Transplanter, Senjata Baru Prajurit TNI

Solopos.com, KLATEN - Puluhan anggota TNI menimba ilmu tentang berbagai persoalan di bidang pertanian di areal pertanian di Sidowayah, Polanharjo, Klaten, Rabu (12/8/2015). Mereka belajar segala aspek mulai memproduksi tanaman padi hingga pengelolaan pascapanen.

Selama mengikuti pelatihan dari mentor yang sudah disiapkan Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPSDM-Tan) Jateng itu, prajurit TNI diberi pemahaman terkait pertanian secara teori dan praktik.

Salah satu hal yang mampu menyedot perhatian puluhan prajurit dari beberapa Kodim di Jateng itu, yakni keberadaan alat tanam padi alias transplanter.

Sebelum praktik, para prajurit diberi tahu oleh seorang mentor, Joko tentang tata cara menggunakan transplanter. Begitu memperoleh pemahaman tentang cara mengoperasikan transplanter, sebagian prajurit TNI itu secara bergiliran mencoba menggunakan transplanter.

“Alat ini memang sangat praktis. Pengetahuan yang saya peroleh hari ini [kemarin], akan saya transfer ke warga di Kebumen nanti. Kebetulan, saya sebagai seorang Bintara Pembina Desa (Babinsa) di wilayah Pejagoan di Kebumen,” kata Agung D.M., yang tercatat sebagai prajurit TNI di jajaran Kodim Kebumen.

Kasubag Tata Usaha BPSDM-Tan Jateng, Edy Winarto, mengatakan pelatihan yang dipusatkan di Siwodayah kali ini diikuti anggota TNI yang berasal dari Cilacap, Kebumen, dan Klaten.

Pelatihan ini ditujukan agar para anggota TNI memiliki kemampuan tentang bagaimana cara mengembangkan produksi pertanian agar berjalan maksimal.

“Kami kerja sama dengan Kodam IV/Diponegoro. Ke depan, diharapkan semua Babinsa di Jateng bisa memiliki pengetahuan di bidang pertanian. Sehingga, anggota TNI bisa memberikan sumbangan pemikiran terhadap pengembangan pertanian di Jateng. Saat ini, setiap Babinsa memang dituntut untuk mengetahui segala hal tentang pertanian, baik dari tahap pembenihan hingga pascapanen,” kata dia. (Ponco Suseno/JIBI/Solopos)

Sumber : Solo Pos

Archive

Panduan Teknis

Jajar Legowo Super
Panduan Teknologi Budidaya Padi Tanam Benih Langsung (TABELA)
Panduan Teknologi Budidaya Padi SRI
Panduan Teknologi Budidaya Padi SALIBU

Buku

Deskripsi Varietas 2017
Laporan Tahunan 2015
Prosiding Padi 2016 Buku 2
Prosiding Padi 2016 Buku 1

Booklet, Leaflet, Poster

Varietas Padi Green Super Rice (GSR): Inpari 43 Agritan GSR
Varietas Padi Green Super Rice (GSR): Inpari 42 Agritan GSR
Sistem Bubu Perangkap Tikus TBS dan LTBS 2015
Pengendalian Hama Tikus Terpadu (PHTT) 2015

Jajak Pendapat

Dari 6 konten website BBPADI berikut ini, apa yang menjadi konten favorit anda?

Infografis

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Fakta Tentang Wereng: Wereng Batang Coklat
Padi adalah Kehidupan
Segengam Malai Padi akan ku bawa dan tanam di tanah Papua
PENAS XV 2017 Aceh "Padi tumbuh subur dilahan suboptimal"
Malai dan Bulir akan membentuk pola makan dan budaya seluruh umat manusia

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Sosial Media

Statistik Website

Hari ini1064
Hari kemarin1782
Minggu ini2846
Bulan ini30866
Jumlah Pengunjung854764
Online sekarang
34

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Transplanter, Senjata Baru Prajurit TNI

Solopos.com, KLATEN - Puluhan anggota TNI menimba ilmu tentang berbagai persoalan di bidang pertanian di areal pertanian di Sidowayah, Polanharjo, Klaten, Rabu (12/8/2015). Mereka belajar segala aspek mulai memproduksi tanaman padi hingga pengelolaan pascapanen.

Selama mengikuti pelatihan dari mentor yang sudah disiapkan Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPSDM-Tan) Jateng itu, prajurit TNI diberi pemahaman terkait pertanian secara teori dan praktik.

Salah satu hal yang mampu menyedot perhatian puluhan prajurit dari beberapa Kodim di Jateng itu, yakni keberadaan alat tanam padi alias transplanter.

Sebelum praktik, para prajurit diberi tahu oleh seorang mentor, Joko tentang tata cara menggunakan transplanter. Begitu memperoleh pemahaman tentang cara mengoperasikan transplanter, sebagian prajurit TNI itu secara bergiliran mencoba menggunakan transplanter.

“Alat ini memang sangat praktis. Pengetahuan yang saya peroleh hari ini [kemarin], akan saya transfer ke warga di Kebumen nanti. Kebetulan, saya sebagai seorang Bintara Pembina Desa (Babinsa) di wilayah Pejagoan di Kebumen,” kata Agung D.M., yang tercatat sebagai prajurit TNI di jajaran Kodim Kebumen.

Kasubag Tata Usaha BPSDM-Tan Jateng, Edy Winarto, mengatakan pelatihan yang dipusatkan di Siwodayah kali ini diikuti anggota TNI yang berasal dari Cilacap, Kebumen, dan Klaten.

Pelatihan ini ditujukan agar para anggota TNI memiliki kemampuan tentang bagaimana cara mengembangkan produksi pertanian agar berjalan maksimal.

“Kami kerja sama dengan Kodam IV/Diponegoro. Ke depan, diharapkan semua Babinsa di Jateng bisa memiliki pengetahuan di bidang pertanian. Sehingga, anggota TNI bisa memberikan sumbangan pemikiran terhadap pengembangan pertanian di Jateng. Saat ini, setiap Babinsa memang dituntut untuk mengetahui segala hal tentang pertanian, baik dari tahap pembenihan hingga pascapanen,” kata dia. (Ponco Suseno/JIBI/Solopos)

Sumber : Solo Pos

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi