Sekolah Lapang (SL) dan Pengembangan Desa Mandiri Benih

Sekolah Lapang (SL) Pangan Mendukung Ketahanan Pangan terintegrasi desa mandiri benih telah dilakukan di 11 Provinsi, salah satu provinsi di wilayah Timur Indonesia yang sedang melaksanakan kegiatan ini adalah Provinsi Papua yang terdiri dari tiga Kabupaten yaitu Kabupaten Merauke (Dewi Sri), Kabupaten Nabire (Sri Rejeki), dan Kabupaten Jayapura (Nompo). Terdapat enam varietas unggul baru padi yang ditanam pada kegiatan ini yaitu: Mekongga, Inpari 7 Lanrang, Inpari 22, Inpari 14, dan Inpari 30 Ciherang Sub 1, masing-masing ditanam seluas 1 Ha.

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) sebagai penanggung jawab kegiatan ini secara masif mendiseminasikan beberapa kegiatan seperti penyebaran varietas unggul baru, pemetaan sebaran varietas dan penangkar benih.

Diharapkan keberlanjutan kemandirian menjadi salah satu aspek yang menjadi fokus utama. Hal ini bisa diwujudkan apabila bisa dibangun sistem yang lumintu (Sustain) antara penangkar sebagai produsen benih dan preferensi petani sebagai pengguna akhir.

BPTP sebagai ujung tombak harus mampu mensinergikan antara kegiatan UPBS dengan program SL. Salah satu wujud sinerginya ditunjukkan oleh adanya komitmen dari petani kooperator di lokasi SL untuk memproduksi benih bermutu dan berkualitas, sebagaimana standar mutu yang diterapkan.  Pemilihan lokasi kegiatan bersifat membina kemandirian yang ke depannya harus dipetakan, dipilih dengan lebih cermat agar tidak overlap dengan lokasi program benih gratis. Lebih lanjut perlu diformulasikan suatu mekanisme yang saling mengaitkan satu program dengan program lainnya. Misalnya Sekolah Lapang Mandiri Benih (SLMB), Desa Mandiri Benih (DMB), dan Upaya Khusus (UPSUS), serta Peningkatan Produksi Padi.

Program perbenihan dalam rangka kemandirian benih yang dilakukan oleh Balitbangtan dan Ditjen TP dalam bentuk SL Mandiri Benih dan Pengembangan Desa Mandiri Benih perlu dibarengi dengan kebijakan lain suportif, terutama mendukung pemasaran benih yang dihadirkan Desa Mandiri Benih Padi.

Archive

Panduan Teknis

Jajar Legowo Super
Panduan Teknologi Budidaya Padi Tanam Benih Langsung (TABELA)
Panduan Teknologi Budidaya Padi SRI
Panduan Teknologi Budidaya Padi SALIBU

Buku

Deskripsi Varietas 2017
Laporan Tahunan 2015
Prosiding Padi 2016 Buku 2
Prosiding Padi 2016 Buku 1

Booklet, Leaflet, Poster

Seminar Nasional dan Gelar Teknologi Varietas Unggul Padi Terbaru
Varietas Padi Green Super Rice (GSR): Inpari 43 Agritan GSR
Varietas Padi Green Super Rice (GSR): Inpari 42 Agritan GSR
Sistem Bubu Perangkap Tikus TBS dan LTBS 2015

Jajak Pendapat

Dari 6 konten website BBPADI berikut ini, apa yang menjadi konten favorit anda?

Infografis

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Pengendalian Virus Kerdil
Fakta Tentang Wereng: Wereng Batang Coklat
Padi adalah Kehidupan
Segengam Malai Padi akan ku bawa dan tanam di tanah Papua
PENAS XV 2017 Aceh "Padi tumbuh subur dilahan suboptimal"

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Sosial Media

Statistik Website

Hari ini1373
Hari kemarin2644
Minggu ini6335
Bulan ini39154
Jumlah Pengunjung957147
Online sekarang
27

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Sekolah Lapang (SL) dan Pengembangan Desa Mandiri Benih

Sekolah Lapang (SL) Pangan Mendukung Ketahanan Pangan terintegrasi desa mandiri benih telah dilakukan di 11 Provinsi, salah satu provinsi di wilayah Timur Indonesia yang sedang melaksanakan kegiatan ini adalah Provinsi Papua yang terdiri dari tiga Kabupaten yaitu Kabupaten Merauke (Dewi Sri), Kabupaten Nabire (Sri Rejeki), dan Kabupaten Jayapura (Nompo). Terdapat enam varietas unggul baru padi yang ditanam pada kegiatan ini yaitu: Mekongga, Inpari 7 Lanrang, Inpari 22, Inpari 14, dan Inpari 30 Ciherang Sub 1, masing-masing ditanam seluas 1 Ha.

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) sebagai penanggung jawab kegiatan ini secara masif mendiseminasikan beberapa kegiatan seperti penyebaran varietas unggul baru, pemetaan sebaran varietas dan penangkar benih.

Diharapkan keberlanjutan kemandirian menjadi salah satu aspek yang menjadi fokus utama. Hal ini bisa diwujudkan apabila bisa dibangun sistem yang lumintu (Sustain) antara penangkar sebagai produsen benih dan preferensi petani sebagai pengguna akhir.

BPTP sebagai ujung tombak harus mampu mensinergikan antara kegiatan UPBS dengan program SL. Salah satu wujud sinerginya ditunjukkan oleh adanya komitmen dari petani kooperator di lokasi SL untuk memproduksi benih bermutu dan berkualitas, sebagaimana standar mutu yang diterapkan.  Pemilihan lokasi kegiatan bersifat membina kemandirian yang ke depannya harus dipetakan, dipilih dengan lebih cermat agar tidak overlap dengan lokasi program benih gratis. Lebih lanjut perlu diformulasikan suatu mekanisme yang saling mengaitkan satu program dengan program lainnya. Misalnya Sekolah Lapang Mandiri Benih (SLMB), Desa Mandiri Benih (DMB), dan Upaya Khusus (UPSUS), serta Peningkatan Produksi Padi.

Program perbenihan dalam rangka kemandirian benih yang dilakukan oleh Balitbangtan dan Ditjen TP dalam bentuk SL Mandiri Benih dan Pengembangan Desa Mandiri Benih perlu dibarengi dengan kebijakan lain suportif, terutama mendukung pemasaran benih yang dihadirkan Desa Mandiri Benih Padi.

Galeri Video

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi