Mentan: Tanpa Teknologi Kita Tidak Bisa Bersaing

BOGOR - Dalam situasi global saat ini, mewujudkan kedaulatan pangan melalui pencapaian swasembada pangan secara berkelanjutan merupakan suatu keharusan bagi bangsa Indonesia sebagai negara tropis yang mempunyai sumberdaya alam melimpah. Terkait hal itu, Menteri Pertanian Dr. Amran Sulaiman dalam Rapat Kerja Balitbangtan di Bogor (30/10/2015) menyampaikan bahwa Kementerian Pertanian selama satu tahun ini telah melakukan upaya dan kerja keras untuk mewujudkan target tersebut.

Terbukti dari angka ramalan produksi padi tahun 2015 tertinggi dalam 10 tahun terakhir, yaitu diperkirakan mencapai sebesar 75,55 juta ton GKG atau mengalami kenaikan 6,64 persen dibandingkan tahun 2014. Selain itu, Mentan menyebutkan bahwa selama satu tahun pemerintahan Kabinet, tidak ada import beras yang dilakukan dan posisi stok pangan di Bulog juga sama dengan tahun lalu. Bahkan saat ini telah dilakukan ekspor beras organik ke Eropa.

Dalam kesempatan tersebut, Mentan mengapresiasi para peneliti dan perekayasa yang telah menghasilkan berbagai inovasi teknologi yang disebut mampu merubah sektor pertanian di Indonesia. “Tanpa teknologi pasti kita tidak bisa bersaing, dan masyarakat kita tidak mungkin bisa sejahtera” ujar Mentan.

Mentan juga mengajak para peneliti untuk bersama-sama secara hand in hand turun ke lapangan dengan sinergi yang kuat, karena tanpa sinergi Kementerian Pertanian tidak akan bisa berbuat banyak untuk negara. Sinergi juga dirasakan dari sisi kebijakan, dimana dalam setahun jalannya pemerintahan, Mentan telah banyak membuat regulasi baru ataupun deregulasi dari yang sudah ada. Hal ini mampu membuat masyarakat saat ini telah bisa menikmati alsintan dari pemerintah sebanyak 62.000 unit, naik 2000% dari tahun lalu, demikian juga dengan insfrastruktur pertanian lain.

Mentan kembali mengingatkan bahwa kedepan swasembada akan dapat diraih dengan dukungan mekanisasi pertanian modern, sebagai contoh jika mengolah tanah menggunakan mesin dapat menghemat biaya sebesar 40%, penggunaan rice transplanter dapat menghemat biaya 50% serta combine harvester dapat menyusutkan losses hasil panen dari 10,2% menjadi 2%. "selisih 8% sama dengan 5 juta ton, hanya dengan menerapkan combine harvester diseluruh Indonesia, itu sudah swasembada” tambah Mentan.

 

Sumber: Balitbangtan

Archive

Panduan Teknis

Teknik Ubinan
Daftar Periksa Budidaya Padi Sawah Lahan Irigasi (Indonesia Rice Check)
Jajar Legowo Super
Panduan Teknologi Budidaya Padi Tanam Benih Langsung (TABELA)

Buku

Prosiding Padi 2017 Buku 2 Bagian 2
Prosiding Padi 2017 Buku 2 Bagian 1
Prosiding Padi 2017 Buku 1 Bagian 2
Prosiding Padi 2017 Buku 1 Bagian 1

Booklet, Leaflet, Poster

Seminar Nasional dan Gelar Teknologi Varietas Unggul Padi Terbaru
Varietas Padi Green Super Rice (GSR): Inpari 43 Agritan GSR
Varietas Padi Green Super Rice (GSR): Inpari 42 Agritan GSR
Sistem Bubu Perangkap Tikus TBS dan LTBS 2015

Jajak Pendapat

Dari 6 konten website BBPADI berikut ini, apa yang menjadi konten favorit anda?

Berita - 37.4%
Galeri Foto - 22%
Galeri Video - 12.1%
Kliping Padi - 13.2%
Publikasi - 4.4%
Tahukah Anda - 11%
The voting for this poll has ended on: 01 Des 2017 - 00:00

Infografis

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Keunggulan Varietas Tarabas
Varietas Unggul Baru Untuk Agroekosistem Tertentu
Pengendalian Virus Kerdil
Fakta Tentang Wereng: Wereng Batang Coklat
Padi adalah Kehidupan

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Sosial Media

Statistik Website

Hari ini1519
Hari kemarin2275
Minggu ini1519
Bulan ini64611
Jumlah Pengunjung1390523
Online sekarang
44

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Mentan: Tanpa Teknologi Kita Tidak Bisa Bersaing

BOGOR - Dalam situasi global saat ini, mewujudkan kedaulatan pangan melalui pencapaian swasembada pangan secara berkelanjutan merupakan suatu keharusan bagi bangsa Indonesia sebagai negara tropis yang mempunyai sumberdaya alam melimpah. Terkait hal itu, Menteri Pertanian Dr. Amran Sulaiman dalam Rapat Kerja Balitbangtan di Bogor (30/10/2015) menyampaikan bahwa Kementerian Pertanian selama satu tahun ini telah melakukan upaya dan kerja keras untuk mewujudkan target tersebut.

Terbukti dari angka ramalan produksi padi tahun 2015 tertinggi dalam 10 tahun terakhir, yaitu diperkirakan mencapai sebesar 75,55 juta ton GKG atau mengalami kenaikan 6,64 persen dibandingkan tahun 2014. Selain itu, Mentan menyebutkan bahwa selama satu tahun pemerintahan Kabinet, tidak ada import beras yang dilakukan dan posisi stok pangan di Bulog juga sama dengan tahun lalu. Bahkan saat ini telah dilakukan ekspor beras organik ke Eropa.

Dalam kesempatan tersebut, Mentan mengapresiasi para peneliti dan perekayasa yang telah menghasilkan berbagai inovasi teknologi yang disebut mampu merubah sektor pertanian di Indonesia. “Tanpa teknologi pasti kita tidak bisa bersaing, dan masyarakat kita tidak mungkin bisa sejahtera” ujar Mentan.

Mentan juga mengajak para peneliti untuk bersama-sama secara hand in hand turun ke lapangan dengan sinergi yang kuat, karena tanpa sinergi Kementerian Pertanian tidak akan bisa berbuat banyak untuk negara. Sinergi juga dirasakan dari sisi kebijakan, dimana dalam setahun jalannya pemerintahan, Mentan telah banyak membuat regulasi baru ataupun deregulasi dari yang sudah ada. Hal ini mampu membuat masyarakat saat ini telah bisa menikmati alsintan dari pemerintah sebanyak 62.000 unit, naik 2000% dari tahun lalu, demikian juga dengan insfrastruktur pertanian lain.

Mentan kembali mengingatkan bahwa kedepan swasembada akan dapat diraih dengan dukungan mekanisasi pertanian modern, sebagai contoh jika mengolah tanah menggunakan mesin dapat menghemat biaya sebesar 40%, penggunaan rice transplanter dapat menghemat biaya 50% serta combine harvester dapat menyusutkan losses hasil panen dari 10,2% menjadi 2%. "selisih 8% sama dengan 5 juta ton, hanya dengan menerapkan combine harvester diseluruh Indonesia, itu sudah swasembada” tambah Mentan.

 

Sumber: Balitbangtan

Berita Terbaru

Sensor Tanah Proximal: Uji Tanah Cepat, Tepat, dan Murah

Info Teknologi | 11-04-2018 | Hits:465

Sensor Tanah Proximal: Uji Tanah Cepat, Tepat, dan Murah

Sekam Padi, Dari Limbah Jadi Bahan Bakar Alternatif

Info Teknologi | 02-04-2018 | Hits:402

Sekam Padi, Dari Limbah Jadi Bahan Bakar Alternatif

Mengenal Padi Sejak Usia Dini

Berita Utama | 15-03-2018 | Hits:620

Mengenal Padi Sejak Usia Dini

Launching Inovasi Baru Lahan Kering

Berita Utama | 13-02-2018 | Hits:1150

Launching Inovasi Baru Lahan Kering

Dengan Inovasi, Lahan Kering Mampu Berproduksi Tinggi

Info Aktual | 01-02-2018 | Hits:3337

Dengan Inovasi, Lahan Kering Mampu Berproduksi Tinggi

Padi Gogo Potensi Hasil Tinggi

Info Teknologi | 18-01-2018 | Hits:3806

Padi Gogo Potensi Hasil Tinggi

Padi  Lahan Kering Dataran Tinggi

Info Teknologi | 11-01-2018 | Hits:3719

Padi Lahan Kering Dataran Tinggi

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi