Pertanaman Padi di Lokasi HPS: Populasi hama penyakit relatif rendah dibawah ambang kendali

Dalam Rangka peringatan Hari Pangan Sedunia yang direncanakan pada bulan Oktober 2016 di Kabupaten Boyolali, Provinsi Jawa Tengah, Kementerian Pertanian melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian telah melaksanakan kegiatan pertanaman gelar teknologi display beberapa komoditas tanaman pangan. Salah satu komoditas paling luas adalah komoditas padi yaitu seluas 100 ha.  Sistem budidaya dengan sistem tanam jajar legowo 2:1, dosis pupuk sesuai rekomendasi analisa perangkat uji tanah sawah (PUTS).

Pertanaman padi dibagi menjadi 3 blok dengan variasi tiga varietas unggul baru padi yaitu Inpari 30 Ciherang Sub 1, Inpari 32 HDB, dan Inpari 33, masing-masing luas pertanaman untuk blok 1 seluas 30 ha, blok 2 seluas 30 ha, dan blok 3 seluas 40 ha. Setiap  blok ditanam tiga varietas tersebut tetapi setiap blok ditanam varietas dominan, seperti blok 1 dominan varietas Inpari 30 Ciherang Sub 1, blok 2 dominan varietas Inpari 32 HDB, dan blok 3 dominan varietas Inpari 33.  Saat ini kondisi pertanaman berumur 35-40 HST sebelum primordia.

Berdasarkan pengamamatan langsung yang dilakukan oleh petugas POPT Balitbangtan bahwa kondisi pertanaman beberapa varietas unggul baru padi menunjukkan kondisi hama dan penyakit secara umum aman, populasi hama penyakit relatif rendah dibawah ambang kendali. Di blok 1, sebagian tanaman mengalami gejala kekuningan akibat over dosis penggunaan bioprotektor. Di blok 2 dan 3 , terdapat tanaman yang mengalami sakit akibat keracunan Fe. Untuk memonitor perkembangan populasi hama dan juga pengendalian hama secara fisik/mekanik telah ditambah dan dipasang 2 light trap. Dari hasil pengamatan langsung tersebut telah direkomendasi pengendalian hama dan penyakit maupun penanganan tanaman sakit lainya yang telah disampaikan langsung kepada penanggungjawab kegiatan, petugas lapang, dan para kelompok tani.

 

Archive

Panduan Teknis

Jajar Legowo Super
Panduan Teknologi Budidaya Padi Tanam Benih Langsung (TABELA)
Panduan Teknologi Budidaya Padi SRI
Panduan Teknologi Budidaya Padi SALIBU

Buku

Laporan Tahunan 2015
Prosiding Padi 2016 Buku 2
Prosiding Padi 2016 Buku 1
Laporan Tahunan 2014

Booklet, Leaflet, Poster

Sistem Bubu Perangkap Tikus TBS dan LTBS 2015
Pengendalian Hama Tikus Terpadu (PHTT) 2015
Poster Inpari 13
Poster Inpari 10

Jajak Pendapat

Dari 6 konten website BBPADI berikut ini, apa yang menjadi konten favorit anda?

Infografis

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Padi adalah Kehidupan
Segengam Malai Padi akan ku bawa dan tanam di tanah Papua
PENAS XV 2017 Aceh "Padi tumbuh subur dilahan suboptimal"
Malai dan Bulir akan membentuk pola makan dan budaya seluruh umat manusia
Teknologi Jarwo Super untuk Kedaulatan Pangan

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Sosial Media

Statistik Website

Hari ini688
Hari kemarin839
Minggu ini2997
Bulan ini30069
Jumlah Pengunjung779709
Online sekarang
17

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Pertanaman Padi di Lokasi HPS: Populasi hama penyakit relatif rendah dibawah ambang kendali

Dalam Rangka peringatan Hari Pangan Sedunia yang direncanakan pada bulan Oktober 2016 di Kabupaten Boyolali, Provinsi Jawa Tengah, Kementerian Pertanian melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian telah melaksanakan kegiatan pertanaman gelar teknologi display beberapa komoditas tanaman pangan. Salah satu komoditas paling luas adalah komoditas padi yaitu seluas 100 ha.  Sistem budidaya dengan sistem tanam jajar legowo 2:1, dosis pupuk sesuai rekomendasi analisa perangkat uji tanah sawah (PUTS).

Pertanaman padi dibagi menjadi 3 blok dengan variasi tiga varietas unggul baru padi yaitu Inpari 30 Ciherang Sub 1, Inpari 32 HDB, dan Inpari 33, masing-masing luas pertanaman untuk blok 1 seluas 30 ha, blok 2 seluas 30 ha, dan blok 3 seluas 40 ha. Setiap  blok ditanam tiga varietas tersebut tetapi setiap blok ditanam varietas dominan, seperti blok 1 dominan varietas Inpari 30 Ciherang Sub 1, blok 2 dominan varietas Inpari 32 HDB, dan blok 3 dominan varietas Inpari 33.  Saat ini kondisi pertanaman berumur 35-40 HST sebelum primordia.

Berdasarkan pengamamatan langsung yang dilakukan oleh petugas POPT Balitbangtan bahwa kondisi pertanaman beberapa varietas unggul baru padi menunjukkan kondisi hama dan penyakit secara umum aman, populasi hama penyakit relatif rendah dibawah ambang kendali. Di blok 1, sebagian tanaman mengalami gejala kekuningan akibat over dosis penggunaan bioprotektor. Di blok 2 dan 3 , terdapat tanaman yang mengalami sakit akibat keracunan Fe. Untuk memonitor perkembangan populasi hama dan juga pengendalian hama secara fisik/mekanik telah ditambah dan dipasang 2 light trap. Dari hasil pengamatan langsung tersebut telah direkomendasi pengendalian hama dan penyakit maupun penanganan tanaman sakit lainya yang telah disampaikan langsung kepada penanggungjawab kegiatan, petugas lapang, dan para kelompok tani.

 

Berita Terbaru

Pentingnya Konservasi Tanah Pertanaman Padi Gogo

Info Teknologi | 21-06-2017 | Hits:230

Pentingnya Konservasi Tanah Pertanaman Padi Gogo

Hama Uret pada Padi Gogo dengan Teknik Seed Treatment

Info Teknologi | 20-06-2017 | Hits:252

Hama Uret pada Padi Gogo dengan Teknik Seed Treatment

Type Ketahanan Tanaman

Info Teknologi | 29-05-2017 | Hits:881

Type Ketahanan Tanaman

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi