Laboratorium Lapang di Kecamatan Kemangkon, Purbalingga, Jawa Tengah

Pertemuan Laboratorium Lapang dilaksanakan di rumah kepala Desa Karang Tengah dan Pegandegan-Kemangkon, Purbalingga dihadiri kurang lebih 80 orang petani dan ketua Gapoktan dan dipimpin langsung oleh Kepala Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, Kabid KSPHP, dan diikuti oleh petugas detasir dari BB Padi, Kepala Desa, Babinsa, aparat Desa setempat, PPL , dan para Ketua gapoktan wilayah Purbalingga.

Pertemuan dan diskusi dipimpin langsung oleh Kepala Balai Besar Penelitian Tanaman Padi Dr. Ali Jamil. Beberapa hal yang dibahas dalam pertemuan tersebut meliputi: lanjutan pembahasan pertemuan yaitu tentang upaya mendukung program pemerintah dalam percepatan  program swasembada pangan khususnya beras. Beberapa permasalahan pencapaian swasembada yaitu : rusaknya infrastruktur, masih tingginya susut hasil, belum terpenuhinya kebutuhan pupuk dan benih sesuai rekomendasi lokasi, lemahnya permodalan petani dan fluktuasi harga pada saat panen raya. Menyediakan kebutuhan prasarana dan sarana pertanian berupa penyediaan bantuan benih,  penyediaan bantuan pupuk, penyediaan bantuan alat mesin pertanian, pengawalan/pendampingan.

Pemetaan lokasi dari masing-masing petani yang dilakukan langsung di lahan selauas 100 Ha. Menawarkan komponen teknologi model PTT kepada petani pada daerah pengembangan meliputi: (1) Penggunaan varietas unggul baru, (2) penggunaan benih bermutu dan sehat (perlakuan benih  dengan seed treatment sebelum ditanam), (3) Tanam tugal, larikan dan jarak tanam, (4) Pemberian pupuk dasar dan bahan organik atau kompos, (5) Penggunaan pupuk nitrogen berdasarkan kebutuhan tanaman dengan menggunakan alat BWD, (6) Penggunaan pupuk fosfat dan kalium berdasarkan analisis tanah, PUTK, (7) Pengendalian OPT berdasarkan konsep PHT, dan (8) Perbaikan penanganan panen dan pasca panen. Untuk mempercepat adopsi inovasi teknologi padi terbaru yang menyangkut beberapa komponen teknologi perlu ditunjang oleh pelaksanaan demplot langsung dihamparan dan melibatkan petani atau kelompok tani. Dalam rangka program peningkatan produksi dalam rangka pencapaian swasembada beras telah diprogramkan pengembangan padi dengan pendekatan model PTT Padi sawah seluas 100 ha di dua desa yaitu di Desa Karang Tengah seluas 65 ha dan di Desa Pegandegan seluas 35 ha dari masing–masing desa terdiri dari 4 kegiatan yaitu perbenihan, mekanisasi, gelar teknologi VUB dengan varietas Inpari 23, Inpari 24, Inpari 31, Logawa, dan Inpari 32, dan kegiatan gelar teknologi PTT. Pada pertengahan bulan Mei telah dilaksanakan kegiatan pengolahan tanah dan tanam secara serempak sesuai panduan laboratorium lapang.

 

Archive

Panduan Teknis

Jajar Legowo Super
Panduan Teknologi Budidaya Padi Tanam Benih Langsung (TABELA)
Panduan Teknologi Budidaya Padi SRI
Panduan Teknologi Budidaya Padi SALIBU

Buku

Laporan Tahunan 2015
Prosiding Padi 2016 Buku 2
Prosiding Padi 2016 Buku 1
Laporan Tahunan 2014

Booklet, Leaflet, Poster

Sistem Bubu Perangkap Tikus TBS dan LTBS 2015
Pengendalian Hama Tikus Terpadu (PHTT) 2015
Poster Inpari 13
Poster Inpari 10

Jajak Pendapat

Dari 6 konten website BBPADI berikut ini, apa yang menjadi konten favorit anda?

Infografis

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Padi adalah Kehidupan
Segengam Malai Padi akan ku bawa dan tanam di tanah Papua
PENAS XV 2017 Aceh "Padi tumbuh subur dilahan suboptimal"
Malai dan Bulir akan membentuk pola makan dan budaya seluruh umat manusia
Teknologi Jarwo Super untuk Kedaulatan Pangan

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Sosial Media

Statistik Website

Hari ini700
Hari kemarin839
Minggu ini3009
Bulan ini30081
Jumlah Pengunjung779721
Online sekarang
18

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Laboratorium Lapang di Kecamatan Kemangkon, Purbalingga, Jawa Tengah

Pertemuan Laboratorium Lapang dilaksanakan di rumah kepala Desa Karang Tengah dan Pegandegan-Kemangkon, Purbalingga dihadiri kurang lebih 80 orang petani dan ketua Gapoktan dan dipimpin langsung oleh Kepala Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, Kabid KSPHP, dan diikuti oleh petugas detasir dari BB Padi, Kepala Desa, Babinsa, aparat Desa setempat, PPL , dan para Ketua gapoktan wilayah Purbalingga.

Pertemuan dan diskusi dipimpin langsung oleh Kepala Balai Besar Penelitian Tanaman Padi Dr. Ali Jamil. Beberapa hal yang dibahas dalam pertemuan tersebut meliputi: lanjutan pembahasan pertemuan yaitu tentang upaya mendukung program pemerintah dalam percepatan  program swasembada pangan khususnya beras. Beberapa permasalahan pencapaian swasembada yaitu : rusaknya infrastruktur, masih tingginya susut hasil, belum terpenuhinya kebutuhan pupuk dan benih sesuai rekomendasi lokasi, lemahnya permodalan petani dan fluktuasi harga pada saat panen raya. Menyediakan kebutuhan prasarana dan sarana pertanian berupa penyediaan bantuan benih,  penyediaan bantuan pupuk, penyediaan bantuan alat mesin pertanian, pengawalan/pendampingan.

Pemetaan lokasi dari masing-masing petani yang dilakukan langsung di lahan selauas 100 Ha. Menawarkan komponen teknologi model PTT kepada petani pada daerah pengembangan meliputi: (1) Penggunaan varietas unggul baru, (2) penggunaan benih bermutu dan sehat (perlakuan benih  dengan seed treatment sebelum ditanam), (3) Tanam tugal, larikan dan jarak tanam, (4) Pemberian pupuk dasar dan bahan organik atau kompos, (5) Penggunaan pupuk nitrogen berdasarkan kebutuhan tanaman dengan menggunakan alat BWD, (6) Penggunaan pupuk fosfat dan kalium berdasarkan analisis tanah, PUTK, (7) Pengendalian OPT berdasarkan konsep PHT, dan (8) Perbaikan penanganan panen dan pasca panen. Untuk mempercepat adopsi inovasi teknologi padi terbaru yang menyangkut beberapa komponen teknologi perlu ditunjang oleh pelaksanaan demplot langsung dihamparan dan melibatkan petani atau kelompok tani. Dalam rangka program peningkatan produksi dalam rangka pencapaian swasembada beras telah diprogramkan pengembangan padi dengan pendekatan model PTT Padi sawah seluas 100 ha di dua desa yaitu di Desa Karang Tengah seluas 65 ha dan di Desa Pegandegan seluas 35 ha dari masing–masing desa terdiri dari 4 kegiatan yaitu perbenihan, mekanisasi, gelar teknologi VUB dengan varietas Inpari 23, Inpari 24, Inpari 31, Logawa, dan Inpari 32, dan kegiatan gelar teknologi PTT. Pada pertengahan bulan Mei telah dilaksanakan kegiatan pengolahan tanah dan tanam secara serempak sesuai panduan laboratorium lapang.

 

Berita Terbaru

Pentingnya Konservasi Tanah Pertanaman Padi Gogo

Info Teknologi | 21-06-2017 | Hits:230

Pentingnya Konservasi Tanah Pertanaman Padi Gogo

Hama Uret pada Padi Gogo dengan Teknik Seed Treatment

Info Teknologi | 20-06-2017 | Hits:252

Hama Uret pada Padi Gogo dengan Teknik Seed Treatment

Type Ketahanan Tanaman

Info Teknologi | 29-05-2017 | Hits:881

Type Ketahanan Tanaman

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi