Beras Akhir Tahun Aman

Kejar Target Swasembada

MEDAN. Pemerintah memastikan persediaan beras nasional hingga akhir tahun ini masih cukup aman, meski dihadapkan dengan momen perayaan Hari Natal dan Tahun Baru, “Hingga saat ini masih aman, masyarakat tidak perlu khawatir,” ujar Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman dalam Penanaman Perdana Varietas Kartika 128 di Kebun Ramunia, Kecamatan Pantailabu, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara (Sumut), kemarin (25/12).

Dalam acara itu, turut hadir Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Mulyono, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi, Plt Kadis Pertanian Sumut Aspan Sofian Batubara, Bupati Deliserdang Ashari Tambunan dan para petani.

Mentan menambahkan, pemerintah saat ini telah menyediakan stok beras dengan jumlah yang signifikan, sehingga persediannya akan tetap ada hingga akhir tahun atau beberapa bulan ke depan. “Hari ini (kemarin, Red) stok 1,2 juta (ton, Red),” ujarnya.

Meski begitu, ia tetap berharap masyarakat, khususnya para petani turut mengambil peran dalam menjamin ketersediaan beras lokal dengan meningkatkan kualitas dan kuantitas produk pertanian. “Kita ingin masyarakat mandiri, tidak mengandalkan beras impor. Selain itu, target swasembada pangan harus kita capai tiga tahun mendatang,” harapnya.

Dikatakan Amran, sesuai Program Nasional Swasembada Pangan, pihaknya mengimbau petani untuk fokus pada tujuh komunitas strategis. Empat diantaranya yakni padi, jagung, kedelai, dan sapi. “Seluruh kebijakan yang menghambat tercapainya swasembada pangan kami rombak total. Kementan juga menindaklanjuti keluhan petani, khususnya soal kelangkaan pupuk,” ujar Andi.

Lebih lanjut, Mentan juga mengapresiasi jajaran TNI yang komit dalam pengawasan distribusi pupuk agar manfaatnya dapat dirasakan petani. “Pupuk tak boleh terlambat. Kerja sama pengawasan ini baik sekali. Kasihan rakyat tidak dapat pupuk,” tambah Andi.

Mentan juga menegaskan , seluruh jajaran TNI menjadi garda terdepan Kementrian Pertanian (Kementan) dan Karantina Pertanian dalam pengawasan pengembangan tujuh komunitas strategis. Kementan sendiri telah memangkas anggaran perjalanan dinas mencapai Rp 4,1 trilliun, kemudian dialihkan untuk kebutuhan petani dalam mengembangkan produk pertanian. “Jadi saya tidak segan-segan menahan jika salah satu ketujuh komoditas strategi ini harganya turun. Ini semua agar petani kita kaya dan kuat,” tegas Andi.

KSAD Jenderal Mulyono juga menyatakan apresiasinya terhadap tekad Mentan dalam mengawal produksi komoditas pangan strategis. “Mentan patut dibanggakan. Tidak pernah lelah mendatangi petani dari Sabang sampai Merauke. Berbuat apa saja untuk kepentingan petani Indonesia,” pujinya.

Tidak lupa Mulyono menginstruksikan Babinsa bersama-sama bekerja gotong royong dengan petani untuk mencapai swasembada padi, jagung dan kedelai kurang dari 3 tahun. “Terima kasih Babinsa dan Komandan Kodim kalian hebat-hebat. Kalau perlu tidak sampai 3 tahun. Pertengahan tahun depan kita surplus. Apalagi saat ini sudah mekanisasi pertanian. Bertani lebih mudah dan cepat. Tidak hanya di Medan, TNI hingga penghujung tahun akan membuka lahan di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Merauke, Papua. Target kami akan buka lahan sawah baru 200.000 hektare(ha),”tambahnya. (ydh)

Sumber : Indo Pos

Archive

Jajak Pendapat

Bagaimana penilaian anda tentang informasi yang disajikan dalam website ini ?

Sangat informatif - 65.4%
Informatif - 28.3%
Kurang informatif - 6.4%
The voting for this poll has ended on: 31 Des 2016 - 00:00

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Sosial Media

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Beras Akhir Tahun Aman

Kejar Target Swasembada

MEDAN. Pemerintah memastikan persediaan beras nasional hingga akhir tahun ini masih cukup aman, meski dihadapkan dengan momen perayaan Hari Natal dan Tahun Baru, “Hingga saat ini masih aman, masyarakat tidak perlu khawatir,” ujar Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman dalam Penanaman Perdana Varietas Kartika 128 di Kebun Ramunia, Kecamatan Pantailabu, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara (Sumut), kemarin (25/12).

Dalam acara itu, turut hadir Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Mulyono, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi, Plt Kadis Pertanian Sumut Aspan Sofian Batubara, Bupati Deliserdang Ashari Tambunan dan para petani.

Mentan menambahkan, pemerintah saat ini telah menyediakan stok beras dengan jumlah yang signifikan, sehingga persediannya akan tetap ada hingga akhir tahun atau beberapa bulan ke depan. “Hari ini (kemarin, Red) stok 1,2 juta (ton, Red),” ujarnya.

Meski begitu, ia tetap berharap masyarakat, khususnya para petani turut mengambil peran dalam menjamin ketersediaan beras lokal dengan meningkatkan kualitas dan kuantitas produk pertanian. “Kita ingin masyarakat mandiri, tidak mengandalkan beras impor. Selain itu, target swasembada pangan harus kita capai tiga tahun mendatang,” harapnya.

Dikatakan Amran, sesuai Program Nasional Swasembada Pangan, pihaknya mengimbau petani untuk fokus pada tujuh komunitas strategis. Empat diantaranya yakni padi, jagung, kedelai, dan sapi. “Seluruh kebijakan yang menghambat tercapainya swasembada pangan kami rombak total. Kementan juga menindaklanjuti keluhan petani, khususnya soal kelangkaan pupuk,” ujar Andi.

Lebih lanjut, Mentan juga mengapresiasi jajaran TNI yang komit dalam pengawasan distribusi pupuk agar manfaatnya dapat dirasakan petani. “Pupuk tak boleh terlambat. Kerja sama pengawasan ini baik sekali. Kasihan rakyat tidak dapat pupuk,” tambah Andi.

Mentan juga menegaskan , seluruh jajaran TNI menjadi garda terdepan Kementrian Pertanian (Kementan) dan Karantina Pertanian dalam pengawasan pengembangan tujuh komunitas strategis. Kementan sendiri telah memangkas anggaran perjalanan dinas mencapai Rp 4,1 trilliun, kemudian dialihkan untuk kebutuhan petani dalam mengembangkan produk pertanian. “Jadi saya tidak segan-segan menahan jika salah satu ketujuh komoditas strategi ini harganya turun. Ini semua agar petani kita kaya dan kuat,” tegas Andi.

KSAD Jenderal Mulyono juga menyatakan apresiasinya terhadap tekad Mentan dalam mengawal produksi komoditas pangan strategis. “Mentan patut dibanggakan. Tidak pernah lelah mendatangi petani dari Sabang sampai Merauke. Berbuat apa saja untuk kepentingan petani Indonesia,” pujinya.

Tidak lupa Mulyono menginstruksikan Babinsa bersama-sama bekerja gotong royong dengan petani untuk mencapai swasembada padi, jagung dan kedelai kurang dari 3 tahun. “Terima kasih Babinsa dan Komandan Kodim kalian hebat-hebat. Kalau perlu tidak sampai 3 tahun. Pertengahan tahun depan kita surplus. Apalagi saat ini sudah mekanisasi pertanian. Bertani lebih mudah dan cepat. Tidak hanya di Medan, TNI hingga penghujung tahun akan membuka lahan di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Merauke, Papua. Target kami akan buka lahan sawah baru 200.000 hektare(ha),”tambahnya. (ydh)

Sumber : Indo Pos

Berita Terbaru

Padi Amfibi Antisipasi Dampak Perubahan Iklim

Info Aktual | 27-04-2017 | Hits:422

Padi Amfibi Antisipasi Dampak Perubahan Iklim

Stadia Penggerek Batang Padi Kuning

Info Teknologi | 19-04-2017 | Hits:1329

Stadia Penggerek Batang Padi Kuning

Lima Jurus Pengendalian Penyakit Hawar Daun Bakteri

Info Teknologi | 06-04-2017 | Hits:1435

Lima Jurus Pengendalian Penyakit Hawar Daun Bakteri

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi