Saatnya Berdaulat Benih

Benih unggul menjadi salah satu kunci sukses peningkatan produksi pangan. Sayangnya ketersediaan benih unggul menjadi persoalan sendiri bagi petani. Karena itu pemerintah mengambil kebijakan memberikan bantuan benih unggul kepada petani.

Berbagai pola pernah dicoba pemerintah. Dari mulai memberikan bantuan lang­sung benih unggul kepada petani hingga memberikan subsidi harga. Tapi di lapangan kerap bantuan benih tersebut tak berjalan lancar.

Karena itu pemerintah me­lalui Kementerian Pertanian akan mendorong pemberdayaan penangkar benih lokal. Dalam beberapa kali kesempatan kun­jungan ke lapangan seperti ke sentra produksi padi di Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat dan Lampung, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menegaskan akan memberdayakan penangkar benih lokal.

“Tidak hanya perusahaan-perusahaan besar saja yang berhak menyalurkan benih, melainkan penangkar-penangkar lokal harus kita berdayakan. Harus kita ciptakan kedaulatan benih,” kata Amran.

Pemberdayaan penangkar benih lokal tidak lain bertujuan untuk kemandirian benih, ter­utama di tingkat desa. Dengan ketersediaan benih di tingkat desa, petani akan lebih mudah mendapatkan benih unggul. Petani juga tidak tergantung dari pasokan BUMN benih yang pemerintah berikan subsidi.

Desa Mandiri Benih

Agar petani mandiri dan tidak tergantung bantuan subsidi benih dari pemerintah, Kementerian Pertanian dalam hal ini Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian bersama Direktorat Jenderal (Ditjen) Tanaman Pangan mengembangkan 1.000 Desa Mandiri Benih.

Berawal dari tugas Badan Pe­rencanaan Pembangunan Na­­sional (Bappenas) kepada Kementerian Pertanian. Badan Litbang Pertanian (Balitbangtan) dan Ditjen Tanaman Pangan kemudian menindaklanjuti tugas tersebut.

Kepala Badan Litbang Per­tanian, Haryono mengatakan, pihaknya bertanggungjawab ter­hadap model Desa Mandiri Benih. Selama ini Litbang Pertanian sudah mempunyai banyak model pengembangan benih, antara lain dalam bentuk Unit Pengelola Benih Sumber (UPBS). Pola tersebut nantinya akan diaplikasikan dalam bentuk pengembangan 1.000 Desa Mandiri Benih.

“Kami sudah lebih dari lima tahun mengembangkan benih lokal. Tapi memang timbul tenggelam. Kali ini kita harapkan bergerak secara positif, dalam artian dinamis. Pengembangan penakar benih lokal merupakan cara yang positif,” katanya kepada Sinar Tani. (Ahmad Soim)

 

Sumber : Tabloid Sinartani

 

 

Archive

Panduan Teknis

Teknik Ubinan
Daftar Periksa Budidaya Padi Sawah Lahan Irigasi (Indonesia Rice Check)
Jajar Legowo Super
Panduan Teknologi Budidaya Padi Tanam Benih Langsung (TABELA)

Buku

Prosiding Padi 2017 Buku 2 Bagian 2
Prosiding Padi 2017 Buku 2 Bagian 1
Prosiding Padi 2017 Buku 1 Bagian 2
Prosiding Padi 2017 Buku 1 Bagian 1

Booklet, Leaflet, Poster

Seminar Nasional dan Gelar Teknologi Varietas Unggul Padi Terbaru
Varietas Padi Green Super Rice (GSR): Inpari 43 Agritan GSR
Varietas Padi Green Super Rice (GSR): Inpari 42 Agritan GSR
Sistem Bubu Perangkap Tikus TBS dan LTBS 2015

Jajak Pendapat

Dari 6 konten website BBPADI berikut ini, apa yang menjadi konten favorit anda?

Berita - 37.4%
Galeri Foto - 22%
Galeri Video - 12.1%
Kliping Padi - 13.2%
Publikasi - 4.4%
Tahukah Anda - 11%
The voting for this poll has ended on: 01 Des 2017 - 00:00

Infografis

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Keunggulan Varietas Tarabas
Varietas Unggul Baru Untuk Agroekosistem Tertentu
Pengendalian Virus Kerdil
Fakta Tentang Wereng: Wereng Batang Coklat
Padi adalah Kehidupan

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Sosial Media

Statistik Website

Hari ini82
Hari kemarin2246
Minggu ini17355
Bulan ini60899
Jumlah Pengunjung1386811
Online sekarang
11

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Saatnya Berdaulat Benih

Benih unggul menjadi salah satu kunci sukses peningkatan produksi pangan. Sayangnya ketersediaan benih unggul menjadi persoalan sendiri bagi petani. Karena itu pemerintah mengambil kebijakan memberikan bantuan benih unggul kepada petani.

Berbagai pola pernah dicoba pemerintah. Dari mulai memberikan bantuan lang­sung benih unggul kepada petani hingga memberikan subsidi harga. Tapi di lapangan kerap bantuan benih tersebut tak berjalan lancar.

Karena itu pemerintah me­lalui Kementerian Pertanian akan mendorong pemberdayaan penangkar benih lokal. Dalam beberapa kali kesempatan kun­jungan ke lapangan seperti ke sentra produksi padi di Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat dan Lampung, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menegaskan akan memberdayakan penangkar benih lokal.

“Tidak hanya perusahaan-perusahaan besar saja yang berhak menyalurkan benih, melainkan penangkar-penangkar lokal harus kita berdayakan. Harus kita ciptakan kedaulatan benih,” kata Amran.

Pemberdayaan penangkar benih lokal tidak lain bertujuan untuk kemandirian benih, ter­utama di tingkat desa. Dengan ketersediaan benih di tingkat desa, petani akan lebih mudah mendapatkan benih unggul. Petani juga tidak tergantung dari pasokan BUMN benih yang pemerintah berikan subsidi.

Desa Mandiri Benih

Agar petani mandiri dan tidak tergantung bantuan subsidi benih dari pemerintah, Kementerian Pertanian dalam hal ini Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian bersama Direktorat Jenderal (Ditjen) Tanaman Pangan mengembangkan 1.000 Desa Mandiri Benih.

Berawal dari tugas Badan Pe­rencanaan Pembangunan Na­­sional (Bappenas) kepada Kementerian Pertanian. Badan Litbang Pertanian (Balitbangtan) dan Ditjen Tanaman Pangan kemudian menindaklanjuti tugas tersebut.

Kepala Badan Litbang Per­tanian, Haryono mengatakan, pihaknya bertanggungjawab ter­hadap model Desa Mandiri Benih. Selama ini Litbang Pertanian sudah mempunyai banyak model pengembangan benih, antara lain dalam bentuk Unit Pengelola Benih Sumber (UPBS). Pola tersebut nantinya akan diaplikasikan dalam bentuk pengembangan 1.000 Desa Mandiri Benih.

“Kami sudah lebih dari lima tahun mengembangkan benih lokal. Tapi memang timbul tenggelam. Kali ini kita harapkan bergerak secara positif, dalam artian dinamis. Pengembangan penakar benih lokal merupakan cara yang positif,” katanya kepada Sinar Tani. (Ahmad Soim)

 

Sumber : Tabloid Sinartani

 

 

Berita Terbaru

Sensor Tanah Proximal: Uji Tanah Cepat, Tepat, dan Murah

Info Teknologi | 11-04-2018 | Hits:438

Sensor Tanah Proximal: Uji Tanah Cepat, Tepat, dan Murah

Sekam Padi, Dari Limbah Jadi Bahan Bakar Alternatif

Info Teknologi | 02-04-2018 | Hits:387

Sekam Padi, Dari Limbah Jadi Bahan Bakar Alternatif

Mengenal Padi Sejak Usia Dini

Berita Utama | 15-03-2018 | Hits:610

Mengenal Padi Sejak Usia Dini

Launching Inovasi Baru Lahan Kering

Berita Utama | 13-02-2018 | Hits:1134

Launching Inovasi Baru Lahan Kering

Dengan Inovasi, Lahan Kering Mampu Berproduksi Tinggi

Info Aktual | 01-02-2018 | Hits:3292

Dengan Inovasi, Lahan Kering Mampu Berproduksi Tinggi

Padi Gogo Potensi Hasil Tinggi

Info Teknologi | 18-01-2018 | Hits:3760

Padi Gogo Potensi Hasil Tinggi

Padi  Lahan Kering Dataran Tinggi

Info Teknologi | 11-01-2018 | Hits:3668

Padi Lahan Kering Dataran Tinggi

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi