Mentan Canangkan 1.000 Desa Mandiri Benih di Merauke

MERAUKE – Menteri Pertanian, Amran Sulaiman melakukan Pencanangan Nasional 1.000 Desa Mandiri Benih untuk kali pertama dalam sejarah Indonesia yang dilakukan pemerintah, khususnya Kementerian Pertanian.

“Pencanangan ini untuk menyelasaikan salah satu permasalahan utama pertanian, yakni kurangnya ketersediaan dan rendahnya kualitas benih padi yang menyebabkan produksi padi petani stagnan bahkan menurun,” ungkap Mentan Amran di Kampung Waminggap Miraf SP 5, Distrik Tanah Miring, Kabupaten Merauke, Papua, Minggu (10/5).

Selain melakukan pencanangan tersebut, Mentan juga memberikan bantuan alat mesin pertanian (alsintan) pada 10 kelompok tani yang ada di desa tersebut.

Adapun total bantuan alsintan di Provinsi Papua yaitu sebesar 211 unit, dan Kabupaten Merauke mendapat jatah sebanyak 50 unit, kemudian mendapat tambahan sebanyak 50 unit.

Mentan mengungkapkan, sesuai dengan arahan Presiden RI, Joko Widodo, Papua akan dijadikan daerah lumbung pangan nasional untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional. Untuk itu, di Merauke akan dibangun lahan sawah sebesar 1,2 juta hektar selama 3 tahun ke depan oleh pihak swasta dan BUMN.

“Sejalan dengan hal tersebut, kami (Kementerian Pertanian) melangkah lebih cepat untuk daulat benih. Sebab benih itu penting menaikkan produksi padi, sebagai contoh benih baru Inpari 13 produksinya 7,1 ton per hektar dari benih sebelumnya hanya mampu produksi 4 ton per hektar,” kata Mentan.

Selain itu, lanjut Mentan, di Merauke juga akan dibangun pertanian modern dengan high technology yakni pertanian dengan penggunaan mekanisasi penuh dan menuju pertanian organik.

Sementara itu, Wakil Bupati Merauke, Sunaryo menyambut penuh gembira kedatangan Menteri Pertanian sehingga pemerintah pusat dapat mendorong Merauke memiliki kontribusi yang cukup mewujudkan ketahanan pangan nasional.

Menurut Sunaryo, kunjungan Mentan sangat membantu pemerintah daerah untuk menangani kendala yang selama ini dialami petani, dimana pada saat musim hujan pertanian masih terkendala oleh biaya keterlambatan pupuk dan saat musim kemarau lahan tidak bisa ditanam karena terkendala ketersediaan air irigasi.

“Ini perlu disampaikan kepada Pak Menteri, sehingga lewat koordinasi dengan pemerintah pusat, masalah ini segera ditangani menuju Merauke sebagai daerah lumbung pangan nasional,” pungkas Sunaryo.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Merauke, Sunaryo, Anggota komisi IV DPR RI, Sulaiman Hamzah, dan Kepala Badan Litbang Kementerian Pertanian, Haryono.

 

Sumber : Kementrian Pertanian

 

Archive

Panduan Teknis

Teknik Ubinan
Daftar Periksa Budidaya Padi Sawah Lahan Irigasi (Indonesia Rice Check)
Jajar Legowo Super
Panduan Teknologi Budidaya Padi Tanam Benih Langsung (TABELA)

Buku

Deskripsi Varietas 2018
Prosiding Padi 2017 Buku 2 Bagian 2
Prosiding Padi 2017 Buku 2 Bagian 1
Prosiding Padi 2017 Buku 1 Bagian 2

Booklet, Leaflet, Poster

Seminar Nasional dan Gelar Teknologi Varietas Unggul Padi Terbaru
Varietas Padi Green Super Rice (GSR): Inpari 43 Agritan GSR
Varietas Padi Green Super Rice (GSR): Inpari 42 Agritan GSR
Sistem Bubu Perangkap Tikus TBS dan LTBS 2015

Jajak Pendapat

Dari 6 konten website BBPADI berikut ini, apa yang menjadi konten favorit anda?

Berita - 37.4%
Galeri Foto - 22%
Galeri Video - 12.1%
Kliping Padi - 13.2%
Publikasi - 4.4%
Tahukah Anda - 11%
The voting for this poll has ended on: 01 Des 2017 - 00:00

Infografis

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Keunggulan Varietas Tarabas
Varietas Unggul Baru Untuk Agroekosistem Tertentu
Pengendalian Virus Kerdil
Fakta Tentang Wereng: Wereng Batang Coklat
Padi adalah Kehidupan

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Sosial Media

Statistik Website

Hari ini367
Hari kemarin1913
Minggu ini2280
Bulan ini30732
Jumlah Pengunjung1625248
Online sekarang
26

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Mentan Canangkan 1.000 Desa Mandiri Benih di Merauke

MERAUKE – Menteri Pertanian, Amran Sulaiman melakukan Pencanangan Nasional 1.000 Desa Mandiri Benih untuk kali pertama dalam sejarah Indonesia yang dilakukan pemerintah, khususnya Kementerian Pertanian.

“Pencanangan ini untuk menyelasaikan salah satu permasalahan utama pertanian, yakni kurangnya ketersediaan dan rendahnya kualitas benih padi yang menyebabkan produksi padi petani stagnan bahkan menurun,” ungkap Mentan Amran di Kampung Waminggap Miraf SP 5, Distrik Tanah Miring, Kabupaten Merauke, Papua, Minggu (10/5).

Selain melakukan pencanangan tersebut, Mentan juga memberikan bantuan alat mesin pertanian (alsintan) pada 10 kelompok tani yang ada di desa tersebut.

Adapun total bantuan alsintan di Provinsi Papua yaitu sebesar 211 unit, dan Kabupaten Merauke mendapat jatah sebanyak 50 unit, kemudian mendapat tambahan sebanyak 50 unit.

Mentan mengungkapkan, sesuai dengan arahan Presiden RI, Joko Widodo, Papua akan dijadikan daerah lumbung pangan nasional untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional. Untuk itu, di Merauke akan dibangun lahan sawah sebesar 1,2 juta hektar selama 3 tahun ke depan oleh pihak swasta dan BUMN.

“Sejalan dengan hal tersebut, kami (Kementerian Pertanian) melangkah lebih cepat untuk daulat benih. Sebab benih itu penting menaikkan produksi padi, sebagai contoh benih baru Inpari 13 produksinya 7,1 ton per hektar dari benih sebelumnya hanya mampu produksi 4 ton per hektar,” kata Mentan.

Selain itu, lanjut Mentan, di Merauke juga akan dibangun pertanian modern dengan high technology yakni pertanian dengan penggunaan mekanisasi penuh dan menuju pertanian organik.

Sementara itu, Wakil Bupati Merauke, Sunaryo menyambut penuh gembira kedatangan Menteri Pertanian sehingga pemerintah pusat dapat mendorong Merauke memiliki kontribusi yang cukup mewujudkan ketahanan pangan nasional.

Menurut Sunaryo, kunjungan Mentan sangat membantu pemerintah daerah untuk menangani kendala yang selama ini dialami petani, dimana pada saat musim hujan pertanian masih terkendala oleh biaya keterlambatan pupuk dan saat musim kemarau lahan tidak bisa ditanam karena terkendala ketersediaan air irigasi.

“Ini perlu disampaikan kepada Pak Menteri, sehingga lewat koordinasi dengan pemerintah pusat, masalah ini segera ditangani menuju Merauke sebagai daerah lumbung pangan nasional,” pungkas Sunaryo.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Merauke, Sunaryo, Anggota komisi IV DPR RI, Sulaiman Hamzah, dan Kepala Badan Litbang Kementerian Pertanian, Haryono.

 

Sumber : Kementrian Pertanian

 

Berita Terbaru

Bimbingan Teknis di Taman Teknologi Pertanian Sedong

Info Aktual | 11-05-2018 | Hits:466

Bimbingan Teknis di Taman Teknologi Pertanian Sedong

PADI INPARA BERJAYA DI RAWA

Info Aktual | 27-04-2018 | Hits:1580

PADI INPARA BERJAYA DI RAWA

Beras Ramping Lebih Disukai Pasar

Info Aktual | 12-04-2018 | Hits:913

Beras Ramping Lebih Disukai Pasar

Sensor Tanah Proximal: Uji Tanah Cepat, Tepat, dan Murah

Info Teknologi | 11-04-2018 | Hits:1213

Sensor Tanah Proximal: Uji Tanah Cepat, Tepat, dan Murah

Sekam Padi, Dari Limbah Jadi Bahan Bakar Alternatif

Info Teknologi | 02-04-2018 | Hits:1159

Sekam Padi, Dari Limbah Jadi Bahan Bakar Alternatif

Mengenal Padi Sejak Usia Dini

Berita Utama | 15-03-2018 | Hits:1117

Mengenal Padi Sejak Usia Dini

Launching Inovasi Baru Lahan Kering

Berita Utama | 13-02-2018 | Hits:1810

Launching Inovasi Baru Lahan Kering

Dengan Inovasi, Lahan Kering Mampu Berproduksi Tinggi

Info Aktual | 01-02-2018 | Hits:4510

Dengan Inovasi, Lahan Kering Mampu Berproduksi Tinggi

Kontak Informasi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

  • Alamat Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat
  • Telepon (0260) 520157
  • Fax (0260) 520158

Hak Cipta © 2015. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi