Menteri Pertanian dan Panglima TNI Terima Ribuan Petani di Kementan

JAKARTA – Kecukupan pangan merupakan syarat mutlak untuk mewujudkan ketahanan nasional. Salah satunya terwujudnya kecukupan beras yang merupakan komoditas strategis ditinjau dari aspek sosial, ekonomi dan politik. Hal ini menjadi dasar dalam pertemuan akbar antara Menteri Pertanian, Amran Sulaiman dengan ribuan petani pada Rapat Upaya Khusus Peningkatan Industri Perberasan di Lapangan Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Rabu (26/8).

"Rapat ini penting dan strategis pada saat kita sedang menghadapi kekeringan sebagai dampak El Nino," ujar Mentan dalam sambutannya.

Mentan berharap pertemuan ini dapat merumuskan langkah aksi dalam menjamin stok beras dan dapat mengendalikan fluktuasi harga beras yang mungkin terjadi. Lanjutnya, Mentan juga meminta kepada petani dan seluruh pihak terkait untuk tetap berusaha dalam meningkatkan produksi beras supaya Indonesia tidak perlu impor beras.

Saat ini, Kementerian Pertanian sedang mengupayakan upaya lain dalam pengamanan produksi beras yaitu melaksanakan revitalisasi penggilingan padi. Dijelaskan oleh Mentan bahwa penggilingan padi yang ada di tingkat petani masih menggunakan mesin yang sudah tua sehingga berpotensi kehilangan hasil panen padi sekitar 13%.

"Kita siapkan anggaran sebesar Rp 368,5 milyar untuk pengadaan bantuan 957 unit Rice Milling Unit (RMU)," tegas Mentan.

RMU atau penggilingan padi yang telah disiapkan Kementan merupakan mesin 2 fase. Dari mesin tersebut diharapkan kualitas beras dapat meningkat dan upaya penekanan kehilangan hasil juga dapat menaikkan rendemen gabah yang saat ini sekitar 57% menjadi 67%.

Mentan pun mengundang perwakilan petani untuk menyampaikan aspirasi di depan ribuan petani lain. Salah satu petani dari Kabupaten Sukabuni menyampaikan bahwa di daerahnya telah mengalami kekeringan. Saat itu juga, Mentan langsung menginstruksikan kepada Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian, gatot Irianto, untuk memberikan bantuan alsintan pada lokasi tersebut.

Pada kesempatan ini pula, Panglima TNI, Gatot Nurmantyo, juga memberikan sambutan di hadapan ribuan petani. Panglima TNI menceritakan sinergi yang telah dilakukan dengan Mentan serta Menteri Perdagangan dalam meningkatkan produksi beras di Indonesia. Ini merupakan salah satu amanah undang-undang bagi TNI dalam menjaga kemakmuran rakyat Indonesia.

Selain perwakilan petani dari seluruh Indonesia, turut hadir dalam pertemuan ini Kepala Bareskrim POLRI, Budi Waseso, Kepala Perum BULOG, Djarot Kusumayakti dan jajaran pejabat Eselon I Kementerian Pertanian.

 

Sumber : Biro Umum dan Humas Kementan

Archive

Panduan Teknis

Jajar Legowo Super
Panduan Teknologi Budidaya Padi Tanam Benih Langsung (TABELA)
Panduan Teknologi Budidaya Padi SRI
Panduan Teknologi Budidaya Padi SALIBU

Buku

Laporan Tahunan 2015
Prosiding Padi 2016 Buku 2
Prosiding Padi 2016 Buku 1
Laporan Tahunan 2014

Booklet, Leaflet, Poster

Sistem Bubu Perangkap Tikus TBS dan LTBS 2015
Pengendalian Hama Tikus Terpadu (PHTT) 2015
Poster Inpari 13
Poster Inpari 10

Jajak Pendapat

Dari 6 konten website BBPADI berikut ini, apa yang menjadi konten favorit anda?

Infografis

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Padi adalah Kehidupan
Segengam Malai Padi akan ku bawa dan tanam di tanah Papua
PENAS XV 2017 Aceh "Padi tumbuh subur dilahan suboptimal"
Malai dan Bulir akan membentuk pola makan dan budaya seluruh umat manusia
Teknologi Jarwo Super untuk Kedaulatan Pangan

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Sosial Media

Statistik Website

Hari ini572
Hari kemarin949
Minggu ini4683
Bulan ini25674
Jumlah Pengunjung775314
Online sekarang
16

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Menteri Pertanian dan Panglima TNI Terima Ribuan Petani di Kementan

JAKARTA – Kecukupan pangan merupakan syarat mutlak untuk mewujudkan ketahanan nasional. Salah satunya terwujudnya kecukupan beras yang merupakan komoditas strategis ditinjau dari aspek sosial, ekonomi dan politik. Hal ini menjadi dasar dalam pertemuan akbar antara Menteri Pertanian, Amran Sulaiman dengan ribuan petani pada Rapat Upaya Khusus Peningkatan Industri Perberasan di Lapangan Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Rabu (26/8).

"Rapat ini penting dan strategis pada saat kita sedang menghadapi kekeringan sebagai dampak El Nino," ujar Mentan dalam sambutannya.

Mentan berharap pertemuan ini dapat merumuskan langkah aksi dalam menjamin stok beras dan dapat mengendalikan fluktuasi harga beras yang mungkin terjadi. Lanjutnya, Mentan juga meminta kepada petani dan seluruh pihak terkait untuk tetap berusaha dalam meningkatkan produksi beras supaya Indonesia tidak perlu impor beras.

Saat ini, Kementerian Pertanian sedang mengupayakan upaya lain dalam pengamanan produksi beras yaitu melaksanakan revitalisasi penggilingan padi. Dijelaskan oleh Mentan bahwa penggilingan padi yang ada di tingkat petani masih menggunakan mesin yang sudah tua sehingga berpotensi kehilangan hasil panen padi sekitar 13%.

"Kita siapkan anggaran sebesar Rp 368,5 milyar untuk pengadaan bantuan 957 unit Rice Milling Unit (RMU)," tegas Mentan.

RMU atau penggilingan padi yang telah disiapkan Kementan merupakan mesin 2 fase. Dari mesin tersebut diharapkan kualitas beras dapat meningkat dan upaya penekanan kehilangan hasil juga dapat menaikkan rendemen gabah yang saat ini sekitar 57% menjadi 67%.

Mentan pun mengundang perwakilan petani untuk menyampaikan aspirasi di depan ribuan petani lain. Salah satu petani dari Kabupaten Sukabuni menyampaikan bahwa di daerahnya telah mengalami kekeringan. Saat itu juga, Mentan langsung menginstruksikan kepada Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian, gatot Irianto, untuk memberikan bantuan alsintan pada lokasi tersebut.

Pada kesempatan ini pula, Panglima TNI, Gatot Nurmantyo, juga memberikan sambutan di hadapan ribuan petani. Panglima TNI menceritakan sinergi yang telah dilakukan dengan Mentan serta Menteri Perdagangan dalam meningkatkan produksi beras di Indonesia. Ini merupakan salah satu amanah undang-undang bagi TNI dalam menjaga kemakmuran rakyat Indonesia.

Selain perwakilan petani dari seluruh Indonesia, turut hadir dalam pertemuan ini Kepala Bareskrim POLRI, Budi Waseso, Kepala Perum BULOG, Djarot Kusumayakti dan jajaran pejabat Eselon I Kementerian Pertanian.

 

Sumber : Biro Umum dan Humas Kementan

Berita Terbaru

Pentingnya Konservasi Tanah Pertanaman Padi Gogo

Info Teknologi | 21-06-2017 | Hits:172

Pentingnya Konservasi Tanah Pertanaman Padi Gogo

Hama Uret pada Padi Gogo dengan Teknik Seed Treatment

Info Teknologi | 20-06-2017 | Hits:175

Hama Uret pada Padi Gogo dengan Teknik Seed Treatment

Type Ketahanan Tanaman

Info Teknologi | 29-05-2017 | Hits:831

Type Ketahanan Tanaman

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi