Inovasi Teknologi Padi Adaptif Perubahan Iklim Mendukung Kedaulatan Pangan

SUBANG - Swasembada beras perlu dipertahankan dengan peningkatan produktivitas dan produksi beras nasional tiap tahunnya. Swasembada beras merupakan salah satu dari Nawa Cita pemerintah Joko Wododo.

“Terkait hal itu, Kementerian Pertanian telah banyak melakukan berbagai upaya akselerasi pencapaian swasembada pangan khususnya beras,” jelas Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) dalam sambutan yang dibacakan oleh Sekretaris Balitbangtan Dr. M. Prama Yufdy pada pembukaan Seminar Nasional dengan tema Terobosan Inovasi Teknologi Padi Adaptif Perubahan Iklim Mendukung Kedaulatan Pangan di Balai Besar Penelitian Padi (BB Padi), Rabu (31/08/2016).

Lebih lanjut dikatakan, Kementerian Pertanian telah melakukan berbagai upaya strategis antara lain melalui perbaikan irigasi, distribusi benih atau bibit berbagai varietas unggul, distribusi pupuk, dan pengadaan alat pertanian.

Program peningkatan produksi beras juga didukung oleh inovasi teknologi pertanian serta kegiatan pendampingan penerapan inovasi teknologi pertanian seperti UPSUS (Upaya Khusus) yang sedang dilakukan secara nasional.

Adapun, peningkatan produksi padi nasional dihadapkan pada tantangan perubahan iklim global. Dampaknya yang semakin sering terjadi antara lain meningkatnya frekuensi dan intensitas kejadian iklim ekstrim seperti El Nino dan La Nina.

Perubahan tersebut menyebabkan berbagai cekaman lingkungan yang dapat mengganggu stabilitas produksi padi nasional seperti kekeringan, rendaman, salinitas, kenaikan temperatur udara dan perkembangan hama dan penyakit.

Berbagai terobosan inovasi teknologi padi sangat diperlukan. Salah satunya dukungan bioteknologi dalam perakitan varietas padi adaptif perubahan iklim, kemudian dukungan industry benih padi nasional untuk mewujudkan ketahanan pangan. Diperlukan juga manajemen yang berkelanjutan dalam hal budidaya serta produksi padi.

Pengembangan inovasi teknologi padi juga membutuhkan sinergi dan integrasi berbagai disiplin baik dari bidang pemuliaan, perbenihan, agronomi, fisiologi, ilmu tanah, proteksi, pascapanen, mekanisasi dan sosial ekonomi.

Berbagai gagasan, pemikiran dan hasil-hasil penelitian terkini dihimpun dalam kegiatan seminar nasional yang dilaksanakan di Balai Besar Penelitian Tanaman Padi. Tujuannya tidak lain agar dapat  melahirkan dan mengembangkan inovasi teknologi padi yang mampu meningkatkan adaptabilitas padi terhadap perubahan iklim global dalam rangka mewujudkan kedaulatan pangan bangsa Indonesia.

Sekretaris Balitbangtan lebih lanjut menyampaikan bahwa Balitbangtan akan terus aktif  mencari inovasi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim melalui pengembangan varietas sangat genjah tahan kering, tahan rendaman, tahan salinitas dan tahan OPT.

Selain itu Balitbangtan akan selalu berkomunikasi dalam mengembangkan teknologi yang dimiliki sehingga pada akhirnya dalam kondisi yang dinamis ini bisa bersama-sama mengembangkan lebih jauh lagi, terutama menerapkannya dilahan-lahan petani, sehingga bisa membantu mereka keluar dari masalah-masalah sekaligus meningkatkan pendapatan petani.

Archive

Panduan Teknis

Jajar Legowo Super
Panduan Teknologi Budidaya Padi Tanam Benih Langsung (TABELA)
Panduan Teknologi Budidaya Padi SRI
Panduan Teknologi Budidaya Padi SALIBU

Buku

Deskripsi Varietas 2017
Laporan Tahunan 2015
Prosiding Padi 2016 Buku 2
Prosiding Padi 2016 Buku 1

Booklet, Leaflet, Poster

Sistem Bubu Perangkap Tikus TBS dan LTBS 2015
Pengendalian Hama Tikus Terpadu (PHTT) 2015
Poster Inpari 13
Poster Inpari 10

Jajak Pendapat

Dari 6 konten website BBPADI berikut ini, apa yang menjadi konten favorit anda?

Infografis

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Fakta Tentang Wereng: Wereng Batang Coklat
Padi adalah Kehidupan
Segengam Malai Padi akan ku bawa dan tanam di tanah Papua
PENAS XV 2017 Aceh "Padi tumbuh subur dilahan suboptimal"
Malai dan Bulir akan membentuk pola makan dan budaya seluruh umat manusia

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Sosial Media

Statistik Website

Hari ini78
Hari kemarin1058
Minggu ini7360
Bulan ini26961
Jumlah Pengunjung850859
Online sekarang
22

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Inovasi Teknologi Padi Adaptif Perubahan Iklim Mendukung Kedaulatan Pangan

SUBANG - Swasembada beras perlu dipertahankan dengan peningkatan produktivitas dan produksi beras nasional tiap tahunnya. Swasembada beras merupakan salah satu dari Nawa Cita pemerintah Joko Wododo.

“Terkait hal itu, Kementerian Pertanian telah banyak melakukan berbagai upaya akselerasi pencapaian swasembada pangan khususnya beras,” jelas Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) dalam sambutan yang dibacakan oleh Sekretaris Balitbangtan Dr. M. Prama Yufdy pada pembukaan Seminar Nasional dengan tema Terobosan Inovasi Teknologi Padi Adaptif Perubahan Iklim Mendukung Kedaulatan Pangan di Balai Besar Penelitian Padi (BB Padi), Rabu (31/08/2016).

Lebih lanjut dikatakan, Kementerian Pertanian telah melakukan berbagai upaya strategis antara lain melalui perbaikan irigasi, distribusi benih atau bibit berbagai varietas unggul, distribusi pupuk, dan pengadaan alat pertanian.

Program peningkatan produksi beras juga didukung oleh inovasi teknologi pertanian serta kegiatan pendampingan penerapan inovasi teknologi pertanian seperti UPSUS (Upaya Khusus) yang sedang dilakukan secara nasional.

Adapun, peningkatan produksi padi nasional dihadapkan pada tantangan perubahan iklim global. Dampaknya yang semakin sering terjadi antara lain meningkatnya frekuensi dan intensitas kejadian iklim ekstrim seperti El Nino dan La Nina.

Perubahan tersebut menyebabkan berbagai cekaman lingkungan yang dapat mengganggu stabilitas produksi padi nasional seperti kekeringan, rendaman, salinitas, kenaikan temperatur udara dan perkembangan hama dan penyakit.

Berbagai terobosan inovasi teknologi padi sangat diperlukan. Salah satunya dukungan bioteknologi dalam perakitan varietas padi adaptif perubahan iklim, kemudian dukungan industry benih padi nasional untuk mewujudkan ketahanan pangan. Diperlukan juga manajemen yang berkelanjutan dalam hal budidaya serta produksi padi.

Pengembangan inovasi teknologi padi juga membutuhkan sinergi dan integrasi berbagai disiplin baik dari bidang pemuliaan, perbenihan, agronomi, fisiologi, ilmu tanah, proteksi, pascapanen, mekanisasi dan sosial ekonomi.

Berbagai gagasan, pemikiran dan hasil-hasil penelitian terkini dihimpun dalam kegiatan seminar nasional yang dilaksanakan di Balai Besar Penelitian Tanaman Padi. Tujuannya tidak lain agar dapat  melahirkan dan mengembangkan inovasi teknologi padi yang mampu meningkatkan adaptabilitas padi terhadap perubahan iklim global dalam rangka mewujudkan kedaulatan pangan bangsa Indonesia.

Sekretaris Balitbangtan lebih lanjut menyampaikan bahwa Balitbangtan akan terus aktif  mencari inovasi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim melalui pengembangan varietas sangat genjah tahan kering, tahan rendaman, tahan salinitas dan tahan OPT.

Selain itu Balitbangtan akan selalu berkomunikasi dalam mengembangkan teknologi yang dimiliki sehingga pada akhirnya dalam kondisi yang dinamis ini bisa bersama-sama mengembangkan lebih jauh lagi, terutama menerapkannya dilahan-lahan petani, sehingga bisa membantu mereka keluar dari masalah-masalah sekaligus meningkatkan pendapatan petani.

Berita Terbaru

Pemerintah Berhak Tertibkan Harga Beras

Berita Utama | 11-08-2017 | Hits:179

Pemerintah Berhak Tertibkan Harga Beras

Pemahaman Penyakit Padi yang Disebabkan oleh Virus

Info Teknologi | 01-08-2017 | Hits:1044

Pemahaman Penyakit Padi yang Disebabkan oleh Virus

Kenali Karakter Beras Premium dan Medium

Info Aktual | 31-07-2017 | Hits:471

Kenali Karakter Beras Premium dan Medium

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi