Jelang Ramadhan, Stok Beras Aman

Menteri Pertanian Amran Sulaiman menegaskan bahwa stok beras nasional dijamin aman sampai hari raya Idul Fitri Juli mendatang. Bahkan stok beras meningkat dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

"Stok beras nasional jelang Ramadan hingga Idul Fitri tahun ini masih tersedia dan kondisinya melimpah. Bahkan stok beras nasional meningkat 100% dari tahun sebelumnya," ungkapnya saat melakukan panen raya di Desa Balirejo, Kecamatan Angkona, Luwu Timur, Sulawesi Selatan, akhir pekan lalu.

Amran pun hakul yakin, kendati sejumlah daerah di Indonesia mengalami bencana banjir, longsor, dan terserang hama, namun tidak mempengaruhi produksi beras secara signifikan. Karena terjadi penambahan produksi dan tambahan tanam dari 8 juta hektar tahun 2014 menjadi 8,6 juta hektar tahun ini. Dan pemerintah juga menyiapkan satu juta hektar lahan se-Indonesia.

Amran menambahkan serapan gabah petani di Indonesia juga terus meningkat dari tahun sebelumnya. Target pemenuhan beras sebanyak 75,13 juta ton gabah kering giling tahun 2016 dapat tercapai. "Dalam satu bulan ini, serap gabah petani mencapai dua juta ton, sehingga target nasional dapat tercapai dalam beberapa bulan ke depan," katanya.

Terkait capaian makro ekonomi di April 2016, Amran terlihat sangat senang. Ini tak lain karena penurunan harga komoditas pangan, menjadi menyumbang signifikan terhadap deflasi

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan pada bulan April 2016, Indeks Harga Konsumen (IHK) mengalami deflasi sebesar 0,45 persen. Angka ini merupakan deflasi tertinggi sejak 16 tahun yang lalu."Sektor pangan sumbangkan deflasi. Artinya stok memang ada, mengakibatkan harga turun. Sehingga menyebabkan daya beli meningkat," tutur Mentan Amran Berdasarkan data yang dirilis BPS (Badan Pusat Statistik), harga cabai merah, beras, daging ayam ras, cabai rawit, telur ayam ras, kentang, kacang panjang dan sawi hijau, mengalami penurunan. Penurunan ini berkontribusi terhadap deflasi sebesar 0,22%.

Sumber: Suara Karya

Archive

Panduan Teknis

Jajar Legowo Super
Panduan Teknologi Budidaya Padi Tanam Benih Langsung (TABELA)
Panduan Teknologi Budidaya Padi SRI
Panduan Teknologi Budidaya Padi SALIBU

Buku

Deskripsi Varietas 2017
Laporan Tahunan 2015
Prosiding Padi 2016 Buku 2
Prosiding Padi 2016 Buku 1

Booklet, Leaflet, Poster

Seminar Nasional dan Gelar Teknologi Varietas Unggul Padi Terbaru
Varietas Padi Green Super Rice (GSR): Inpari 43 Agritan GSR
Varietas Padi Green Super Rice (GSR): Inpari 42 Agritan GSR
Sistem Bubu Perangkap Tikus TBS dan LTBS 2015

Jajak Pendapat

Dari 6 konten website BBPADI berikut ini, apa yang menjadi konten favorit anda?

Infografis

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Pengendalian Virus Kerdil
Fakta Tentang Wereng: Wereng Batang Coklat
Padi adalah Kehidupan
Segengam Malai Padi akan ku bawa dan tanam di tanah Papua
PENAS XV 2017 Aceh "Padi tumbuh subur dilahan suboptimal"

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Sosial Media

Statistik Website

Hari ini1367
Hari kemarin2644
Minggu ini6329
Bulan ini39148
Jumlah Pengunjung957141
Online sekarang
30

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Jelang Ramadhan, Stok Beras Aman

Menteri Pertanian Amran Sulaiman menegaskan bahwa stok beras nasional dijamin aman sampai hari raya Idul Fitri Juli mendatang. Bahkan stok beras meningkat dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

"Stok beras nasional jelang Ramadan hingga Idul Fitri tahun ini masih tersedia dan kondisinya melimpah. Bahkan stok beras nasional meningkat 100% dari tahun sebelumnya," ungkapnya saat melakukan panen raya di Desa Balirejo, Kecamatan Angkona, Luwu Timur, Sulawesi Selatan, akhir pekan lalu.

Amran pun hakul yakin, kendati sejumlah daerah di Indonesia mengalami bencana banjir, longsor, dan terserang hama, namun tidak mempengaruhi produksi beras secara signifikan. Karena terjadi penambahan produksi dan tambahan tanam dari 8 juta hektar tahun 2014 menjadi 8,6 juta hektar tahun ini. Dan pemerintah juga menyiapkan satu juta hektar lahan se-Indonesia.

Amran menambahkan serapan gabah petani di Indonesia juga terus meningkat dari tahun sebelumnya. Target pemenuhan beras sebanyak 75,13 juta ton gabah kering giling tahun 2016 dapat tercapai. "Dalam satu bulan ini, serap gabah petani mencapai dua juta ton, sehingga target nasional dapat tercapai dalam beberapa bulan ke depan," katanya.

Terkait capaian makro ekonomi di April 2016, Amran terlihat sangat senang. Ini tak lain karena penurunan harga komoditas pangan, menjadi menyumbang signifikan terhadap deflasi

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan pada bulan April 2016, Indeks Harga Konsumen (IHK) mengalami deflasi sebesar 0,45 persen. Angka ini merupakan deflasi tertinggi sejak 16 tahun yang lalu."Sektor pangan sumbangkan deflasi. Artinya stok memang ada, mengakibatkan harga turun. Sehingga menyebabkan daya beli meningkat," tutur Mentan Amran Berdasarkan data yang dirilis BPS (Badan Pusat Statistik), harga cabai merah, beras, daging ayam ras, cabai rawit, telur ayam ras, kentang, kacang panjang dan sawi hijau, mengalami penurunan. Penurunan ini berkontribusi terhadap deflasi sebesar 0,22%.

Sumber: Suara Karya

Galeri Video

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi