Kesejahteraan Petani Indonesia di Tahun 2016 Alami Peningkatan

Polewali Mandar -- Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, mengungkapkan kesejahteraan petani Indonesia di tahun 2016 mengalami peningkatan. Hal tersebut disampaikan Mentan saat melakukan kunjungan kerjanya untuk panen, olah tanah, dan tanam padi di Desa Tonro Lima, Polewali Mandar, Sulbar, Selasa (16/2).

"Tahun 2016 ini kesejahteraan petani meningkat," kata Mentan pada acara tersebut.

Didampingi Gubernur Sulbar, Anwar Adnan Saleh dan Bupati Polewali Mandar Ibrahim Masdar, Mentan menjelaskan pada sambutannya peningkatan ini disebabkan beberapa kebijakan yang telah dilakukan pemerintah antara lain membenahi regulasi, pembatasan impor, perbaikan infrastruktur dan pengendalian pasar.

Untuk permasalahan bantuan pengadaan alat, Kementerian Pertanian telah membuat regulasi Penunjukan Langsung, berbeda dengan kebijakan terdahulu yang menggunakan tender yang dapat memakan banyak waktu lama.

"Ini kekeliruan yang fatal selama 70 tahun Indonesia merdeka. Sekarang tidak ada tender, langsung kirim. Kualitasnya lebih terjamin dan harganya lebih murah karena langsung ke pabrik," kata Mentan.

Lebih lanjut dalam kesempatan tersebut Mentan membahas persoalan harga beras di pasar "Harga beras di pasar-pasar besar meningkat, di tengah El Nino. Satu tahun pemerintah tidak ada impor, hitung-hitungan kami tak ada beras impor di lapangan," imbuhnya.

Mentan mengingatkan pentingnya ketahanan pangan dan meminta ketegasan hukum dalam memberantas kartel. Mentan meminta kepada jajaran kepolisian di Sulbar untuk bertindak tegas terhadap para menimbun beras.

Luas lahan sawah yang dipanen ditempat tersebut sebanyak 220 Ha dengan menggunakan varietas Mekongga. Total hamparan lahan yang memasuki masa panen adalah sebanyak 465 Ha dengan produktivitas 8,1 ton GKP/ Ha.

Polewalimandar menjadi lumbung beras untuk provinsi Sulbar dengan keseluruhan luas lahan sebanyak 17.119 Ha yang 12.000 Ha diantaranya merupakan lahan sawah dengan IP 3 yang memiliki rata-rata produksi 7 ton/ Ha. Untuk produksi Gabah Kering Panen, Polewalimandar memiliki angka 323.666 ton

Dalam kesempatan tersebut, Mentan memberikan bantuan yang dananya diambil dari APBN 2016 antara lain, 66 unit mini traktor roda 2, 20 unit transplanter, 20 unit alat pompa air 20, dan dua unit combine untuk panen.

Sumber : Biro Humas dan Informasi Publik Kementrian Pertanian

Archive

Panduan Teknis

Jajar Legowo Super
Panduan Teknologi Budidaya Padi Tanam Benih Langsung (TABELA)
Panduan Teknologi Budidaya Padi SRI
Panduan Teknologi Budidaya Padi SALIBU

Buku

Deskripsi Varietas 2017
Laporan Tahunan 2015
Prosiding Padi 2016 Buku 2
Prosiding Padi 2016 Buku 1

Booklet, Leaflet, Poster

Seminar Nasional dan Gelar Teknologi Varietas Unggul Padi Terbaru
Varietas Padi Green Super Rice (GSR): Inpari 43 Agritan GSR
Varietas Padi Green Super Rice (GSR): Inpari 42 Agritan GSR
Sistem Bubu Perangkap Tikus TBS dan LTBS 2015

Jajak Pendapat

Dari 6 konten website BBPADI berikut ini, apa yang menjadi konten favorit anda?

Infografis

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Pengendalian Virus Kerdil
Fakta Tentang Wereng: Wereng Batang Coklat
Padi adalah Kehidupan
Segengam Malai Padi akan ku bawa dan tanam di tanah Papua
PENAS XV 2017 Aceh "Padi tumbuh subur dilahan suboptimal"

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Sosial Media

Statistik Website

Hari ini1375
Hari kemarin2644
Minggu ini6337
Bulan ini39156
Jumlah Pengunjung957149
Online sekarang
27

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Kesejahteraan Petani Indonesia di Tahun 2016 Alami Peningkatan

Polewali Mandar -- Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, mengungkapkan kesejahteraan petani Indonesia di tahun 2016 mengalami peningkatan. Hal tersebut disampaikan Mentan saat melakukan kunjungan kerjanya untuk panen, olah tanah, dan tanam padi di Desa Tonro Lima, Polewali Mandar, Sulbar, Selasa (16/2).

"Tahun 2016 ini kesejahteraan petani meningkat," kata Mentan pada acara tersebut.

Didampingi Gubernur Sulbar, Anwar Adnan Saleh dan Bupati Polewali Mandar Ibrahim Masdar, Mentan menjelaskan pada sambutannya peningkatan ini disebabkan beberapa kebijakan yang telah dilakukan pemerintah antara lain membenahi regulasi, pembatasan impor, perbaikan infrastruktur dan pengendalian pasar.

Untuk permasalahan bantuan pengadaan alat, Kementerian Pertanian telah membuat regulasi Penunjukan Langsung, berbeda dengan kebijakan terdahulu yang menggunakan tender yang dapat memakan banyak waktu lama.

"Ini kekeliruan yang fatal selama 70 tahun Indonesia merdeka. Sekarang tidak ada tender, langsung kirim. Kualitasnya lebih terjamin dan harganya lebih murah karena langsung ke pabrik," kata Mentan.

Lebih lanjut dalam kesempatan tersebut Mentan membahas persoalan harga beras di pasar "Harga beras di pasar-pasar besar meningkat, di tengah El Nino. Satu tahun pemerintah tidak ada impor, hitung-hitungan kami tak ada beras impor di lapangan," imbuhnya.

Mentan mengingatkan pentingnya ketahanan pangan dan meminta ketegasan hukum dalam memberantas kartel. Mentan meminta kepada jajaran kepolisian di Sulbar untuk bertindak tegas terhadap para menimbun beras.

Luas lahan sawah yang dipanen ditempat tersebut sebanyak 220 Ha dengan menggunakan varietas Mekongga. Total hamparan lahan yang memasuki masa panen adalah sebanyak 465 Ha dengan produktivitas 8,1 ton GKP/ Ha.

Polewalimandar menjadi lumbung beras untuk provinsi Sulbar dengan keseluruhan luas lahan sebanyak 17.119 Ha yang 12.000 Ha diantaranya merupakan lahan sawah dengan IP 3 yang memiliki rata-rata produksi 7 ton/ Ha. Untuk produksi Gabah Kering Panen, Polewalimandar memiliki angka 323.666 ton

Dalam kesempatan tersebut, Mentan memberikan bantuan yang dananya diambil dari APBN 2016 antara lain, 66 unit mini traktor roda 2, 20 unit transplanter, 20 unit alat pompa air 20, dan dua unit combine untuk panen.

Sumber : Biro Humas dan Informasi Publik Kementrian Pertanian

Galeri Video

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi