Lakapu: Ronde Pertama Rp 16 Juta

Taman Teknologi Pertanian Mollo di Desa Netpala

SOE, PK – Sebelum ada Taman Teknologi Pertanian (TTP) Mollo di Desa Netpala ini, petani sayur hanya bisa menghasilkan uang Rp 2 juta sampai Rp 3 juta setahun. Tetapi dengan masuknya TTP Mollo, kami mendapatkan banyak pelajaran dan teknologi pertanian sehingga sudah ada petani yang menghasilkan uang sampai dengan Rp 16 juta, Rp 13 juta dan Rp 10 juta di ronde pertama.

Hal ini diakui Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Netpala, Fiktor Lakapu, dalam sambutannya pada acara pemasaran perdana hasil pertanian dari TTP Mollo di aula TTP Mollo dekat Kantor Desa Netpala, Kecamatan Mollo Utara, Sabtu (13/2/2016).

Dijelaskannya, dari hasil pertanian sayur yang ditanam masyarakat Desa Netpala, masyarakat petani sayur sudah mampu memasok sayur ke seluruh daratan Timor saat ini.

“kami sangat bersyukur dengan masuknya TTP Mollo di Desa Netpala. Kalau dimusim penghujan saat ini, di daerah-daerah dataran rendah seperti di Kupang sayur tidak bisa ditanam karena curah hujan tinggi. Tapi kami di Netpala sayur masih bisa ditanam dengan sangat baik. Banyak petani yang sebelumnya hanya bisa menghasilkan hingga Rp 3 juta per tahun sekarang sudah menghasilkan antara Rp 10 juta hingga 16 juta di ronde (penanaman) pertama. Belum masuk ronde kedua,” jelasnya.

Kepada Pos Kupang, Sabtu (13/2/2016), sesuai acara pemasaran perdana yang juga diisi dengan penandatanganan nota kesepahaman dengan Ketua Apindo NTT, Fredy Ongkosaputra, untuk pemasaran hasil pertanian sayur petani dari TTP Mollo, Lakapu menjelaskan, saat ini ada 17 kelompok tani dengan total anggota sebanyak 327 petani yang menanam sayur di TTP Mollo. Sayuran yang dihasilkan seperti kol, pitsai, terong, tomat, buncis, hingga hasil pengolahan bahan lokal yang ada mampu dipasarkan hingga ke Kupang, SoE, Kefamenanu, Atambuan, dan Betun.

“Masa pembinaan dari Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementrian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia (RI) dijadwalkan hanya akan berlangsung tiga tahun mulai tahun 2015 dan akan berakhir tahun 2018 mendatang. Tetapi kami berharap tidak secepat itu kami ditinggalkan, karena kami masih rindu mendapatkan penerepan teknologi-teknologi baru dalam mengolah lahan kami dan menghasilkan sayur yang berkualitas baik di pasaran,” jelasnya.

Kepala Badan Pengembangan Teknologi Pertanian (BPTP) Naibonat, Amirudin Pohan, dalam laporannya menjelaskan, TTP Mollo merupakan satu dari 16 TTP di Indonesia yang dilakukan oleh Kementan RI maupun KKP RI dan tersebar di 16 provinsi. TTP Mollo merupakan satu-satunya TTP yang ada di provinsi NTT.

“Rencana pembimbingan TTP ini akan berlangsung hingga tahun 2018. Tapi kita harapkan bisa sampai tahun 2019 yang merupakan akhir masa jabatan kepemimpinan Presiden Jokowi-JK,” jelas Pohan.

Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Hortikultura Kementan RI, Dr. M. Prama Yutby, dalam sambutannya menegaskan, dampingan Puslitbang Hortikultura dan Balitbang Kementan RI terhadap semua TTP di Indonesia, termasuk TTP Mollo direncanakan berakhir tahun 2018. Namun perkembangan teknologi pertanian akan terus berkembang setiap saat sehingga pendampingan pasti akan terus dilakukan untuk mengaplikasikan setiap teknologi pertanian yang ditemukan. (meo)

Sumber : Pos Kupang

Archive

Panduan Teknis

Jajar Legowo Super
Panduan Teknologi Budidaya Padi Tanam Benih Langsung (TABELA)
Panduan Teknologi Budidaya Padi SRI
Panduan Teknologi Budidaya Padi SALIBU

Buku

Laporan Tahunan 2015
Prosiding Padi 2016 Buku 2
Prosiding Padi 2016 Buku 1
Laporan Tahunan 2014

Booklet, Leaflet, Poster

Sistem Bubu Perangkap Tikus TBS dan LTBS 2015
Pengendalian Hama Tikus Terpadu (PHTT) 2015
Poster Inpari 13
Poster Inpari 10

Jajak Pendapat

Dari 6 konten website BBPADI berikut ini, apa yang menjadi konten favorit anda?

Infografis

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Padi adalah Kehidupan
Segengam Malai Padi akan ku bawa dan tanam di tanah Papua
PENAS XV 2017 Aceh "Padi tumbuh subur dilahan suboptimal"
Malai dan Bulir akan membentuk pola makan dan budaya seluruh umat manusia
Teknologi Jarwo Super untuk Kedaulatan Pangan

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Sosial Media

Statistik Website

Hari ini103
Hari kemarin658
Minggu ini5644
Bulan ini26635
Jumlah Pengunjung776275
Online sekarang
22

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Lakapu: Ronde Pertama Rp 16 Juta

Taman Teknologi Pertanian Mollo di Desa Netpala

SOE, PK – Sebelum ada Taman Teknologi Pertanian (TTP) Mollo di Desa Netpala ini, petani sayur hanya bisa menghasilkan uang Rp 2 juta sampai Rp 3 juta setahun. Tetapi dengan masuknya TTP Mollo, kami mendapatkan banyak pelajaran dan teknologi pertanian sehingga sudah ada petani yang menghasilkan uang sampai dengan Rp 16 juta, Rp 13 juta dan Rp 10 juta di ronde pertama.

Hal ini diakui Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Netpala, Fiktor Lakapu, dalam sambutannya pada acara pemasaran perdana hasil pertanian dari TTP Mollo di aula TTP Mollo dekat Kantor Desa Netpala, Kecamatan Mollo Utara, Sabtu (13/2/2016).

Dijelaskannya, dari hasil pertanian sayur yang ditanam masyarakat Desa Netpala, masyarakat petani sayur sudah mampu memasok sayur ke seluruh daratan Timor saat ini.

“kami sangat bersyukur dengan masuknya TTP Mollo di Desa Netpala. Kalau dimusim penghujan saat ini, di daerah-daerah dataran rendah seperti di Kupang sayur tidak bisa ditanam karena curah hujan tinggi. Tapi kami di Netpala sayur masih bisa ditanam dengan sangat baik. Banyak petani yang sebelumnya hanya bisa menghasilkan hingga Rp 3 juta per tahun sekarang sudah menghasilkan antara Rp 10 juta hingga 16 juta di ronde (penanaman) pertama. Belum masuk ronde kedua,” jelasnya.

Kepada Pos Kupang, Sabtu (13/2/2016), sesuai acara pemasaran perdana yang juga diisi dengan penandatanganan nota kesepahaman dengan Ketua Apindo NTT, Fredy Ongkosaputra, untuk pemasaran hasil pertanian sayur petani dari TTP Mollo, Lakapu menjelaskan, saat ini ada 17 kelompok tani dengan total anggota sebanyak 327 petani yang menanam sayur di TTP Mollo. Sayuran yang dihasilkan seperti kol, pitsai, terong, tomat, buncis, hingga hasil pengolahan bahan lokal yang ada mampu dipasarkan hingga ke Kupang, SoE, Kefamenanu, Atambuan, dan Betun.

“Masa pembinaan dari Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementrian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia (RI) dijadwalkan hanya akan berlangsung tiga tahun mulai tahun 2015 dan akan berakhir tahun 2018 mendatang. Tetapi kami berharap tidak secepat itu kami ditinggalkan, karena kami masih rindu mendapatkan penerepan teknologi-teknologi baru dalam mengolah lahan kami dan menghasilkan sayur yang berkualitas baik di pasaran,” jelasnya.

Kepala Badan Pengembangan Teknologi Pertanian (BPTP) Naibonat, Amirudin Pohan, dalam laporannya menjelaskan, TTP Mollo merupakan satu dari 16 TTP di Indonesia yang dilakukan oleh Kementan RI maupun KKP RI dan tersebar di 16 provinsi. TTP Mollo merupakan satu-satunya TTP yang ada di provinsi NTT.

“Rencana pembimbingan TTP ini akan berlangsung hingga tahun 2018. Tapi kita harapkan bisa sampai tahun 2019 yang merupakan akhir masa jabatan kepemimpinan Presiden Jokowi-JK,” jelas Pohan.

Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Hortikultura Kementan RI, Dr. M. Prama Yutby, dalam sambutannya menegaskan, dampingan Puslitbang Hortikultura dan Balitbang Kementan RI terhadap semua TTP di Indonesia, termasuk TTP Mollo direncanakan berakhir tahun 2018. Namun perkembangan teknologi pertanian akan terus berkembang setiap saat sehingga pendampingan pasti akan terus dilakukan untuk mengaplikasikan setiap teknologi pertanian yang ditemukan. (meo)

Sumber : Pos Kupang

Berita Terbaru

Pentingnya Konservasi Tanah Pertanaman Padi Gogo

Info Teknologi | 21-06-2017 | Hits:189

Pentingnya Konservasi Tanah Pertanaman Padi Gogo

Hama Uret pada Padi Gogo dengan Teknik Seed Treatment

Info Teknologi | 20-06-2017 | Hits:187

Hama Uret pada Padi Gogo dengan Teknik Seed Treatment

Type Ketahanan Tanaman

Info Teknologi | 29-05-2017 | Hits:846

Type Ketahanan Tanaman

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi