2015, Tahun Kebangkitan Modernisasi Pertanian

SUBANG - Mekanisasi pertanian merupakan pintu masuk awal bagi modernisasi pertanian. Melalui mekanisasi kesan kumuh pertanian dapat dihilangkan, sehingga petani muda mau menjalankan semua aktivitas tanpa menjadi kotor. Selain menghilangkan kesan kumuh, modernisasi pertanian juga turut berperan meningkatkan hasil produksi pangan nasional. Seperti yang terlihat dalam Gelar Teknologi Pertanian Modern di Subang (20/10/2015).

Kegiatan yang dihelat bertepatan dengan 1 tahun pemerintahan Kabinet Kerja ini menampilkan tiga inovasi teknologi pertanian yaitu pengolahan lahan, penanaman serta pemanenan yang semuanya menggunakan alat dan mesin pertanian modern hasil produksi dalam negeri.

Kepada 4000 tamu yang hadir dalam acara itu, Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan bahwa salah satu program unggulan Kabinet Kerja yaitu pencapaian swasembada menuju kedaulatan pangan optimis akan tercapai dalam waktu 3-5 tahun ke depan. “Hal ini terbukti dari angka ramalan produksi padi tahun 2015 tertinggi dalam 10 tahun terakhir, yaitu diperkirakan mencapai sebesar 75,55 juta ton GKG atau mengalami kenaikan 6,64 persen dibandingkan tahun 2014” ujar Mentan. Peningkatan produksi tersebut menjadi prestasi tersendiri karena terjadi pada kondisi El Nino yang lebih kuat dari kondisi tahun 1997 serta hingga bulan Oktober 2015 Indonesia belum melakukan impor beras konsumsi.

Dalam kesempatan itu Mentan mengucapkan terima kasih kepada semua pihak khususnya petani yang dianggap sebagai pahlawan pangan nasional yang telah bekerja keras sehingga peningkatan produksi pangan dapat tercapai. Ditambahkan bahwa perubahan paradigma pertanian konvensional menjadi pertanian modern juga merupakan faktor penting dalam upaya khusus peningkatan produksi padi. “Modernisasi pertanian merupakan solusi  yang tepat untuk menggantikan usahatani konvensional dalam mengatasi keterbatasan tenaga kerja, meningkatkan prestise kerja, selain meningkatkan efisiensi usahatani” tambah Mentan.

Sebelumnya, dalam laporan Kepala Balitbangtan Dr. M. Syakir mengatakan bahwa tema Modernisasi Pertanian yang diangkat dalam Gelar Teknologi satu tahun kabinet kerja kali ini untuk merubah image masyarakat, terutama generasi muda, bahwa petani Indonesia ke depan adalah petani yang kaya, tidak lagi banyak bersentuhan langsung dengan tanah, profesional dan energik. “Sejak tahun 2014 pemerintah telah menyediakan besar-besaran alsintan, seperti Transplanter, Combine Harvester, Dryer, Power Thresher, Corn Sheller dan Rice Milling Unit (RMU), traktor dan pompa air, sebanyak  62.221 unit.  Pada tahun 2016 akan disediakan lebih banyak lagi.” ungkap Kepala Badan. 

Bersamaan dengan acara Gelar teknologi ini diberikan juga penghargaan “Upaya Khusus Swasembada Pangan” untuk Bupati, Kepala Dinas Propinsi dan Kabupaten, Dandim, Peneliti sebagai LO UPSUS, Penyuluh dan Mahasiswa yang telah memberikan andil besar  dalam pencapaian peningkatan produksi khususnya padi, jagung, dan kedelai.

Sumber : Badan Litbang Pertanian

 

Archive

Panduan Teknis

Teknik Ubinan
Daftar Periksa Budidaya Padi Sawah Lahan Irigasi (Indonesia Rice Check)
Jajar Legowo Super
Panduan Teknologi Budidaya Padi Tanam Benih Langsung (TABELA)

Buku

Deskripsi Varietas 2017
Laporan Tahunan 2015
Prosiding Padi 2016 Buku 2
Prosiding Padi 2016 Buku 1

Booklet, Leaflet, Poster

Seminar Nasional dan Gelar Teknologi Varietas Unggul Padi Terbaru
Varietas Padi Green Super Rice (GSR): Inpari 43 Agritan GSR
Varietas Padi Green Super Rice (GSR): Inpari 42 Agritan GSR
Sistem Bubu Perangkap Tikus TBS dan LTBS 2015

Jajak Pendapat

Dari 6 konten website BBPADI berikut ini, apa yang menjadi konten favorit anda?

Berita - 37.4%
Galeri Foto - 22%
Galeri Video - 12.1%
Kliping Padi - 13.2%
Publikasi - 4.4%
Tahukah Anda - 11%
The voting for this poll has ended on: 01 Des 2017 - 00:00

Infografis

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Varietas Unggul Baru Untuk Agroekosistem Tertentu
Pengendalian Virus Kerdil
Fakta Tentang Wereng: Wereng Batang Coklat
Padi adalah Kehidupan
Segengam Malai Padi akan ku bawa dan tanam di tanah Papua

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Sosial Media

Statistik Website

Hari ini200
Hari kemarin2156
Minggu ini7011
Bulan ini23636
Jumlah Pengunjung1071983
Online sekarang
23

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

2015, Tahun Kebangkitan Modernisasi Pertanian

SUBANG - Mekanisasi pertanian merupakan pintu masuk awal bagi modernisasi pertanian. Melalui mekanisasi kesan kumuh pertanian dapat dihilangkan, sehingga petani muda mau menjalankan semua aktivitas tanpa menjadi kotor. Selain menghilangkan kesan kumuh, modernisasi pertanian juga turut berperan meningkatkan hasil produksi pangan nasional. Seperti yang terlihat dalam Gelar Teknologi Pertanian Modern di Subang (20/10/2015).

Kegiatan yang dihelat bertepatan dengan 1 tahun pemerintahan Kabinet Kerja ini menampilkan tiga inovasi teknologi pertanian yaitu pengolahan lahan, penanaman serta pemanenan yang semuanya menggunakan alat dan mesin pertanian modern hasil produksi dalam negeri.

Kepada 4000 tamu yang hadir dalam acara itu, Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan bahwa salah satu program unggulan Kabinet Kerja yaitu pencapaian swasembada menuju kedaulatan pangan optimis akan tercapai dalam waktu 3-5 tahun ke depan. “Hal ini terbukti dari angka ramalan produksi padi tahun 2015 tertinggi dalam 10 tahun terakhir, yaitu diperkirakan mencapai sebesar 75,55 juta ton GKG atau mengalami kenaikan 6,64 persen dibandingkan tahun 2014” ujar Mentan. Peningkatan produksi tersebut menjadi prestasi tersendiri karena terjadi pada kondisi El Nino yang lebih kuat dari kondisi tahun 1997 serta hingga bulan Oktober 2015 Indonesia belum melakukan impor beras konsumsi.

Dalam kesempatan itu Mentan mengucapkan terima kasih kepada semua pihak khususnya petani yang dianggap sebagai pahlawan pangan nasional yang telah bekerja keras sehingga peningkatan produksi pangan dapat tercapai. Ditambahkan bahwa perubahan paradigma pertanian konvensional menjadi pertanian modern juga merupakan faktor penting dalam upaya khusus peningkatan produksi padi. “Modernisasi pertanian merupakan solusi  yang tepat untuk menggantikan usahatani konvensional dalam mengatasi keterbatasan tenaga kerja, meningkatkan prestise kerja, selain meningkatkan efisiensi usahatani” tambah Mentan.

Sebelumnya, dalam laporan Kepala Balitbangtan Dr. M. Syakir mengatakan bahwa tema Modernisasi Pertanian yang diangkat dalam Gelar Teknologi satu tahun kabinet kerja kali ini untuk merubah image masyarakat, terutama generasi muda, bahwa petani Indonesia ke depan adalah petani yang kaya, tidak lagi banyak bersentuhan langsung dengan tanah, profesional dan energik. “Sejak tahun 2014 pemerintah telah menyediakan besar-besaran alsintan, seperti Transplanter, Combine Harvester, Dryer, Power Thresher, Corn Sheller dan Rice Milling Unit (RMU), traktor dan pompa air, sebanyak  62.221 unit.  Pada tahun 2016 akan disediakan lebih banyak lagi.” ungkap Kepala Badan. 

Bersamaan dengan acara Gelar teknologi ini diberikan juga penghargaan “Upaya Khusus Swasembada Pangan” untuk Bupati, Kepala Dinas Propinsi dan Kabupaten, Dandim, Peneliti sebagai LO UPSUS, Penyuluh dan Mahasiswa yang telah memberikan andil besar  dalam pencapaian peningkatan produksi khususnya padi, jagung, dan kedelai.

Sumber : Badan Litbang Pertanian

 

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi