Pengendalian Burung Secara Tradisional di Kebun Percobaan Muara Bogor

Kebun Percobaan (KP) Muara adalah merupakan salah satu kebun percobaan yang berada di bawah lingkup Badan Litbang Pertanian yang pengelolaannya di bawah Balai Besar Penelitian tanaman Padi (BB Padi) dan banyak berperan sebagai kebun tempat penelitian khususnya untuk penelitian perakitan varietas unggul padi. KP Muara memiliki luas lahan + 41 ha dengan ketinggian 250 m dpl. Lokasinya yang sangat strategis yaitu di wilayah Kota Bogor dengan latar belakang pemandangan gunung salak yang indah. Tanahnya yang subur serta memiliki sistem pengairan yang baik dimana air selalu tersedia sepanjang tahun. Namun karena letaknya yang sudah di dalam kota, maka lahan sawah KP Muara sudah relatif terisolir dari persawahan petani yang luas sehingga merupakan satu-satunya lahan terbuka hijau yang cukup luas dan menyediakan pakan bagi banyak hewan bukan budidaya, seperti beragam burung yang keberadaannya justru sering menjadi hama bagi pertanaman padi (Gambar 1).

Gambar 1. Fasilitas penelitian BB Padi di KP Muara Bogor merupakan lahan pertanian di tengah kota yang dikelilingi pemukiman padat penduduk sehingga merupakan lahan terbuka hijau yang tersisa dan sangat cocok sebagai habitat burung

Di KP Muara, yang hingga MT 1 2016 yang lalu belum mampu menerapkan pertanaman serempak akibat keterbatasan tenaga kerja pertanian, burung hama padi  menimbulkan kerusakan pada pertanaman padi fase generatif, terutama padi stadia matang susu hingga pemasakan bulir (menjelang panen). Serangan burung mengakibatkan banyak biji yang hilang sehingga malai tidak ada bijinya (Gambar 2). Hampir semua petak pertanaman padi di KP Muara terkena serangan burung, dari ringan, sedang, berat hingga yang puso. Hingga saat ini, tingkat kerusakan belum dilaporkan secara pasti karena tidak dilakukan pendataan intensif tentang serangan hama tersebut. Baru pada awal MT 2 2016 ini dilakukan upaya penelitian burung hama di KP Muara oleh mahasiswa yang dibawah bimbingan Koordinator KP Muara, tentang diversitas spesies burung hama, pola serangan, habitat bersarang, hingga tingkat serangan.  

Gambar 2. Gejala serangan gerombolan burung pipit pada padi menyebabkan banyak bulir hilang (tanda panah)

Hasil pengamatan langsung di lapangan menunjukkan bahwa berbagai spesies burung tercatat sebagai hama potensial pada pertanaman padi di KP Muara, diantaranya beberapa spesies burung pipit (Jawa : manuk emprit; Sunda : bondol) seperti Lonchura striata, L. maja, dan L. puntulata,  burung derkuku (Jawa : manuk deruk) (Streptopelia orientalis), terkuku (Jawa : manuk puter) (S. striata) dan burung gereja (Passer montanus) (Gambar 3). Spesies burung yang paling sering menimbulkan kerugian serius adalah burung pipit (L. striata) yang biasanya menyerang secara berkelompok dari puluhan hingga ribuan jumlahnya. Puncak aktifitas harian burung hama padi adalah pagi dan sore hari. Pada umumnya, burung hama padi telah menyesuaikan perkembangbiakannya dengan stadia pertumbuhan tanaman padi.

Gambar 3. Berbagai spesies burung yang memakan padi di KP Muara

               Hingga saat ini, upaya pengendalian terhadap burung hama padi masih dilakukan secara tradisional karena hingga saat ini BB Padi belum mengeluarkan metode pengendalian burung hama padi. Berbagai cara yang biasa dilakukan adalah sebagai berikut :

-   pemasangan jaring pelindung di atas pesemaian dan beberapa petak percobaan, terutama yang mencapai stadia generatif lebih dahulu

-   tenaga kerja khusus untuk menghalau langsung burung di pertanaman terutama pada puncak aktifitas burung (pagi dan sore hari)

-   penggunaan penakut burung dari kaleng yang diisi kerikil dan dipasang di sawah untuk membuat bunyi-bunyian guna mengusir burung

            Ke depan, akan lebih baik kalau BB padi (dalam hal ini kelti proteksi tanaman) juga diberi kesempatan untuk meneliti hingga merakit metode pengendalian yang efektif dan efisien untuk hama potensial ini. Hal tersebut tinggal diteruskan karena telah juga dirintis oleh peneliti hama tikus (yang juga merupakan vertebrata hama) secara swadana. Saat ini, serangan burung hama pada pertanaman padi juga banyak dilaporkan terutama di daerah-daerah yang mulai intensif menanam padi, terutama dalam rangka program UPSUS.

Archive

Panduan Teknis

Jajar Legowo Super
Panduan Teknologi Budidaya Padi Tanam Benih Langsung (TABELA)
Panduan Teknologi Budidaya Padi SRI
Panduan Teknologi Budidaya Padi SALIBU

Buku

Deskripsi Varietas 2017
Laporan Tahunan 2015
Prosiding Padi 2016 Buku 2
Prosiding Padi 2016 Buku 1

Booklet, Leaflet, Poster

Seminar Nasional dan Gelar Teknologi Varietas Unggul Padi Terbaru
Varietas Padi Green Super Rice (GSR): Inpari 43 Agritan GSR
Varietas Padi Green Super Rice (GSR): Inpari 42 Agritan GSR
Sistem Bubu Perangkap Tikus TBS dan LTBS 2015

Jajak Pendapat

Dari 6 konten website BBPADI berikut ini, apa yang menjadi konten favorit anda?

Infografis

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Pengendalian Virus Kerdil
Fakta Tentang Wereng: Wereng Batang Coklat
Padi adalah Kehidupan
Segengam Malai Padi akan ku bawa dan tanam di tanah Papua
PENAS XV 2017 Aceh "Padi tumbuh subur dilahan suboptimal"

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Sosial Media

Statistik Website

Hari ini1373
Hari kemarin2644
Minggu ini6335
Bulan ini39154
Jumlah Pengunjung957147
Online sekarang
25

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Pengendalian Burung Secara Tradisional di Kebun Percobaan Muara Bogor

Kebun Percobaan (KP) Muara adalah merupakan salah satu kebun percobaan yang berada di bawah lingkup Badan Litbang Pertanian yang pengelolaannya di bawah Balai Besar Penelitian tanaman Padi (BB Padi) dan banyak berperan sebagai kebun tempat penelitian khususnya untuk penelitian perakitan varietas unggul padi. KP Muara memiliki luas lahan + 41 ha dengan ketinggian 250 m dpl. Lokasinya yang sangat strategis yaitu di wilayah Kota Bogor dengan latar belakang pemandangan gunung salak yang indah. Tanahnya yang subur serta memiliki sistem pengairan yang baik dimana air selalu tersedia sepanjang tahun. Namun karena letaknya yang sudah di dalam kota, maka lahan sawah KP Muara sudah relatif terisolir dari persawahan petani yang luas sehingga merupakan satu-satunya lahan terbuka hijau yang cukup luas dan menyediakan pakan bagi banyak hewan bukan budidaya, seperti beragam burung yang keberadaannya justru sering menjadi hama bagi pertanaman padi (Gambar 1).

Gambar 1. Fasilitas penelitian BB Padi di KP Muara Bogor merupakan lahan pertanian di tengah kota yang dikelilingi pemukiman padat penduduk sehingga merupakan lahan terbuka hijau yang tersisa dan sangat cocok sebagai habitat burung

Di KP Muara, yang hingga MT 1 2016 yang lalu belum mampu menerapkan pertanaman serempak akibat keterbatasan tenaga kerja pertanian, burung hama padi  menimbulkan kerusakan pada pertanaman padi fase generatif, terutama padi stadia matang susu hingga pemasakan bulir (menjelang panen). Serangan burung mengakibatkan banyak biji yang hilang sehingga malai tidak ada bijinya (Gambar 2). Hampir semua petak pertanaman padi di KP Muara terkena serangan burung, dari ringan, sedang, berat hingga yang puso. Hingga saat ini, tingkat kerusakan belum dilaporkan secara pasti karena tidak dilakukan pendataan intensif tentang serangan hama tersebut. Baru pada awal MT 2 2016 ini dilakukan upaya penelitian burung hama di KP Muara oleh mahasiswa yang dibawah bimbingan Koordinator KP Muara, tentang diversitas spesies burung hama, pola serangan, habitat bersarang, hingga tingkat serangan.  

Gambar 2. Gejala serangan gerombolan burung pipit pada padi menyebabkan banyak bulir hilang (tanda panah)

Hasil pengamatan langsung di lapangan menunjukkan bahwa berbagai spesies burung tercatat sebagai hama potensial pada pertanaman padi di KP Muara, diantaranya beberapa spesies burung pipit (Jawa : manuk emprit; Sunda : bondol) seperti Lonchura striata, L. maja, dan L. puntulata,  burung derkuku (Jawa : manuk deruk) (Streptopelia orientalis), terkuku (Jawa : manuk puter) (S. striata) dan burung gereja (Passer montanus) (Gambar 3). Spesies burung yang paling sering menimbulkan kerugian serius adalah burung pipit (L. striata) yang biasanya menyerang secara berkelompok dari puluhan hingga ribuan jumlahnya. Puncak aktifitas harian burung hama padi adalah pagi dan sore hari. Pada umumnya, burung hama padi telah menyesuaikan perkembangbiakannya dengan stadia pertumbuhan tanaman padi.

Gambar 3. Berbagai spesies burung yang memakan padi di KP Muara

               Hingga saat ini, upaya pengendalian terhadap burung hama padi masih dilakukan secara tradisional karena hingga saat ini BB Padi belum mengeluarkan metode pengendalian burung hama padi. Berbagai cara yang biasa dilakukan adalah sebagai berikut :

-   pemasangan jaring pelindung di atas pesemaian dan beberapa petak percobaan, terutama yang mencapai stadia generatif lebih dahulu

-   tenaga kerja khusus untuk menghalau langsung burung di pertanaman terutama pada puncak aktifitas burung (pagi dan sore hari)

-   penggunaan penakut burung dari kaleng yang diisi kerikil dan dipasang di sawah untuk membuat bunyi-bunyian guna mengusir burung

            Ke depan, akan lebih baik kalau BB padi (dalam hal ini kelti proteksi tanaman) juga diberi kesempatan untuk meneliti hingga merakit metode pengendalian yang efektif dan efisien untuk hama potensial ini. Hal tersebut tinggal diteruskan karena telah juga dirintis oleh peneliti hama tikus (yang juga merupakan vertebrata hama) secara swadana. Saat ini, serangan burung hama pada pertanaman padi juga banyak dilaporkan terutama di daerah-daerah yang mulai intensif menanam padi, terutama dalam rangka program UPSUS.

Galeri Video

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi