Pentingnya Diplomasi dan Negosiasi dalam Pembangunan Pertanian Global

CIAWI – Masa depan pembangunan pertanian global dunia ke depan sangat ditentukan oleh pembangunan pertanian di lingkungan geografis tropis. Pembangunan pertanian di wilayah iklim tropis menjadi berperan penting karena keuntungan dari potensi iklim yang dapat terus ditingkatkan.

“Oleh karenanya demi mempertahankan posisi pertanian yang kompetitif kemampuan diplomasi dan negosiasi menjadi penting,” ujar Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Dr. Haryono dalam pembukaan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Diplomasi dan Negosiasi Badan Litbang Pertanian menghadapi Isu-isu dalam Perundingan Internasional di Komplek Bumi, PPMKP, Senin (23/3/2015).

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Kepala Pusdiklat Kementerian Luar Negeri, Duta Besar Suharjono Sastrowiharjo bahwa penyelenggaraan pelatihan diplomasi dan negosiasi ini sudah dilaksanakan oleh Kemenlu sejak 2011 dengan maksud untuk mensosialisasikan kebijakan politik luar negeri Indonesia pada pemerintahan Jokowi – JK saat ini yang tentunya berbeda dengan saat pemerintahan sebelumnya.

Perbedaan yang ada antara lain lebih menekankan pada diplomasi maritim, diplomasi posisi WNI di luar negeri dan politik perbatasan. Selain itu, kesempatan pelatihan seperti ini juga dimanfaatkan oleh Kementerian Luar Negeri untuk mensosialisasikan Undang-Undang Hubungan Luar Negeri.

Pelatihan yang diselenggarakan untuk kedua kalinya ini merupakan salah satu upaya Balitbangtan dalam memberikan pemahaman mengenai kebijakan luar negeri Indonesia secara umum serta pemetaan isu-isu pertanian dan pangan global, dengan menggunakan perspektif hubungan internasional dan ilmu politik.

Pelatihan dilaksanakan dengan penekanan pada materi teknis negosiasi, legal drafting, protokoler dan table manner ini akan dilaksanakan hingga 26 Maret 2015 dan diikuti oleh 40 peserta dari seluruh Unit Kerja Balitbangtan.

 

Sumber : Badan Litbang Pertanian (Balitbangtan)

 

Archive

Panduan Teknis

Jajar Legowo Super
Panduan Teknologi Budidaya Padi Tanam Benih Langsung (TABELA)
Panduan Teknologi Budidaya Padi SRI
Panduan Teknologi Budidaya Padi SALIBU

Buku

Deskripsi Varietas 2017
Laporan Tahunan 2015
Prosiding Padi 2016 Buku 2
Prosiding Padi 2016 Buku 1

Booklet, Leaflet, Poster

Sistem Bubu Perangkap Tikus TBS dan LTBS 2015
Pengendalian Hama Tikus Terpadu (PHTT) 2015
Poster Inpari 13
Poster Inpari 10

Jajak Pendapat

Dari 6 konten website BBPADI berikut ini, apa yang menjadi konten favorit anda?

Infografis

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Fakta Tentang Wereng: Wereng Batang Coklat
Padi adalah Kehidupan
Segengam Malai Padi akan ku bawa dan tanam di tanah Papua
PENAS XV 2017 Aceh "Padi tumbuh subur dilahan suboptimal"
Malai dan Bulir akan membentuk pola makan dan budaya seluruh umat manusia

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Sosial Media

Statistik Website

Hari ini59
Hari kemarin1137
Minggu ini59
Bulan ini28079
Jumlah Pengunjung851977
Online sekarang
16

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Pentingnya Diplomasi dan Negosiasi dalam Pembangunan Pertanian Global

CIAWI – Masa depan pembangunan pertanian global dunia ke depan sangat ditentukan oleh pembangunan pertanian di lingkungan geografis tropis. Pembangunan pertanian di wilayah iklim tropis menjadi berperan penting karena keuntungan dari potensi iklim yang dapat terus ditingkatkan.

“Oleh karenanya demi mempertahankan posisi pertanian yang kompetitif kemampuan diplomasi dan negosiasi menjadi penting,” ujar Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Dr. Haryono dalam pembukaan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Diplomasi dan Negosiasi Badan Litbang Pertanian menghadapi Isu-isu dalam Perundingan Internasional di Komplek Bumi, PPMKP, Senin (23/3/2015).

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Kepala Pusdiklat Kementerian Luar Negeri, Duta Besar Suharjono Sastrowiharjo bahwa penyelenggaraan pelatihan diplomasi dan negosiasi ini sudah dilaksanakan oleh Kemenlu sejak 2011 dengan maksud untuk mensosialisasikan kebijakan politik luar negeri Indonesia pada pemerintahan Jokowi – JK saat ini yang tentunya berbeda dengan saat pemerintahan sebelumnya.

Perbedaan yang ada antara lain lebih menekankan pada diplomasi maritim, diplomasi posisi WNI di luar negeri dan politik perbatasan. Selain itu, kesempatan pelatihan seperti ini juga dimanfaatkan oleh Kementerian Luar Negeri untuk mensosialisasikan Undang-Undang Hubungan Luar Negeri.

Pelatihan yang diselenggarakan untuk kedua kalinya ini merupakan salah satu upaya Balitbangtan dalam memberikan pemahaman mengenai kebijakan luar negeri Indonesia secara umum serta pemetaan isu-isu pertanian dan pangan global, dengan menggunakan perspektif hubungan internasional dan ilmu politik.

Pelatihan dilaksanakan dengan penekanan pada materi teknis negosiasi, legal drafting, protokoler dan table manner ini akan dilaksanakan hingga 26 Maret 2015 dan diikuti oleh 40 peserta dari seluruh Unit Kerja Balitbangtan.

 

Sumber : Badan Litbang Pertanian (Balitbangtan)

 

Berita Terbaru

Pemerintah Berhak Tertibkan Harga Beras

Berita Utama | 11-08-2017 | Hits:191

Pemerintah Berhak Tertibkan Harga Beras

Pemahaman Penyakit Padi yang Disebabkan oleh Virus

Info Teknologi | 01-08-2017 | Hits:1073

Pemahaman Penyakit Padi yang Disebabkan oleh Virus

Kenali Karakter Beras Premium dan Medium

Info Aktual | 31-07-2017 | Hits:476

Kenali Karakter Beras Premium dan Medium

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi