Empat Dasa Warsa Kolaborasi Balitbangtan-IRRI Terus Berlanjut

Memasuki empat dasawarsa kolaborasi antara Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) dengan IRRI (International Rice Research Institute), sejumlah besar capaian telah dihasilkan bersama dalam bidang penelitian dan perakitan teknologi budidaya padi.

Beberapa diantaranya adalah perakitan varietas padi hibrida Maro dan Rokan pada 2002, varietas Ciherang-Sub 1 (toleran rendaman sampai dengan 14 hari) pada tahun 2012, varietas Inpari 34 dan Inpari 35 Salin Agritan (toleran salinitas pada fase bibit) pada tahun 2014, perakitan dan penyempurnaan Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT), serta introduksi berbagai teknologi padi lainnya, mulai dari budidaya, pengelolaan hama dan penyakit, hingga penanganan pasca panen.

Manfaat yang signifikan dirasakan oleh kedua belah pihak terutama oleh Balitbangtan dalam hal akses terhadap sumber inovasi teknologi padi, dan hal yang sama juga dirasakan oleh IRRI sebagai lembaga riset padi internasional yang perlu terus memperkaya informasi perkembangan situasi perpadian dunia melalui partnernya di berbagai Negara, termasuk Indonesia.

Untuk mereviu perkembangan kerjasama yang telah berjalan dan sekaligus merancang kolaborasi untuk lima tahun ke depan (2015-2019), Balitbangtan menjadi tuan rumah penyelenggaraan IAARD – IRRI Work Plan Meeting, Senin (16/2/2015) di Balitbangtan Kantor Pusat Jakarta.

Acara ini dihadiri oleh kurang lebih 70 peserta yang berasal dari IRRI, lingkup Balitbangtan, lingkup Ditjen Tanaman Pangan, dan Indonesia-IRRI Board of Trustee.

Kepala Balitbangtan Dr. Haryono dalam keynote speech-nya menyampaikan harapannya bahwa ke depan kolaborasi Balitbangtan-IRRI harus dapat menghasilkan teknologi produksi padi yang efisien lahan, air, tenaga kerja, kemikalia, dan ramah lingkungan.

Disamping itu penguatan sumberdaya manusia pertanian harus menjadi prioritas bersama dalam rangka membangun sistem pertanian yang lebih maju, berdaya guna dan berhasil guna.

Pada kesempatan tersebut, Dr. Haryono didampingi Deputy DG IRRI Dr. Matthew Morell dan Dr. Bruce Tolentino, meresmikan peluncuran Layanan Konsultasi Padi (LKP), suatu program layanan konsultasi berbasis website yang memberikan panduan pengelolaan padi spesifik lokasi (hingga level kecamatan) kepada petani berdasar input informasi yang diberikannya.

LKP adalah penyempurnaan dari layanan PHSL (Pengelolaan Hara Spesifik Lokasi) yang telah diluncurkan tahun 2012 lalu oleh Menteri Pertanian RI. Beberapa manfaat yang diperoleh dari penggunaan LKP diantaranya mengurangi intensitas serangan hama dan penyakit, meningkatkan produktivitas melalui sistem tanam jajar legowo 2:1 dan 4:1, dan meningkatkan pendapatan petani. Untuk mengakses aplikasi LKP dapat dilakukan melalui tautan http://webapps.irri.org/id/lkp.

Untuk Informasi Lebih Lanjut Hubungi : Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan

Sumber : Balitbangtan

Archive

Panduan Teknis

Jajar Legowo Super
Panduan Teknologi Budidaya Padi Tanam Benih Langsung (TABELA)
Panduan Teknologi Budidaya Padi SRI
Panduan Teknologi Budidaya Padi SALIBU

Buku

Laporan Tahunan 2015
Prosiding Padi 2016 Buku 2
Prosiding Padi 2016 Buku 1
Laporan Tahunan 2014

Booklet, Leaflet, Poster

Sistem Bubu Perangkap Tikus TBS dan LTBS 2015
Pengendalian Hama Tikus Terpadu (PHTT) 2015
Poster Inpari 13
Poster Inpari 10

Jajak Pendapat

Dari 6 konten website BBPADI berikut ini, apa yang menjadi konten favorit anda?

Infografis

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Padi adalah Kehidupan
Segengam Malai Padi akan ku bawa dan tanam di tanah Papua
PENAS XV 2017 Aceh "Padi tumbuh subur dilahan suboptimal"
Malai dan Bulir akan membentuk pola makan dan budaya seluruh umat manusia
Teknologi Jarwo Super untuk Kedaulatan Pangan

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Sosial Media

Statistik Website

Hari ini366
Hari kemarin687
Minggu ini1053
Bulan ini28125
Jumlah Pengunjung777765
Online sekarang
25

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Empat Dasa Warsa Kolaborasi Balitbangtan-IRRI Terus Berlanjut

Memasuki empat dasawarsa kolaborasi antara Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) dengan IRRI (International Rice Research Institute), sejumlah besar capaian telah dihasilkan bersama dalam bidang penelitian dan perakitan teknologi budidaya padi.

Beberapa diantaranya adalah perakitan varietas padi hibrida Maro dan Rokan pada 2002, varietas Ciherang-Sub 1 (toleran rendaman sampai dengan 14 hari) pada tahun 2012, varietas Inpari 34 dan Inpari 35 Salin Agritan (toleran salinitas pada fase bibit) pada tahun 2014, perakitan dan penyempurnaan Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT), serta introduksi berbagai teknologi padi lainnya, mulai dari budidaya, pengelolaan hama dan penyakit, hingga penanganan pasca panen.

Manfaat yang signifikan dirasakan oleh kedua belah pihak terutama oleh Balitbangtan dalam hal akses terhadap sumber inovasi teknologi padi, dan hal yang sama juga dirasakan oleh IRRI sebagai lembaga riset padi internasional yang perlu terus memperkaya informasi perkembangan situasi perpadian dunia melalui partnernya di berbagai Negara, termasuk Indonesia.

Untuk mereviu perkembangan kerjasama yang telah berjalan dan sekaligus merancang kolaborasi untuk lima tahun ke depan (2015-2019), Balitbangtan menjadi tuan rumah penyelenggaraan IAARD – IRRI Work Plan Meeting, Senin (16/2/2015) di Balitbangtan Kantor Pusat Jakarta.

Acara ini dihadiri oleh kurang lebih 70 peserta yang berasal dari IRRI, lingkup Balitbangtan, lingkup Ditjen Tanaman Pangan, dan Indonesia-IRRI Board of Trustee.

Kepala Balitbangtan Dr. Haryono dalam keynote speech-nya menyampaikan harapannya bahwa ke depan kolaborasi Balitbangtan-IRRI harus dapat menghasilkan teknologi produksi padi yang efisien lahan, air, tenaga kerja, kemikalia, dan ramah lingkungan.

Disamping itu penguatan sumberdaya manusia pertanian harus menjadi prioritas bersama dalam rangka membangun sistem pertanian yang lebih maju, berdaya guna dan berhasil guna.

Pada kesempatan tersebut, Dr. Haryono didampingi Deputy DG IRRI Dr. Matthew Morell dan Dr. Bruce Tolentino, meresmikan peluncuran Layanan Konsultasi Padi (LKP), suatu program layanan konsultasi berbasis website yang memberikan panduan pengelolaan padi spesifik lokasi (hingga level kecamatan) kepada petani berdasar input informasi yang diberikannya.

LKP adalah penyempurnaan dari layanan PHSL (Pengelolaan Hara Spesifik Lokasi) yang telah diluncurkan tahun 2012 lalu oleh Menteri Pertanian RI. Beberapa manfaat yang diperoleh dari penggunaan LKP diantaranya mengurangi intensitas serangan hama dan penyakit, meningkatkan produktivitas melalui sistem tanam jajar legowo 2:1 dan 4:1, dan meningkatkan pendapatan petani. Untuk mengakses aplikasi LKP dapat dilakukan melalui tautan http://webapps.irri.org/id/lkp.

Untuk Informasi Lebih Lanjut Hubungi : Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan

Sumber : Balitbangtan

Berita Terbaru

Pentingnya Konservasi Tanah Pertanaman Padi Gogo

Info Teknologi | 21-06-2017 | Hits:214

Pentingnya Konservasi Tanah Pertanaman Padi Gogo

Hama Uret pada Padi Gogo dengan Teknik Seed Treatment

Info Teknologi | 20-06-2017 | Hits:223

Hama Uret pada Padi Gogo dengan Teknik Seed Treatment

Type Ketahanan Tanaman

Info Teknologi | 29-05-2017 | Hits:861

Type Ketahanan Tanaman

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi