Pada Tahun 2017, Jarwo Super akan dikembangkan di 10 Provinsi

Temu lapang inovasi teknologi budidaya padi jarwo super dalam rangka meningkatkan ketersediaan benih padi mendukung UPSUS di Jawa Barat telah dilaksanakan di Desa Sukasari, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Subang (22/11/16). Kabupaten Subang merupakan penyumbang kedaulatan pangan dan pemenuhan kebutuhan pangan agar tidak tergantung pada pasokan impor yang merupakan impian besar bangsa Indonesia. Kabupaten subang mendukung itu dan sudah dilaksanakan di beberapa daerah sentra produksi padi. Peningkatan produksi padi khusunya padi perlu terus ditingkatkan dan diupayakan antara lain dengan upaya khusus padi jagung kedelai. Respon petani dengan adanya teknologi adalah dengan menggabungkan berbagai teknologi antara lain penggunaan benih varietas unggul, pemupukan hara spesifik lokasi, sistem tanam  jajar legowo, pengaturan air berdasarkan kebutuhan tanaman pengelolaan hama dan penyakit terpadu (PHT), penggunaan pupuk hayati,  panen dan pasca panen secara baik dan benar.

Kementrian pertanian sudah dua tahun ini kosentrasi untuk meningkatkan produktivitas dan tentunya peningkatan produktivitas ini harus bermuara terhadap peningkatan pendapatan petani oleh karena itu kementrian pertanian merencanakan menganut modernisasi pertanian mulai dari penanganan, penanaman, penggunaan varietas, teknologi budidaya sampai pasca panen harus masuk kedalam bingkai pertanian modern.

Pada tahun 2017, Kementerian Pertanian akan mengembangkan Jarwo Super 10 ribu hektar di 10 provinsi di Indonesia sentra prosuksi padi. Melalui koordinasi Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Balitbangtan sudah menyiapkan 250 ton benih unggul yang akan dibagikan kepada petani secara gratis. Tentunya benih yang akan dibagikan tersebut disesuaikan dengan karakteristik lahan masing-masing provinsi. 

Dalam sambutanya Kepala Balitbangtan Dr. M. Syakir mengatakan bahwa Produktivitas Jarwo Super termasuk lahan sawah irigasi dan semi irigasi yaitu 9-13 t/ha, namun target kita produksi tahun depan 9-10 t/ha. Kalau secara nasional direplikasi 10 persen saja, maka akan menghasilkan 75juta ton. Dari hasil produktivitas pengembanganya, setiap hektar di targetkan 5 ton untuk benih sumber, sehingga dari 10 provinsi menghasilkan 50 ton benih cukup untuk penanaman 2 juta hektar, tegas Kepala Badan.

Sementara itu Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dr. Herman Khaeron dalam sambutanya sangat mengapresiasi reaksi cepat Balitbangtan dalam menyebarkan inovasi teknologi yang telah dihasilkan kepada petani. Herman Khaeron juga mengatakan ada lima elemen pokok yang menjadi kunci dalam keberhasilan menuju kedaulatan, kemandirian, tatanan, dan keamanan pangan. Yang pertama adalah tanah yang semakin sempit, ini kenyataan sesuatu yang tidak dapat dicegah. Kedua harus ada air, ketiga adalah benih karena benih yang baik akan berkontribusi 18 % terhadap produktivitas. Keempat adalah pupuk, dan pupuk yang baik akan berkontribusi 17% terhadap produktivitas. Dan yang kelima adalah pengelolaan cara mekanisasi dan cara tanam yang kini dikembangkan harus mengikuti kemajuan teknologi seperti pemakaian alat dan mesin pertanian (Alsintan) untuk antisipasi semakin berkurangnya lahan dan tenaga kerja.

Dukungannya dan sinergi dalam melaksanakan kegiatan bisa berjalan dengan baik berkat  dukungan Pemerintah pusat, DPR RI, Provinsi, dan semua pihak yang terlibat dalam mensukseskan program ketahanan pangan Indonesia.

Archive

Panduan Teknis

Jajar Legowo Super
Panduan Teknologi Budidaya Padi Tanam Benih Langsung (TABELA)
Panduan Teknologi Budidaya Padi SRI
Panduan Teknologi Budidaya Padi SALIBU

Buku

Laporan Tahunan 2015
Prosiding Padi 2016 Buku 2
Prosiding Padi 2016 Buku 1
Laporan Tahunan 2014

Booklet, Leaflet, Poster

Sistem Bubu Perangkap Tikus TBS dan LTBS 2015
Pengendalian Hama Tikus Terpadu (PHTT) 2015
Poster Inpari 13
Poster Inpari 10

Jajak Pendapat

Dari 6 konten website BBPADI berikut ini, apa yang menjadi konten favorit anda?

Infografis

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Padi adalah Kehidupan
Segengam Malai Padi akan ku bawa dan tanam di tanah Papua
PENAS XV 2017 Aceh "Padi tumbuh subur dilahan suboptimal"
Malai dan Bulir akan membentuk pola makan dan budaya seluruh umat manusia
Teknologi Jarwo Super untuk Kedaulatan Pangan

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Sosial Media

Statistik Website

Hari ini364
Hari kemarin687
Minggu ini1051
Bulan ini28123
Jumlah Pengunjung777763
Online sekarang
23

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Pada Tahun 2017, Jarwo Super akan dikembangkan di 10 Provinsi

Temu lapang inovasi teknologi budidaya padi jarwo super dalam rangka meningkatkan ketersediaan benih padi mendukung UPSUS di Jawa Barat telah dilaksanakan di Desa Sukasari, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Subang (22/11/16). Kabupaten Subang merupakan penyumbang kedaulatan pangan dan pemenuhan kebutuhan pangan agar tidak tergantung pada pasokan impor yang merupakan impian besar bangsa Indonesia. Kabupaten subang mendukung itu dan sudah dilaksanakan di beberapa daerah sentra produksi padi. Peningkatan produksi padi khusunya padi perlu terus ditingkatkan dan diupayakan antara lain dengan upaya khusus padi jagung kedelai. Respon petani dengan adanya teknologi adalah dengan menggabungkan berbagai teknologi antara lain penggunaan benih varietas unggul, pemupukan hara spesifik lokasi, sistem tanam  jajar legowo, pengaturan air berdasarkan kebutuhan tanaman pengelolaan hama dan penyakit terpadu (PHT), penggunaan pupuk hayati,  panen dan pasca panen secara baik dan benar.

Kementrian pertanian sudah dua tahun ini kosentrasi untuk meningkatkan produktivitas dan tentunya peningkatan produktivitas ini harus bermuara terhadap peningkatan pendapatan petani oleh karena itu kementrian pertanian merencanakan menganut modernisasi pertanian mulai dari penanganan, penanaman, penggunaan varietas, teknologi budidaya sampai pasca panen harus masuk kedalam bingkai pertanian modern.

Pada tahun 2017, Kementerian Pertanian akan mengembangkan Jarwo Super 10 ribu hektar di 10 provinsi di Indonesia sentra prosuksi padi. Melalui koordinasi Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Balitbangtan sudah menyiapkan 250 ton benih unggul yang akan dibagikan kepada petani secara gratis. Tentunya benih yang akan dibagikan tersebut disesuaikan dengan karakteristik lahan masing-masing provinsi. 

Dalam sambutanya Kepala Balitbangtan Dr. M. Syakir mengatakan bahwa Produktivitas Jarwo Super termasuk lahan sawah irigasi dan semi irigasi yaitu 9-13 t/ha, namun target kita produksi tahun depan 9-10 t/ha. Kalau secara nasional direplikasi 10 persen saja, maka akan menghasilkan 75juta ton. Dari hasil produktivitas pengembanganya, setiap hektar di targetkan 5 ton untuk benih sumber, sehingga dari 10 provinsi menghasilkan 50 ton benih cukup untuk penanaman 2 juta hektar, tegas Kepala Badan.

Sementara itu Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dr. Herman Khaeron dalam sambutanya sangat mengapresiasi reaksi cepat Balitbangtan dalam menyebarkan inovasi teknologi yang telah dihasilkan kepada petani. Herman Khaeron juga mengatakan ada lima elemen pokok yang menjadi kunci dalam keberhasilan menuju kedaulatan, kemandirian, tatanan, dan keamanan pangan. Yang pertama adalah tanah yang semakin sempit, ini kenyataan sesuatu yang tidak dapat dicegah. Kedua harus ada air, ketiga adalah benih karena benih yang baik akan berkontribusi 18 % terhadap produktivitas. Keempat adalah pupuk, dan pupuk yang baik akan berkontribusi 17% terhadap produktivitas. Dan yang kelima adalah pengelolaan cara mekanisasi dan cara tanam yang kini dikembangkan harus mengikuti kemajuan teknologi seperti pemakaian alat dan mesin pertanian (Alsintan) untuk antisipasi semakin berkurangnya lahan dan tenaga kerja.

Dukungannya dan sinergi dalam melaksanakan kegiatan bisa berjalan dengan baik berkat  dukungan Pemerintah pusat, DPR RI, Provinsi, dan semua pihak yang terlibat dalam mensukseskan program ketahanan pangan Indonesia.

Berita Terbaru

Pentingnya Konservasi Tanah Pertanaman Padi Gogo

Info Teknologi | 21-06-2017 | Hits:214

Pentingnya Konservasi Tanah Pertanaman Padi Gogo

Hama Uret pada Padi Gogo dengan Teknik Seed Treatment

Info Teknologi | 20-06-2017 | Hits:223

Hama Uret pada Padi Gogo dengan Teknik Seed Treatment

Type Ketahanan Tanaman

Info Teknologi | 29-05-2017 | Hits:861

Type Ketahanan Tanaman

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi