Menumbuhkembangkan Kelembagaan Petani Dan Kelembagaan Ekonomi Petani

Penyuluhan pertanian adalah proses pembelajaran bagi pelaku utama serta pelaku usaha, agar mereka mau dan mampu menolong dan mengorganisasikan dirinya dalam mengakses informasi pasar, teknologi, permodalan dan sumberdaya lainnya, sebagai upaya untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha, pendapatan dan kesejahteraan, serta meningkatkan kesadaran dalam pelestarian fungsi lingkungan hidup. 

Proses pembelajaran ini seringkali diartikan sebagai  proses pendidikan non formal di bidang pertanian bagi petani dan keluarganya, dalam rangka mewujudkan better farming, better business, better living dan better environment.  Sebagai bagian integral dari pembangunan pertanian, penyuluhan pertanian dilaksanakan secara terintegrasi dengan subsistem pembangunan pertanian lainnya.

Penyuluhan Pertanian dengan Pendekatan Kelompok

Dewasa ini total tenaga Penyuluh Pertanian PNS dan Tenaga Harian Lepas Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian (THL-TBPP) berjumlah 47.412 orang, sedangkan total Kepala Keluarga (KK) Tani atau Rumah Tangga Petani (RTP) yang dilayani mencapai  25,7 juta RTP (Sensus Pertanian 2013). 

Mengingat terbatasnya tenaga penyuluh pertanian dibandingkan dengan total jumlah RTP tersebut,  penyuluhan pertanian di Indonesia diselenggarakan melalui pendekatan kelompok. Berkaitan dengan hal itu, untuk dapat mengakses kegiatan penyuluhan pertanian, petani sebagai pelaku utama dan pelaku usaha di bidang pertanian didorong untuk bergabung dalam kelompok-kelompok tani (Poktan) yang dibentuk dari, oleh dan untuk petani sebagai kelas belajar, wahana kerjasama dan unit produksi.

Kondisi saat ini menunjukkan bahwa dari total jumlah RTP yang mencapai 26,7 juta RTP, baru sekitar 11 juta RTP yang sudah tergabung dalam Poktan.  Tentunya hal ini memerlukan perhatian kita semua, untuk secara terus menerus mendorong petani bergabung dalam Poktan, di samping melakukan bimbingan pendampingan untuk meningkatkan kemampuan Poktan yang ada, sehingga petani dapat menikmati manfaat Poktan secara optimal.

Sumber : SinarTani

Archive

Panduan Teknis

Teknik Ubinan
Daftar Periksa Budidaya Padi Sawah Lahan Irigasi (Indonesia Rice Check)
Jajar Legowo Super
Panduan Teknologi Budidaya Padi Tanam Benih Langsung (TABELA)

Buku

Deskripsi Varietas 2017
Laporan Tahunan 2015
Prosiding Padi 2016 Buku 2
Prosiding Padi 2016 Buku 1

Booklet, Leaflet, Poster

Seminar Nasional dan Gelar Teknologi Varietas Unggul Padi Terbaru
Varietas Padi Green Super Rice (GSR): Inpari 43 Agritan GSR
Varietas Padi Green Super Rice (GSR): Inpari 42 Agritan GSR
Sistem Bubu Perangkap Tikus TBS dan LTBS 2015

Jajak Pendapat

Dari 6 konten website BBPADI berikut ini, apa yang menjadi konten favorit anda?

Berita - 37.4%
Galeri Foto - 22%
Galeri Video - 12.1%
Kliping Padi - 13.2%
Publikasi - 4.4%
Tahukah Anda - 11%
The voting for this poll has ended on: 01 Des 2017 - 00:00

Infografis

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Pengendalian Virus Kerdil
Fakta Tentang Wereng: Wereng Batang Coklat
Padi adalah Kehidupan
Segengam Malai Padi akan ku bawa dan tanam di tanah Papua
PENAS XV 2017 Aceh "Padi tumbuh subur dilahan suboptimal"

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Sosial Media

Statistik Website

Hari ini655
Hari kemarin2229
Minggu ini2884
Bulan ini19509
Jumlah Pengunjung1067856
Online sekarang
37

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Menumbuhkembangkan Kelembagaan Petani Dan Kelembagaan Ekonomi Petani

Penyuluhan pertanian adalah proses pembelajaran bagi pelaku utama serta pelaku usaha, agar mereka mau dan mampu menolong dan mengorganisasikan dirinya dalam mengakses informasi pasar, teknologi, permodalan dan sumberdaya lainnya, sebagai upaya untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha, pendapatan dan kesejahteraan, serta meningkatkan kesadaran dalam pelestarian fungsi lingkungan hidup. 

Proses pembelajaran ini seringkali diartikan sebagai  proses pendidikan non formal di bidang pertanian bagi petani dan keluarganya, dalam rangka mewujudkan better farming, better business, better living dan better environment.  Sebagai bagian integral dari pembangunan pertanian, penyuluhan pertanian dilaksanakan secara terintegrasi dengan subsistem pembangunan pertanian lainnya.

Penyuluhan Pertanian dengan Pendekatan Kelompok

Dewasa ini total tenaga Penyuluh Pertanian PNS dan Tenaga Harian Lepas Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian (THL-TBPP) berjumlah 47.412 orang, sedangkan total Kepala Keluarga (KK) Tani atau Rumah Tangga Petani (RTP) yang dilayani mencapai  25,7 juta RTP (Sensus Pertanian 2013). 

Mengingat terbatasnya tenaga penyuluh pertanian dibandingkan dengan total jumlah RTP tersebut,  penyuluhan pertanian di Indonesia diselenggarakan melalui pendekatan kelompok. Berkaitan dengan hal itu, untuk dapat mengakses kegiatan penyuluhan pertanian, petani sebagai pelaku utama dan pelaku usaha di bidang pertanian didorong untuk bergabung dalam kelompok-kelompok tani (Poktan) yang dibentuk dari, oleh dan untuk petani sebagai kelas belajar, wahana kerjasama dan unit produksi.

Kondisi saat ini menunjukkan bahwa dari total jumlah RTP yang mencapai 26,7 juta RTP, baru sekitar 11 juta RTP yang sudah tergabung dalam Poktan.  Tentunya hal ini memerlukan perhatian kita semua, untuk secara terus menerus mendorong petani bergabung dalam Poktan, di samping melakukan bimbingan pendampingan untuk meningkatkan kemampuan Poktan yang ada, sehingga petani dapat menikmati manfaat Poktan secara optimal.

Sumber : SinarTani

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi