Panen Perdana dan Tanam ke II di Kabupaten Merauke

Sejak kedatangan Presiden RI tanggal 10 Mei 2015, Kabupaten Merauke dicanangkan sebagai lumbung pangan nasional khususnya tanaman padi. Implementasi pencanangan pangan tersebut melalui Kementrian Pertanian diprogramkan cetak sawah seluas 10.000 ha, berdasarkan kondisi lapangan akhirnya direvisi menjadi 3.600 hektar dan terealisasi per tanggal 31 Desember 2015 tercapai seluas 2.115 hektar (penambahan luas baku lahan sawah). Cetak sawah baru tahun 2015 tersebar pada 3 (tiga) distrik yakni Semangga, tanah Miring dan Malind yang tersebar di 9 (sembilan) kampung yakni: YabaMaru, Sermayam Indah, Ngutibob, WaninggapSay, Sarsang, Soa-Senayu, Marga Mulya, Padang Raharja dan Suka Maju. Lahan cetak sawah baru tersebut dalam hal status kawasan kehutanan berada pada Areal Penggunan Lain (APL) dan status kepemilikan lahan merupakan milik petani dan tanah hak ulayat, sedangkan pengelolaan sawah baru dilakukan oleh petani di masing-masing kampung yang diatur oleh kepala kampung, ketua gapoktan, ketua kelompok tani, PPL dan pemilik tanah. Program cetak sawah baru juga didukung dengan pemberian bantuan sarana produksi berupa dolomid, benih padi, pupuk npk, urea, terpal/karung dan pestisida.

Bantuan lain dari Kementerian Pertanian berupa alat mesin pertanian yang dibagikan untuk lokasi cetak sawah baru dan sekitarnya berupa traktor roda dua (143 unit), traktor roda empat (55 unit), combine harvester (22 unit), mini combine harvester (200 unit), ricetransplanter (56 unit) dan pompa air 4 inch (21 unit). Berdasarkan SK Bupati penetapan sasaran luas tanam, panen dan produksi padi musim tanam 2015/2016 adalah 27.100 hektar, dengan asumsi tidak terjadi anomali iklim yang ekstrim. Pada bulan Januari – Februari 2016 elnino kuat dan bulan Maret-April 2016 terjadi elnino sedang. Hal ini telah mempengaruhi pelaksanaan musim tanam 2015/2016, sehingga capaian sasaran luas tanam sampai dengan 31 Maret 2016 sebesar 24.962,25 hektar. Disamping itu juga mengalami kekeringan seluas 600 hektar. Sebagai tambahan informasi bahwa capaian luas tanam dimaksud sudah termasuk hasil cetak sawah baru. Namun demikian, dengan kondisi anomali iklim tersebut patutlah disyukuri bahwa padi dilahan seluas 24.000 hektar lebih masih dapat dipanen.

Khusus pada lahan cetak sawah baru, berdasarkan hasil perhitungan riil panen perdana petani diperoleh rata-rata produksi 5 ton GKP per-hektar dan dua kali tanam setahun (IP=2) hal ini memberikan harapan yang prospektif terkait dengan dukungannya dalam menjadikan Merauke sebagai lumbung pangan (padi khususnya) nasional dimasa depan.  Jika keseluruhan lokasi cetak sawah baru didukung dengan sarana irigasi Penh, maka pemerintah pusat tidak ragu-ragu memberikan program cetak sawah ditahun 2016, dalam pertengahan bulan Mei 2016 setelah terjadi pertemuan antara bupati Merauke dan Menteri Pertanian di Jakarta yang semula 2.000 ha program cetak sawah dikabupaten Merauke ditingkatkan menjadi 20.000 hektar.

Tentunya dukungan semua pihak sangat diperlukan dalam merealisasikan target tersebut demi mewujudkan tujuan mulia yaitu Ketahanan Pangan Nasional. Terkait dengan penambahan areal cetak sawah baru di Kabupaten Merauke, maka pada acara panen perdana dan tanam kedua pada lahan cetak sawah baru tahun 2015 juga akan dilakukan groundbreakingsebagai tanda dimulainya cetak sah baru tambahan 2016. Sebelumnya akan dilakukan pemberian bantuan secara simbolis dari Kementrian Pertanian yang berupa benih sumber varietas unggul baru padi (INPARI 30 CIHERANG SUB 1, INPARI 32 HDB, dan INPARI 33) kepada Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikulotura (TPH) Kabupaten Merauke. Sedangkan Dinas TPH Kabupaten Merauke akan memberikan bantuan berupa benih sebar (INPARI 13, 14, 21, Cigeulis dan Ciherang) sebanyak 487 ton kepada petani untuk ditanam pada luasan 19.500 ha untuk program intensifikasi dan ekstensifikasi tahun 2016.

Archive

Panduan Teknis

Jajar Legowo Super
Panduan Teknologi Budidaya Padi Tanam Benih Langsung (TABELA)
Panduan Teknologi Budidaya Padi SRI
Panduan Teknologi Budidaya Padi SALIBU

Buku

Deskripsi Varietas 2017
Laporan Tahunan 2015
Prosiding Padi 2016 Buku 2
Prosiding Padi 2016 Buku 1

Booklet, Leaflet, Poster

Sistem Bubu Perangkap Tikus TBS dan LTBS 2015
Pengendalian Hama Tikus Terpadu (PHTT) 2015
Poster Inpari 13
Poster Inpari 10

Jajak Pendapat

Dari 6 konten website BBPADI berikut ini, apa yang menjadi konten favorit anda?

Infografis

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Fakta Tentang Wereng: Wereng Batang Coklat
Padi adalah Kehidupan
Segengam Malai Padi akan ku bawa dan tanam di tanah Papua
PENAS XV 2017 Aceh "Padi tumbuh subur dilahan suboptimal"
Malai dan Bulir akan membentuk pola makan dan budaya seluruh umat manusia

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Sosial Media

Statistik Website

Hari ini80
Hari kemarin1058
Minggu ini7362
Bulan ini26963
Jumlah Pengunjung850861
Online sekarang
18

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Panen Perdana dan Tanam ke II di Kabupaten Merauke

Sejak kedatangan Presiden RI tanggal 10 Mei 2015, Kabupaten Merauke dicanangkan sebagai lumbung pangan nasional khususnya tanaman padi. Implementasi pencanangan pangan tersebut melalui Kementrian Pertanian diprogramkan cetak sawah seluas 10.000 ha, berdasarkan kondisi lapangan akhirnya direvisi menjadi 3.600 hektar dan terealisasi per tanggal 31 Desember 2015 tercapai seluas 2.115 hektar (penambahan luas baku lahan sawah). Cetak sawah baru tahun 2015 tersebar pada 3 (tiga) distrik yakni Semangga, tanah Miring dan Malind yang tersebar di 9 (sembilan) kampung yakni: YabaMaru, Sermayam Indah, Ngutibob, WaninggapSay, Sarsang, Soa-Senayu, Marga Mulya, Padang Raharja dan Suka Maju. Lahan cetak sawah baru tersebut dalam hal status kawasan kehutanan berada pada Areal Penggunan Lain (APL) dan status kepemilikan lahan merupakan milik petani dan tanah hak ulayat, sedangkan pengelolaan sawah baru dilakukan oleh petani di masing-masing kampung yang diatur oleh kepala kampung, ketua gapoktan, ketua kelompok tani, PPL dan pemilik tanah. Program cetak sawah baru juga didukung dengan pemberian bantuan sarana produksi berupa dolomid, benih padi, pupuk npk, urea, terpal/karung dan pestisida.

Bantuan lain dari Kementerian Pertanian berupa alat mesin pertanian yang dibagikan untuk lokasi cetak sawah baru dan sekitarnya berupa traktor roda dua (143 unit), traktor roda empat (55 unit), combine harvester (22 unit), mini combine harvester (200 unit), ricetransplanter (56 unit) dan pompa air 4 inch (21 unit). Berdasarkan SK Bupati penetapan sasaran luas tanam, panen dan produksi padi musim tanam 2015/2016 adalah 27.100 hektar, dengan asumsi tidak terjadi anomali iklim yang ekstrim. Pada bulan Januari – Februari 2016 elnino kuat dan bulan Maret-April 2016 terjadi elnino sedang. Hal ini telah mempengaruhi pelaksanaan musim tanam 2015/2016, sehingga capaian sasaran luas tanam sampai dengan 31 Maret 2016 sebesar 24.962,25 hektar. Disamping itu juga mengalami kekeringan seluas 600 hektar. Sebagai tambahan informasi bahwa capaian luas tanam dimaksud sudah termasuk hasil cetak sawah baru. Namun demikian, dengan kondisi anomali iklim tersebut patutlah disyukuri bahwa padi dilahan seluas 24.000 hektar lebih masih dapat dipanen.

Khusus pada lahan cetak sawah baru, berdasarkan hasil perhitungan riil panen perdana petani diperoleh rata-rata produksi 5 ton GKP per-hektar dan dua kali tanam setahun (IP=2) hal ini memberikan harapan yang prospektif terkait dengan dukungannya dalam menjadikan Merauke sebagai lumbung pangan (padi khususnya) nasional dimasa depan.  Jika keseluruhan lokasi cetak sawah baru didukung dengan sarana irigasi Penh, maka pemerintah pusat tidak ragu-ragu memberikan program cetak sawah ditahun 2016, dalam pertengahan bulan Mei 2016 setelah terjadi pertemuan antara bupati Merauke dan Menteri Pertanian di Jakarta yang semula 2.000 ha program cetak sawah dikabupaten Merauke ditingkatkan menjadi 20.000 hektar.

Tentunya dukungan semua pihak sangat diperlukan dalam merealisasikan target tersebut demi mewujudkan tujuan mulia yaitu Ketahanan Pangan Nasional. Terkait dengan penambahan areal cetak sawah baru di Kabupaten Merauke, maka pada acara panen perdana dan tanam kedua pada lahan cetak sawah baru tahun 2015 juga akan dilakukan groundbreakingsebagai tanda dimulainya cetak sah baru tambahan 2016. Sebelumnya akan dilakukan pemberian bantuan secara simbolis dari Kementrian Pertanian yang berupa benih sumber varietas unggul baru padi (INPARI 30 CIHERANG SUB 1, INPARI 32 HDB, dan INPARI 33) kepada Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikulotura (TPH) Kabupaten Merauke. Sedangkan Dinas TPH Kabupaten Merauke akan memberikan bantuan berupa benih sebar (INPARI 13, 14, 21, Cigeulis dan Ciherang) sebanyak 487 ton kepada petani untuk ditanam pada luasan 19.500 ha untuk program intensifikasi dan ekstensifikasi tahun 2016.

Berita Terbaru

Pemerintah Berhak Tertibkan Harga Beras

Berita Utama | 11-08-2017 | Hits:179

Pemerintah Berhak Tertibkan Harga Beras

Pemahaman Penyakit Padi yang Disebabkan oleh Virus

Info Teknologi | 01-08-2017 | Hits:1044

Pemahaman Penyakit Padi yang Disebabkan oleh Virus

Kenali Karakter Beras Premium dan Medium

Info Aktual | 31-07-2017 | Hits:471

Kenali Karakter Beras Premium dan Medium

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi