Realitas Serangan Hama Wereng Batang Coklat (WBC) di Kecamatan Cipunagara, Kabupaten Subang

 

Kabupaten Subang merupakan sentra produksi padi di Jawa Barat. Kabupaten ini mempunyai luas baku sawah sebesar 84. 570 ha. yang tersebar di 30 kecamatan. Areal sawah terluas berada di Kecamatan Ciasem, Patokbeusi, dan Blanakan, sedangkan Cipunagara luas baku sawahnya 4.989 ha (BPS, 2016). Pertanaman padi sawah pada periode April  sampai bulan Juni 2017 mencapai 49.404 ha. Pada musim tanam bulan April-Juni 2017 luas serangan WBC dan kerdil rumput berturut turut adalah 959 ha (1.93%) dan 1,421 ha (2,80%) (Gambar 1).

Terjadinya serangan hama WBC dan kerdil rumput di Kabupaten Subang terus dilakukan pengendalian dengan prinsip “Stop Spot”. Beberapa kegiatan yang dilakukan oleh Kementerian Pertanian adalah : 1) Gerakkan Pengendalian hama wereng di beberapa tempat dengan melibatkan seluruh stakeholder yg ada setiap hari dgn giliran antar kecamatan Se-Kab Subang, 2) Melakukan upaya pendataan serangan wereng di beberapa wilayah yg dimungkinkan terjadinya penambahan, 3) Penyebarluasan leaflet SOP "Pengendalian Wereng Batang Coklat & Kerdil Rumput" baik kepada petugas maupun petani, 4) Melakukan penyuluhan dan pelatihan kpd petugas dan gapoktan tentang pengendalian WBC di sentra produksi yg serangan luas yaitu di Kab Karawang (Kamis, 13/7/17) dan di Kab Subang (Rabu, 19/7/2017) dgn peserta masing2 100 orang.

Gambar 2. Kondisi pertanaman padi di Kecamatan Cipunagara

Serangan hama WBC (Wereng Batang Coklat) di Kec. Cipunagara dimulai pada 3 musim tanam terakhir.  Kondisi pertanaman ada yang terserang WBC dan kerdil rumput yang tersebar di beberapa desa antara lain desa Tanjung, Cipunagara, Parigi Mulya, Kosambi, dan Simoang (Gambar 2), Adapun tingkat serangan WBC dan Kerdil Rumput di Kecamatan Cipunagara periode Arpfil-Juni 2017 seperti yang terdapat pada Gambar 3. Pada Gambar tersebut menunjukkan bahwa serangan hama WBC dan Kerdil Rumput di Kecamatan Cipunagara seluas 585 ha dari luas tanam 6.537 ha (8,9%) dengan tingkat serangan yang berbeda beda seperti yang tampak pada Gambar 3.

Berdasarkan Gambar 1, Kondisi serangan WBC yang terjadi di beberapa desa di kecamatan Cipunagara tidak berarti sama utk kondisi di kecamatan lain di Kab. Subang. Hasil pantauan lapang  di kecamatan sebelahnya yaitu di Kec. Compreng, pertanaman padinya masih cukup bagus (Gambar 4). Apalagi di kecamatan-kecamatan lain di Kabupaten Subang, sehingga tidak dibuat generalisir kondisi di Kecamatan Cipunagara utk kondisi di Kabupaten Subang, terlebih lagi kondisi Nasional.

Gambar 4 . Kondisi pertanaman padi di Kecamatan Compreng

Penyebab parahnya tingkat serangan WBC di Kec. Cipunagara adalah : 1. Pertanaman tidak serempak, 2. Kurang terkendalinya serangan WBC pada musim hujan 2016/2017 sehingga berakibat munculnya penyakit kerdil rumput di musim MK (Musim Kemarau) ini, 3. Hampir 50% areal pertanaman padi pada MH 2016/2017 di Cipunagara ditanami padi ketan varietas Grendel yang sangat peka terhadap WBC dan menjadi inang bagi hama wereng coklat (Gambar 5).

 

Gambar 5. Pertanaman padi ketan Var. Grendel yang menjadi inang yang disukai WBC

Archive

Panduan Teknis

Jajar Legowo Super
Panduan Teknologi Budidaya Padi Tanam Benih Langsung (TABELA)
Panduan Teknologi Budidaya Padi SRI
Panduan Teknologi Budidaya Padi SALIBU

Buku

Deskripsi Varietas 2017
Laporan Tahunan 2015
Prosiding Padi 2016 Buku 2
Prosiding Padi 2016 Buku 1

Booklet, Leaflet, Poster

Sistem Bubu Perangkap Tikus TBS dan LTBS 2015
Pengendalian Hama Tikus Terpadu (PHTT) 2015
Poster Inpari 13
Poster Inpari 10

Jajak Pendapat

Dari 6 konten website BBPADI berikut ini, apa yang menjadi konten favorit anda?

Infografis

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Fakta Tentang Wereng: Wereng Batang Coklat
Padi adalah Kehidupan
Segengam Malai Padi akan ku bawa dan tanam di tanah Papua
PENAS XV 2017 Aceh "Padi tumbuh subur dilahan suboptimal"
Malai dan Bulir akan membentuk pola makan dan budaya seluruh umat manusia

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Sosial Media

Statistik Website

Hari ini886
Hari kemarin1235
Minggu ini5184
Bulan ini24785
Jumlah Pengunjung848683
Online sekarang
37

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Realitas Serangan Hama Wereng Batang Coklat (WBC) di Kecamatan Cipunagara, Kabupaten Subang

 

Kabupaten Subang merupakan sentra produksi padi di Jawa Barat. Kabupaten ini mempunyai luas baku sawah sebesar 84. 570 ha. yang tersebar di 30 kecamatan. Areal sawah terluas berada di Kecamatan Ciasem, Patokbeusi, dan Blanakan, sedangkan Cipunagara luas baku sawahnya 4.989 ha (BPS, 2016). Pertanaman padi sawah pada periode April  sampai bulan Juni 2017 mencapai 49.404 ha. Pada musim tanam bulan April-Juni 2017 luas serangan WBC dan kerdil rumput berturut turut adalah 959 ha (1.93%) dan 1,421 ha (2,80%) (Gambar 1).

Terjadinya serangan hama WBC dan kerdil rumput di Kabupaten Subang terus dilakukan pengendalian dengan prinsip “Stop Spot”. Beberapa kegiatan yang dilakukan oleh Kementerian Pertanian adalah : 1) Gerakkan Pengendalian hama wereng di beberapa tempat dengan melibatkan seluruh stakeholder yg ada setiap hari dgn giliran antar kecamatan Se-Kab Subang, 2) Melakukan upaya pendataan serangan wereng di beberapa wilayah yg dimungkinkan terjadinya penambahan, 3) Penyebarluasan leaflet SOP "Pengendalian Wereng Batang Coklat & Kerdil Rumput" baik kepada petugas maupun petani, 4) Melakukan penyuluhan dan pelatihan kpd petugas dan gapoktan tentang pengendalian WBC di sentra produksi yg serangan luas yaitu di Kab Karawang (Kamis, 13/7/17) dan di Kab Subang (Rabu, 19/7/2017) dgn peserta masing2 100 orang.

Gambar 2. Kondisi pertanaman padi di Kecamatan Cipunagara

Serangan hama WBC (Wereng Batang Coklat) di Kec. Cipunagara dimulai pada 3 musim tanam terakhir.  Kondisi pertanaman ada yang terserang WBC dan kerdil rumput yang tersebar di beberapa desa antara lain desa Tanjung, Cipunagara, Parigi Mulya, Kosambi, dan Simoang (Gambar 2), Adapun tingkat serangan WBC dan Kerdil Rumput di Kecamatan Cipunagara periode Arpfil-Juni 2017 seperti yang terdapat pada Gambar 3. Pada Gambar tersebut menunjukkan bahwa serangan hama WBC dan Kerdil Rumput di Kecamatan Cipunagara seluas 585 ha dari luas tanam 6.537 ha (8,9%) dengan tingkat serangan yang berbeda beda seperti yang tampak pada Gambar 3.

Berdasarkan Gambar 1, Kondisi serangan WBC yang terjadi di beberapa desa di kecamatan Cipunagara tidak berarti sama utk kondisi di kecamatan lain di Kab. Subang. Hasil pantauan lapang  di kecamatan sebelahnya yaitu di Kec. Compreng, pertanaman padinya masih cukup bagus (Gambar 4). Apalagi di kecamatan-kecamatan lain di Kabupaten Subang, sehingga tidak dibuat generalisir kondisi di Kecamatan Cipunagara utk kondisi di Kabupaten Subang, terlebih lagi kondisi Nasional.

Gambar 4 . Kondisi pertanaman padi di Kecamatan Compreng

Penyebab parahnya tingkat serangan WBC di Kec. Cipunagara adalah : 1. Pertanaman tidak serempak, 2. Kurang terkendalinya serangan WBC pada musim hujan 2016/2017 sehingga berakibat munculnya penyakit kerdil rumput di musim MK (Musim Kemarau) ini, 3. Hampir 50% areal pertanaman padi pada MH 2016/2017 di Cipunagara ditanami padi ketan varietas Grendel yang sangat peka terhadap WBC dan menjadi inang bagi hama wereng coklat (Gambar 5).

 

Gambar 5. Pertanaman padi ketan Var. Grendel yang menjadi inang yang disukai WBC

Berita Terbaru

Pemerintah Berhak Tertibkan Harga Beras

Berita Utama | 11-08-2017 | Hits:168

Pemerintah Berhak Tertibkan Harga Beras

Pemahaman Penyakit Padi yang Disebabkan oleh Virus

Info Teknologi | 01-08-2017 | Hits:997

Pemahaman Penyakit Padi yang Disebabkan oleh Virus

Kenali Karakter Beras Premium dan Medium

Info Aktual | 31-07-2017 | Hits:460

Kenali Karakter Beras Premium dan Medium

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi