggul Padi Terbaru
Varietas Padi Green Super Rice (GSR): Inpari 43 Agritan GSR
Varietas Padi Green Super Rice (GSR): Inpari 42 Agritan GSR
Sistem Bubu Perangkap Tikus TBS dan LTBS 2015

Jajak Pendapat

Dari 6 konten website BBPADI berikut ini, apa yang menjadi konten favorit anda?

Infografis

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Pengendalian Virus Kerdil
Fakta Tentang Wereng: Wereng Batang Coklat
Padi adalah Kehidupan
Segengam Malai Padi akan ku bawa dan tanam di tanah Papua
PENAS XV 2017 Aceh "Padi tumbuh subur dilahan suboptimal"

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Sosial Media

Statistik Website

Hari ini139
Hari kemarin2143
Minggu ini4155
Bulan ini40349
Jumlah Pengunjung909626
Online sekarang
20

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Balitbangtan Harus Menjadi Garda Terdepan dalam Pengembangan dan Penerapan Teknologi Pertanian di Indonesia

Balitbangtan kembali menambah jumlah Profesor Risetnya menjadi 128 setelah pada Senin (14/8/2017) di Auditorium Ir. Sadikin Sumintawikarta, Bogor, dikukuhkan tiga profesor riset bidang budidaya dan produksi tanaman, ilmu tanah agroklimatologi dan hidrologi serta bidang hama dan penyakit tanaman.

Prof. Dr. Ir. I Nyoman Widiarta, M.Agr, pria kelahiran Karangasem, Bali, 5 Juli 1958 ini telah dikukuhkan sebagai profesor riset ke 128 dengan orasi berjudul “Reformulasi Paket Pengendalian Penyakit Tungro Terpadu pada Tanaman Padi dalam Era Revolusi Hijau Lestari”.

Dalam pidato orasi Prof. Nyoman menyampaikan bahwa konsep reformulasi pengendalian penyakit tungro terpadu ramah lingkungan berdasarkan epidemiologi virus dan dinamika populasi wereng hijau menggunakan berbagai teknologi pengendalian, mengutamakan penggunaan varietas tahan virus dan insektisida hayati yang diintegrasikan secara bertahap terbukti dapat menekan serangan tungro.

Menteri Pertanian dalam sambutan yang dibacakan oleh Kepala Balitbangtan Dr. Muhammad Syakir menegaskan dukungan pada konsep science based policy making, oleh karena itu Mentan terus mendorong agar Balitbangtan mengembangkan penelitian yang hasilnya siap untuk diimplementasikan.

“Balitbangtan harus menjadi garda terdepan dalam memberikan arahan pengembangan dan penerapan teknologi di tengah masyarakat” ungkap Mentan. Mentan menambahkan agar Balitbangtan dapat menjadi rumah bagi semua penelitian pertanian di Indonesia. “Sehingga akan makin banyak hasil penelitian yang dapat dikembangkan dan dimanfaatkan oleh masyarakat” tambah Mentan.

Selain itu, Mentan juga memberikan tantangan kepada ketiga profesor riset yang baru dikukuhkan untuk dapat membuktikan penerapan teknologi yang mereka hasilkan dalam skala luas di lahan petani. 

Semoga dengan bertambahnya jajaran Profesor Riset lingkup Balitbangtan, akan semakin menyukseskan program Kementerian Pertanian dalam mencapai Swasembada Pangan.

Berita Terbaru

Field Trip JIRCAS di Kebun Percobaan Muara Bogor

Berita Utama | 22-09-2017 | Hits:160

Field Trip JIRCAS di Kebun Percobaan Muara Bogor

Pompanisasi di Kebun Percobaan Pusakanagara

Berita Utama | 20-09-2017 | Hits:194

Pompanisasi di Kebun Percobaan Pusakanagara

Kebun Percobaan Muara Bogor Full Mekanisasi

Berita Utama | 18-09-2017 | Hits:200

Kebun Percobaan Muara Bogor Full Mekanisasi

Jerami Sebagai Bahan Organik

Info Teknologi | 12-09-2017 | Hits:772

Jerami Sebagai Bahan Organik

Jarak Tanam Menentukan Jumlah Populasi

Info Teknologi | 08-09-2017 | Hits:1147

Jarak Tanam Menentukan Jumlah Populasi

Tarabas, Beras Tipe Japonica Pertama Di Indonesia

Info Aktual | 07-09-2017 | Hits:566

Tarabas, Beras Tipe Japonica Pertama Di Indonesia

Tanam Padi Dengan Mempertimbangkan Ketersediaan Air

Info Teknologi | 06-09-2017 | Hits:360

Tanam Padi Dengan Mempertimbangkan Ketersediaan Air

Galeri Video

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi