Pengendalian impor pangan dan menghemat devisa Rp 52 triliun

Kebijakan pengendalian rekomendasi impor dan mendorong ekspor pada tahun 2015 telah menunjukan hasil. Pada tahun 2014 terdapat impor beras medium berkat pengendalian impor, maka sejak Januari 2015 tidak ada impor beras medium sehingga telah menghemat devisa US$ 374 juta. Produksi jagung tahun 2015 yang naik 8,72% diikuti denga peningkatan ekspor jagung terutama dari pelabuhan di Sumbawa dan Gorontalo sehingga memperoleh devisa US$102 juta dan pada sisi lain juga mengendalikan impor jagung, sehingga menghemat devisa US$483 juta.

Demikian pula pengendalian terhadap impor cabai, bawang merah, dan gula putih serta terobosan ekspor kacang hijau dari Gresik ke Filipina, bawang merah dari Bima, dan telur tetas ke Myanmar telah meningkat devisa.

No. Komoditas (ton) Tahun
2014 2015
Ekspor Impor Ekspor Impor
1 Beras 3.026 815.307 1.215 -
2 Jagung 44.843 3.296.106 400.000 1.600.000
3 Kedelai 51.184 5.786.446 6.938 3.642.471
4 Bawang Merah 4.439 74.903 1.500 -
5 Cabe 12.125 26.162 7.181 -
6 Kacang Tanah 6.291 254.323 5.284 129.475
7 Kacang Hijau 34.928 82.957 6.181 32.991
8 Sapi Hidup - 246.509 - 113.732
9 Daging Sapi 3 76.858 2 24.199
10 Gula Putih 85 213.501 2 -
11 Gula Tebu 939.898 2.965.624 74.008 1.847.541

Keterangan:*) data 2015 kumulatif s.d  Agustus
Sumber: Badan Pusat Statistik (2014-2015)
- Data impor di atas (beras, jagung, bawang merah, gula putih) tidak termasuk industri pembibitan
- Menurut data BPS ekspor jagung sebesar +198.000 dan sedangkan menurut data lapangan ekspor jagung sebesar 400.000 ton.

Nilai devisa yang bisa dihemat dari pengendalian impor dan peningkatan ekspor pangan sejak Januari hingga Agustus 2015 senilai US$4,03 miliar. Hemat devisa ini setra Rp. 52 triliun bila menggunakan kurs Rp. 13.000/US$ .Disamping menghemat impor jagung telah berdampak pada harga di petani naik dari Rp.1.500/kg menjadi Rp.3.200/kg setara dengan nilai Rp.34,0 triliun. Demikian pula tidak ada impor beras sehingga harga gabah di petani meningkat dan petani menikmati surplus Rp.43,3 triliun. Secara keseluruhan dampak kebijakan ini berkontribusi terhadap perekonomian nasional Rp.215 triliun yang dinikmati petani dan pelaku usaha lainya.

Sumber : Kinerja Satu Tahun Kementrian Pertanian

 

Archive

Panduan Teknis

Teknik Ubinan
Daftar Periksa Budidaya Padi Sawah Lahan Irigasi (Indonesia Rice Check)
Jajar Legowo Super
Panduan Teknologi Budidaya Padi Tanam Benih Langsung (TABELA)

Buku

Deskripsi Varietas 2017
Laporan Tahunan 2015
Prosiding Padi 2016 Buku 2
Prosiding Padi 2016 Buku 1

Booklet, Leaflet, Poster

Seminar Nasional dan Gelar Teknologi Varietas Unggul Padi Terbaru
Varietas Padi Green Super Rice (GSR): Inpari 43 Agritan GSR
Varietas Padi Green Super Rice (GSR): Inpari 42 Agritan GSR
Sistem Bubu Perangkap Tikus TBS dan LTBS 2015

Jajak Pendapat

Dari 6 konten website BBPADI berikut ini, apa yang menjadi konten favorit anda?

Berita - 37.4%
Galeri Foto - 22%
Galeri Video - 12.1%
Kliping Padi - 13.2%
Publikasi - 4.4%
Tahukah Anda - 11%
The voting for this poll has ended on: 01 Des 2017 - 00:00

Infografis

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Pengendalian Virus Kerdil
Fakta Tentang Wereng: Wereng Batang Coklat
Padi adalah Kehidupan
Segengam Malai Padi akan ku bawa dan tanam di tanah Papua
PENAS XV 2017 Aceh "Padi tumbuh subur dilahan suboptimal"

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Sosial Media

Statistik Website

Hari ini442
Hari kemarin2426
Minggu ini5097
Bulan ini21722
Jumlah Pengunjung1070069
Online sekarang
47

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Pengendalian impor pangan dan menghemat devisa Rp 52 triliun

Kebijakan pengendalian rekomendasi impor dan mendorong ekspor pada tahun 2015 telah menunjukan hasil. Pada tahun 2014 terdapat impor beras medium berkat pengendalian impor, maka sejak Januari 2015 tidak ada impor beras medium sehingga telah menghemat devisa US$ 374 juta. Produksi jagung tahun 2015 yang naik 8,72% diikuti denga peningkatan ekspor jagung terutama dari pelabuhan di Sumbawa dan Gorontalo sehingga memperoleh devisa US$102 juta dan pada sisi lain juga mengendalikan impor jagung, sehingga menghemat devisa US$483 juta.

Demikian pula pengendalian terhadap impor cabai, bawang merah, dan gula putih serta terobosan ekspor kacang hijau dari Gresik ke Filipina, bawang merah dari Bima, dan telur tetas ke Myanmar telah meningkat devisa.

No. Komoditas (ton) Tahun
2014 2015
Ekspor Impor Ekspor Impor
1 Beras 3.026 815.307 1.215 -
2 Jagung 44.843 3.296.106 400.000 1.600.000
3 Kedelai 51.184 5.786.446 6.938 3.642.471
4 Bawang Merah 4.439 74.903 1.500 -
5 Cabe 12.125 26.162 7.181 -
6 Kacang Tanah 6.291 254.323 5.284 129.475
7 Kacang Hijau 34.928 82.957 6.181 32.991
8 Sapi Hidup - 246.509 - 113.732
9 Daging Sapi 3 76.858 2 24.199
10 Gula Putih 85 213.501 2 -
11 Gula Tebu 939.898 2.965.624 74.008 1.847.541

Keterangan:*) data 2015 kumulatif s.d  Agustus
Sumber: Badan Pusat Statistik (2014-2015)
- Data impor di atas (beras, jagung, bawang merah, gula putih) tidak termasuk industri pembibitan
- Menurut data BPS ekspor jagung sebesar +198.000 dan sedangkan menurut data lapangan ekspor jagung sebesar 400.000 ton.

Nilai devisa yang bisa dihemat dari pengendalian impor dan peningkatan ekspor pangan sejak Januari hingga Agustus 2015 senilai US$4,03 miliar. Hemat devisa ini setra Rp. 52 triliun bila menggunakan kurs Rp. 13.000/US$ .Disamping menghemat impor jagung telah berdampak pada harga di petani naik dari Rp.1.500/kg menjadi Rp.3.200/kg setara dengan nilai Rp.34,0 triliun. Demikian pula tidak ada impor beras sehingga harga gabah di petani meningkat dan petani menikmati surplus Rp.43,3 triliun. Secara keseluruhan dampak kebijakan ini berkontribusi terhadap perekonomian nasional Rp.215 triliun yang dinikmati petani dan pelaku usaha lainya.

Sumber : Kinerja Satu Tahun Kementrian Pertanian

 

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi