Peluang Peningkatan Produktivitas Padi Melalui Keserasian Varietas dan Jarak Tanam

Upaya peningkatan produksi padi nasional berkelanjutan memerlukan cara budi daya terbaik, antara lain dan utamanya adalah pengaturan keserasian antara sifat varietas dan jarak tanam/lingkungan ruang tumbuh. Varietas memiliki keunggulan tertentu (misalnya potensi hasil tinggi), dan kelemahan tertentu (misalnya peka terhadap Organisme Pengganggu Tanaman/OPT), sedangkan jarak tanam menentukan jumlah populasi tanaman per unit luas lahan dan kondisi lingkungan tumbuh tanaman. Interaksi antara varietas dan jarak tanam ini menentukan hasil padi. Melalui pengaturan keserasian antara sifat varietas dan jarak tanam pada suatu wilayah, maka akan diperoleh hasil padi maksimal.

Beberapa faktor perlu diketahui dan dipertimbangkan dari kedua komponen teknologi tersebut. Varietas padi memiliki variasi sifat utama: (1) kapasitas jumlah anakan/malai per rumpun, serta tingkat responnya terhadap jarak tanam dan orientasi pertanaman, (2) kekuatan batang dan kerebahan, (3) ketahanan terhadap kekeringan/kekurangan air, (4) ketahanan terhadap radiasi rendah/naungan, (5) ketahanan terhadap cekaman hara/kompetisi penyerapan hara, (6) ketahanan terhadap Organisme Pengganggu Tanaman (OPT), (7) ketahanan terhadap zat alelopati, dan (8) beradaptasi terhadap konsentrasi gas CO2 rendah. Di lain pihak, jarak tanaman menentukan beberapa hal sebagai berikut: (1) jumlah populasi/rumpun per unit area, (2) penyerapan radiasi surya, (3) penyerapan hara dan air, (4) adanya sekresi, eksudat, dan zat alelopati yang dikeluarkan akar, (5) sifat reduktif dan kemasaman tanah, dan (6) aliran gas CO2 udara untuk fotosintesis.

Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa cara tanam jajar legowo memiliki peluang besar untuk dapat meningkatkan hasil gabah, karena (1) populasi tanamannya lebih tinggi dibandingkan cara tegel, (2) orientasi pertanamannya juga lebih baik dalam pemanfaatan radiasi surya dan aliran gas CO2. Namun hal ini menjadi lebih nyata apabila menggunakan varietas-varietas adaptif untuk kondisi pertanaman rapat, di antaranya Inpari 14, 15, 18 dan 19. Varietas tanaman yang memiliki anakan sedikit, lebih sesuai untuk cara tanam jajar legowo atau tanam rapat. Bila jumlah anakan per rumpun banyak, karena sifat varietas ataupun karena lahan subur, maka jajar legowo dengan jarak tanam yang lebih lebar akan lebih sesuai, misalnya Legowo 4:1 (25 – 50 cm) x 12,5 cm. Syarat minimal hasil gabah per rumpun pada jajar legowo agar hasil per hektarnya lebih tinggi dibandingkan cara tegel ditetapkan. Cara tanam jajar legowo yang memerlukan benih dan tenaga lebih banyak dibanding pada cara tegel, pada fase tanaman selanjutnya mendatangkan kemudahan dalam perawatan tanaman. Adanya bantuan alat tanam untuk sistem legowo yang jarak tanamnya fleksibel (bisa diatur), akurat, kuat, dan mudah dioperasionalkan akan sangat membantu petani dalam meningkatkan produktivitas padinya. Di samping itu, perlu identifikasi cepat berbagai varietas/galur tanaman padi yang sesuai untuk jajar legowo atau tanam rapat agar terjadi kenaikan hasil yang lebih besar.

Sumber: Abdul Karim Makarim (Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan)

Archive

Panduan Teknis

Jajar Legowo Super
Panduan Teknologi Budidaya Padi Tanam Benih Langsung (TABELA)
Panduan Teknologi Budidaya Padi SRI
Panduan Teknologi Budidaya Padi SALIBU

Buku

Deskripsi Varietas 2017
Laporan Tahunan 2015
Prosiding Padi 2016 Buku 2
Prosiding Padi 2016 Buku 1

Booklet, Leaflet, Poster

Sistem Bubu Perangkap Tikus TBS dan LTBS 2015
Pengendalian Hama Tikus Terpadu (PHTT) 2015
Poster Inpari 13
Poster Inpari 10

Jajak Pendapat

Dari 6 konten website BBPADI berikut ini, apa yang menjadi konten favorit anda?

Infografis

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Fakta Tentang Wereng: Wereng Batang Coklat
Padi adalah Kehidupan
Segengam Malai Padi akan ku bawa dan tanam di tanah Papua
PENAS XV 2017 Aceh "Padi tumbuh subur dilahan suboptimal"
Malai dan Bulir akan membentuk pola makan dan budaya seluruh umat manusia

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Sosial Media

Statistik Website

Hari ini528
Hari kemarin1089
Minggu ini5915
Bulan ini25516
Jumlah Pengunjung849414
Online sekarang
29

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Peluang Peningkatan Produktivitas Padi Melalui Keserasian Varietas dan Jarak Tanam

Upaya peningkatan produksi padi nasional berkelanjutan memerlukan cara budi daya terbaik, antara lain dan utamanya adalah pengaturan keserasian antara sifat varietas dan jarak tanam/lingkungan ruang tumbuh. Varietas memiliki keunggulan tertentu (misalnya potensi hasil tinggi), dan kelemahan tertentu (misalnya peka terhadap Organisme Pengganggu Tanaman/OPT), sedangkan jarak tanam menentukan jumlah populasi tanaman per unit luas lahan dan kondisi lingkungan tumbuh tanaman. Interaksi antara varietas dan jarak tanam ini menentukan hasil padi. Melalui pengaturan keserasian antara sifat varietas dan jarak tanam pada suatu wilayah, maka akan diperoleh hasil padi maksimal.

Beberapa faktor perlu diketahui dan dipertimbangkan dari kedua komponen teknologi tersebut. Varietas padi memiliki variasi sifat utama: (1) kapasitas jumlah anakan/malai per rumpun, serta tingkat responnya terhadap jarak tanam dan orientasi pertanaman, (2) kekuatan batang dan kerebahan, (3) ketahanan terhadap kekeringan/kekurangan air, (4) ketahanan terhadap radiasi rendah/naungan, (5) ketahanan terhadap cekaman hara/kompetisi penyerapan hara, (6) ketahanan terhadap Organisme Pengganggu Tanaman (OPT), (7) ketahanan terhadap zat alelopati, dan (8) beradaptasi terhadap konsentrasi gas CO2 rendah. Di lain pihak, jarak tanaman menentukan beberapa hal sebagai berikut: (1) jumlah populasi/rumpun per unit area, (2) penyerapan radiasi surya, (3) penyerapan hara dan air, (4) adanya sekresi, eksudat, dan zat alelopati yang dikeluarkan akar, (5) sifat reduktif dan kemasaman tanah, dan (6) aliran gas CO2 udara untuk fotosintesis.

Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa cara tanam jajar legowo memiliki peluang besar untuk dapat meningkatkan hasil gabah, karena (1) populasi tanamannya lebih tinggi dibandingkan cara tegel, (2) orientasi pertanamannya juga lebih baik dalam pemanfaatan radiasi surya dan aliran gas CO2. Namun hal ini menjadi lebih nyata apabila menggunakan varietas-varietas adaptif untuk kondisi pertanaman rapat, di antaranya Inpari 14, 15, 18 dan 19. Varietas tanaman yang memiliki anakan sedikit, lebih sesuai untuk cara tanam jajar legowo atau tanam rapat. Bila jumlah anakan per rumpun banyak, karena sifat varietas ataupun karena lahan subur, maka jajar legowo dengan jarak tanam yang lebih lebar akan lebih sesuai, misalnya Legowo 4:1 (25 – 50 cm) x 12,5 cm. Syarat minimal hasil gabah per rumpun pada jajar legowo agar hasil per hektarnya lebih tinggi dibandingkan cara tegel ditetapkan. Cara tanam jajar legowo yang memerlukan benih dan tenaga lebih banyak dibanding pada cara tegel, pada fase tanaman selanjutnya mendatangkan kemudahan dalam perawatan tanaman. Adanya bantuan alat tanam untuk sistem legowo yang jarak tanamnya fleksibel (bisa diatur), akurat, kuat, dan mudah dioperasionalkan akan sangat membantu petani dalam meningkatkan produktivitas padinya. Di samping itu, perlu identifikasi cepat berbagai varietas/galur tanaman padi yang sesuai untuk jajar legowo atau tanam rapat agar terjadi kenaikan hasil yang lebih besar.

Sumber: Abdul Karim Makarim (Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan)

Berita Terbaru

Pemerintah Berhak Tertibkan Harga Beras

Berita Utama | 11-08-2017 | Hits:173

Pemerintah Berhak Tertibkan Harga Beras

Pemahaman Penyakit Padi yang Disebabkan oleh Virus

Info Teknologi | 01-08-2017 | Hits:1025

Pemahaman Penyakit Padi yang Disebabkan oleh Virus

Kenali Karakter Beras Premium dan Medium

Info Aktual | 31-07-2017 | Hits:463

Kenali Karakter Beras Premium dan Medium

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi